It h-ur-t
Sampai saat ini, sepertinya gw memang not a perfect person yang ahli dalam berangan-angan/merencanakan/berharap.
I hated that word. HOPE. Seperti mendengarkan lagu anak “ambilkan bulan Bu” dan kemudian saat dewasa kamu tersadar kalau itu sama sekali tidak mungkin akan terjadi, mom really made me disappoint for this kind of song.
Merencanakan itu seperti seorang arsitek membuat “maket” sebelum bangunan sebenarnya jadi dibuat. And here we go, maket telah jadi, tanah yang diimpikan gak jadi dijual or somehow tanahnya gak sesuai dengan yang diinginkan.
Apakah arsiteknya akan langsung menghancurkan maket yang sudah ada!, NO, ia akan berhenti sebentar, melihat kebelakang, did he wrong on calculated something? Do i miss on feeling something? Apakah dia lupa saat ia merencakan, benda matipun sedang direncanakan oleh yang punya agar bisa terjual secepatnya! …
(Berhentilah sejenak, atur napasmu kembali, kesempatan tak kau miliki lagi, cukup jalani hari dan beraktifitas seperti yang kau ketahui)
Jangan buru-buru menghancurkan maket yang telah ada, mungkin akan berguna kembali di tanah yang berbeda, atau jika terlalu susah, rombak yang telah ada, ubah sesuai tanah yang ada. Menjadi seorang arsitek tidak segampang yang orang kira, ia merencanakan sejak dalam pikiran bahkan hanya sebatas angan. Tapi Tuhan berkata “Kuat” dan kita cuma tunduk dan sujud sesekali mengadah tangan untuk yang Ia katakan.
… … …
Ini isi blog sepertinya jauh melenceng dari title yang ada, biarkanlah, lagi pas suasana yang nulis saja, besok-besok takutnya malah akun-nya yang sudah tak ada.
(Thought to delete all my socmed account for a while, but life must go on, you never know how far you can reach that limit, kan)
Live my life.











