. BELAJAR DARI HIJRAHNYA RASULULLAH ﷺ . . Rasulullah ﷺ setelah hijrah dari Makkah, masih terus mencintai bahkan sering rindu pada Makkah. Maka setelah hijrah tak ada kebencian. . • Hijrah Rasulullah ﷺ penuh perencanaan yang matang; pemilihan personil untuk setiap jobdesc, strategi pemberangkatan, kesiapan tempat yg akan dituju, dll. . Namun bagaimanapun rapinya perencanaan, tetap saja ada yang mengetahui (Suroqoh). . Bagaimana sikap Rasulullah menghadapinya? . (1) fokus pada solusi, (2) solusi utama; memohon pertolongan kepada Allah, (3) pertolongan akan datang dari Allah, dengan bentuknya yang gimana Allah. Solusi akan datang sesuai kehendak Allah, bukan sesuai kehendak kita. (4) dengan berserah, kita mengakui permasalahan dtg dari Allah, maka jalan keluarnya pun dr Allah. Kesadaran tsb akan membuat kita tenang. (5) kesempurnaan manusia terletak saat ia memaksimalkan otak dan usahanya, kemudian menyerahkan kepada Allah. (6) setelah menyerahkan kepada Allah dan ttp mentok? Ttp dapat kebaikannya. Mentok dijadikan kesempatan sebagai waktu belajar lebih keras lagi. (7) kita disuruh memasrahkan, tapi bukan melepaskannya. . Andaikan "melepaskan" maka Rasulullah ﷺ tdk lagi beristighfar. . === . Disampaikan oleh : Bapak Acep Hilman ( Pembimbing Kabilah Tour ) pada pengajian ADW Consulting, 5 Sept 2019 . . . #kabilahtour #rosulullah #rosul #hijrah #suroqoh https://www.instagram.com/p/B2EKUY-h_eX/?igshid=rfyju9nwndu6


















