💙 LAFAZH TA’AWWUDZ أعوذ بالله من الشيطان الرجيم “Aku berlindung kepada Allah dari gangguan setan yang terkutuk” 💙 TERJEMAH PERKATA أعوذ Aku berlindung ب Dengan (bantuan) الله Allah من Dari الشيطان Setan الرجيم Yang terkutuk 💙 PELAJARAN PENTING 💚PELAJARAN 1 ISTI’ADZAH (اِسْتِعَاذَةٌ) adalah bentuk MASHDAR dari (اِسْتَعَاذَ - يَسْتَعِيْذُ). “Isti’adzah menurut bahasa adalah : الإلتجاء والإعتصام و التحصّـن Memohon perlindungan, pemeliharaan dan penjagaan Sedangkan menurut istilah : لفظ مقصود به إعتصام القارىء والتجاؤه بالله تعالى عن شرّ الشّيطا ن Lafazh yang dimaksudkan seorang qari untuk memohon pemeliharaan dan perlindungan Allah ta’ala dari kejahatan setan.” (Dikutip dari: http://tashfiyah.or.id/1052-istiadzah-dan-basmalah.html) Adapun TA’AWWUDZ (تَعَوُّذٌ) adalah bentuk MASHDAR dari (تَعَوَّذَ - يَتَعَوَّذُ) yang bermakna “Mengucapkan lafazh isti’adzah”. 💚PELAJARAN 2 Lafazh isti’adzah ada beberapa macam. Diantaranya: أعوذ بالله من الشيطان الرجيم “Aku berlindung kepada Allah dari gangguan setan yang terkutuk” أَعُوذُ بِاللَّهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ مِنْ هَمْزِهِ وَنَفْخِهِ وَنَفْثِهِ “Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari gangguan setan yang terkutuk, dari tipuan, bisikan, dan godaannya ” 💚PELAJARAN 3 Memohon perlindungan dari gangguan setan disunnahkan untuk dibaca saat hendak membaca ayat al-Qur’an, baik di dalam shalat maupun di luar shalat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآَنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ “Apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.” (QS. An Nahl [16]: 98). Dalam shalat, isti’adzah dilakukan setelah membaca do’a istiftah dan sebelum membaca surat al-Fatihah pada rekaat yang pertama. “Berkata Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah: الذي يظهر لي: أن قراءة الصلاة واحدة، فتكون الاستعاذة في أول ركعة، إلا إذا حدث ما يوجب الاستعاذة، كما لو انفتح عليه باب الوساوس “Yang nampak bagi saya bahwa bacaan Al-Quran dalam shalat adalah satu, maka isti’adzah dilakukan hanya di rakaat pertama, kecuali kalau terjadi sesuatu yang mewajibkan isti’adzah, seperti terbukanya pintu was-was.” (Majmu’ Fatawa wa Rasail Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin 13/110)”. [Sumber: https://konsultasisyariah.com/684-kapan-waktu-membaca-taawudz-dalam-sholat.html] 💚PELAJARAN 4 Arti “الرجيم” pada asalnya adalah “المرجوم” (YANG DIRAJAM). Kenapa setan disifatkan demikian? Ada beberapa pendapat yang beredar. Diantaranya, karena dahulu setan pernah mendatangi Ibrahim untuk merayunya agar kasihan dan tidak jadi menyembelih Ismail anaknya (yang masih kecil). Ibrahim pun berkata: “Aku berlindung kepada Allah darimu”, kemudian Ibrahim merajamnya. Kemudian, setan merayu Hajar istri Ibrahim. Hajar pun berkata: “Aku berlindung kepada Allah darimu”, kemudian Hajar merajamnya. Kemudian, setan merayu Ismail. Ismail pun berkata: “Aku berlindung kepada Allah darimu”, kemudian Ismail merajamnya. Maka, jadilah syariat rajam (melontar jumroh) termasuk bagian dari manasik haji hingga hari kiamat. Pendapat lain, karena setan mencuri-curi dengar berita langit, kemudian Malaikat merajamnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: إِلَّا مَنِ اسْتَرَقَ السَّمْعَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ مُبِينٌ “Kecuali syaitan yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari Malaikat) lalu dia dikejar oleh semburan api yang terang.” (QS. Al-Hijr [15]: 18) Pendapat lain, karena pengikut setan akan merajamnya di Neraka nanti. Wallahu a’lam. (Lihat http://www.alukah.net/sharia/0/80864/) 💚PELAJARAN 5 Berdasarkan penjelasan ulama, tafsir lafazh isti’adzah adalah sebagai berikut: شَرَعَ اللهُ تَعَالَى لِكُلِّ قَارِئٍ لِلْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، أَنْ يَسْتَعِيْذَ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، قَالَ سُبْحَانَهُ: Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mensyariatkan bagi setiap pembaca al-Quran al-‘Azhim untuk meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآَنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ “Apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.” (QS. An Nahl [16]: 98). ذلِكَ لِأَنَّ الْقُرْآنَ الْكَرِيْمَ هِدَايَةٌ لِلنَّاسِ وَ شِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُوْرِ، وَ الشَّيْطَانُ سَبَبُ الشُّرُوْرِ وَ الضَّلَالَاتِ، فَأَمَرَ اللهُ سبُحْاَنَهُ قَارِئَ الْقُرْآن ِأَنْ يَتَحَصَّنَ بِهِ سُبْحَانَهُ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، وَ وَسَاوِسِهِ، وَ حِزْبِهِ. Hal itu dikarenakan Al-Qur’an Al-Karim adalah petunjuk bagi manusia dan penyembuh dari penyakit yang ada di dalam dada, dan setan adalah penyebab keburukan dan kesesatan. Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kepada pembaca Al-Qur’an untuk membentengi diri dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala dari setan yang terkutuk, juga dari rasa was-was yang berasal dari setan dan dari bala tentaranya. وَ أَجْمَعَ الْعُلَمَاءُ عَلَى أَنَّ الْاِسْتِعَاذَةَ لَيْسَتْ مِنَ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ؛ وَ لِهَذَا لَمْ تُكْتَبْ فِي الْمَصَاحِفِ. Para ulama telah sepakat bahwa bacaan “Al-Isti’azah” ini bukan termasuk bagian dari Al-Qur’an Al-Karim. Oleh karenannya bacaan ini tidak ditulis di dalam mushaf-mushaf. وَ مَعْنَى ((أَعُوْذُ بِاللهِ)): أَسْتَجِيْرُ، وَ أَتَحَصَّنُ بِاللهِ وَحْدَهُ. Makna dari “أَعُوْذُ بِاللهِ” (Aku berlindung kepada Allah) adalah: Aku minta perlindungan dan aku membentengi diri dengan Allah saja. ((مِنَ الشَّيْطَانِ)) أَيْ: مِنْ كُلِّ عَاتٍ مُتَمَرِّدٍ مِنَ الْجِنِّ وَ الْإِنْسِ، يُصَرِّفُنِيْ عَنْ طَاعَةِ رَبِّي، وَ تِلَاوَةِ كِتَابِهِ. Makna “مِنَ الشَّيْطَانِ” (dari setan) adalah: Dari setiap yang sombong lagi membangkang dari kalangan jin dan manusia yang memalingkanku dari berbuat taat kepada Robb-ku, dan dari membaca kitab-Nya. ((اَلرَّجِيْمِ)) أَيْ: اَلْمَطْرُوْدِ مِنْ رَحْمَةِ اللهِ. Makna “اَلرَّجِيْمِ” (yang dirajam) adalah: Yang terusir dari rahmat Allah. Wallahu a’lam. Bogor, Malam Selasa 24 Rabi’uts Tsani 1438 (23/1/2017) Muhammad Mujianto al-Batawie 📒BAHAN BACAAN ✏Tafsir al-Muyassar karya Kumpulan Ulama Pakar Tafsir ✏Kumpulan Do’a dari Al-Qur’an dan As-Sunnah yang Shahih karya Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas ✏https://rumaysho.com/6994-sifat-shalat-nabi-3.html ✏https://konsultasisyariah.com/684-kapan-waktu-membaca-taawudz-dalam-sholat.html ✏http://tashfiyah.or.id/1052-istiadzah-dan-basmalah.html ✏http://www.alukah.net/sharia/0/80864/