THE BILLIONAIRE: Semangat Apapun yang Terjadi
Kamu pernah menonton film, Teman? Sudah pasti jawabannya, “iya, pernah”. Meskipun tidak menontonnya di bioskop, paling tidak menontonnya melalui layar kaca televisi di rumah masing-masing, atau untuk yang memiliki koneksi internet, pasti menikmatinya dengan streaming. Okelah, bagaimanapun cara kita menonton film, mayoritas para pemuda seperti kita sudah tentu pernah menonton film. Lalu sekarang pertanyaannya, di antara banyaknya judul film yang telah kita tonton selama ini, adakah yang paling mengesankan? Yang paling Teman sukai. Tentu saja pasti ada.
Dari banyaknya judul film yang telah kulahap, ada satu yang paling mengesankan bagiku. Bukan berarti yang lain tidak mengesankan. Hanya saja pada kesempatan ini aku ingin membagikan satu film yang sebenarnya cukup ringan, namun selalu membuatku bersemangat untuk segera mengejar apa yang hatiku impikan. Film apakah itu?
Seperti yang telah kutulis pada penggalan judul posting kali ini, The Billionaire. Ya, itulah judul film yang begitu kusukai. Untuk teman-teman yang sudah merasakan nikmatnya snack rumput laut bernama “Tae Kae Noi” yang ada di supermarket terdekat, tentu tidak asing dengan judul film tersebut. Atau teman-teman masih merasa asing? Oke, pada kesempatan ini aku akan menuliskan sinopsis beserta review untuk teman-teman semua. Selamat menikmati ya, Teman…
(Poster Film The Billionaire)
SINOPSIS:
The Billionaire merupakan film yang diangkat dari kisah nyata seorang pengusaha muda bernama Top Ittipat, dan diproduksi pada tahun 2011. Film yang berasal dari Thailand ini mengisahkan perjalanan hidup Top dari seorang pemuda yang maniak game online hingga menjadi seorang milyarder.
Top Ittipat (Pachara Chirathivat) yang ketika itu berusia 16 tahun dan masih duduk di bangku sekolah, adalah seorang pecandu game online. Suatu ketika seorang teman game online-nya membeli “senjata” yang dimiliki Top. Ia akhirnya berbisnis “senjata” dari game online yang dimainkannya. Top mampu mendapatkan uang yang begitu banyak dari hasil “bisnis”-nya itu. Hingga suatu ketika, akun game online-nya tiba-tiba diblokir karena menyalah gunakan untuk kepentingan komersial. Dari situlah perjalanan hidup Top yang sebenarnya dimulai.
Dengan sisa uang yang dimiliki, Top melakukan berbagai cara untuk menjadikan uang tersebut sebagai modal usaha. Mulai dari menjual dvd player bajakan, dan ditipu oleh pedagang dvd player, tempat dimana ia membeli. Hingga menjual kacang di mall, dan mengakibatkan ia harus mengecat atap mall lantaran terkena noda asap ketika ia memasak kacang. Begitu banyak halang rintang yang harus dihadapinya. Top yang saat itu sedang menjalani studi di Perguruan Tinggi, tidak menjalani kehidupan selayaknya mahasiswa pada umumnya yang fokus pada studinya. Top harus membagi waktu dan pikirannya untuk berbisnis pula. Top tidak ada waktu untuk bersenang-senang dengan temannya. Meskipun sampai saat itu ia selalu dihadapkan dengan kegagalan, namun Top yakin suatu saat ia akan mencapai keberhasilan. Ia yakin akan menjadi seorang penguasaha muda yang hebat.
Suatu ketika ayah Top mengalami kebangkrutan. Hutang bertumpuk begitu banyak. Bahkan rumahnya disita oleh pihak bank, dan berakibat keluarga Top harus pindah keluar negeri. Saat itu keinginan tidak hanya sekedar menjadi pengusaha saja, namun juga ingin membayar hutang ayahnya agar keluarganya dapat kembali ke Thailand.
Tibalah sebuah hari yang indah di mana Top akhirnya bertemu dengan makanan rumput laut yang dibawakan kekasihnya dari pecinan. Top yang selalu dapat membaca segala sesuatunya sebagai peluang, akhirnya mendapat ide untuk membuat snack rumput laut. Walaupun untuk membuat itu, Top bersama Pamannya harus menjumpai banyak kegagalan dalam memasaknya, berakibat kondisi finansial dan kesehatan semakin memburuk. Top yang memiliki keyakinan yang tinggi atas upayanya, tidak pernah berniat untuk menyerah.
Dan benar saja, setiap usaha dan pengorbanannya selama ini membuahkan hasil. Top tidak hanya bisa membayar hutang dan membuat keluarganya kembali ke Thailand. Namun ia akhirnya benar-benar menjadi seorang penguasaha muda dan milyarder. Yang lebih membanggakan adalah, produk snack rumput lautnya yang bernama “Tae Kae Noi” menyebar ke seluruh dunia.
(Top Ittipat (tokoh asli) dan produk snack buatannya (Tae Kae Noi))
REVIEW:
Ya, begitulah kisah seorang Top. Seperti yang telah kujelaskan sebelumnya, aku begitu menyukai film ini karena isinya. Sebuah kisah nyata tentang seorang Top dalam perjalanan menggapai impiannya. Entah kenapa, film-film yang selalu menunjukkan sisi dimana sang tokoh tidak pernah menyerah dalam melawan arus, selalu membuatku terkesan. Kisah tentang impian dan bagaimana menggapainya. Karena dengan menonton film seperti itu aku pun ikut terpacu untuk lebih bersemangat dalam menggapai citaku. Sebab dengan melihat tokoh-tokoh yang memiliki keyakinan tinggi dan tidak pernah merasa kecil karena sebuah permasalahan, membuatku belajar untuk tidak pesimis. Setiap kali aku merasa payah sebagai seorang anak muda, aku pasti memutar ulang film “The Billionaire” ini. Dari film-film semacam ini aku dapat belajar banyak hal untuk pengembangan diri. Dan itulah mengapa aku menulis film Top pada postingan kali ini, setidaknya teman-teman sekalian (juga diriku sendiri tentunya) turut belajar banyak dari kisah hidup Top.
Di beberapa menit adegan terakhir ketika Top memeluk Sang Paman. Saat itu Top sudah mengerahkan segala hal miliknya tanpa sisa untuk meraih impiannya, dan ia telah mengikhlaskan apa pun keputusan Tuhan padanya. Setidaknya ia sudah berusaha hingga batas kemampuannya. Di situlah aku menitikkan air mata. Dan ini selalu terjadi meskipun film ini telah kutonton berkali-kali.
Aku sudah tahu bahwa film ini akan happy ending dan Top akan menjadi pengusaha kaya raya. Hanya saja aku tidak menyangka bahwa setelah menonton film ini, kadar semangatku bertambah dalam menghadapi dunia. Terdengar berlebihan memang, tapi itulah yang kurasakan, Teman.
(Screenshot film Top Secret - The Billionaire)
Mengenai sinematografi dalam film ini, kurasa cukup baik. Tidak bagus sekali dan tidak begitu buruk. Kurasa Video effect tidak terlalu diutamakan dalam film ini. Backsound yang dimunculkan cukup membuatku turut masuk ke dalam suasana film tersebut. Setelah kuamati, yang menjadi andalan dalam film ini adalah penokohannya. Film yang disutradari oleh Songyos Sugmakanan ini sepertinya unggul pada penokohan si Top. Bagiku, Pachara Chirathivat cukup baik memerankan tokoh Top. Pachara Chirathivat benar-benar dapat memperlihatkan apa yang dia rasakan melalui ekspresinya tersebut.
Dan untuk alur yang dimainkan dalam film ini adalah alur campuran (alur maju dan alur mundur). Alur tersebut membuat film yang sebenarnya sederhana dalam segi sinematografi ini, menjadi terlihat keren. Meskipun backsound-nya sudah membuatku turut masuk ke dalam suasana film, namun menurutku ada baiknya dari segi musik latar lebih diolah lagi. Karena secara garis besar, film ini terlihat sunyi dari segi musik. Ataukah, memang begitu yang ingin ditampulkan oleh Pak Sutradara.
Saatnya penilaian, teman-teman. Oke, kuberi angka 8 (dari sepuluh angka yang kupunya) untuk film ini dibandingkan dengan film motivasi sejenis lainnya yang telah kutonton. Meskipun dari sinematografi tidak ada yang sangat istimewa, dan dari sisi cerita sebenarnya juga dapat kita jumpai di film motivasi lainnya. Namun setidaknya, tokoh Top dan rasa optimisnya sudah mempengaruhi pemikiran dan tindakan dalam hidupku.
Bapak Anies Baswedan pernah berkata, “Anak muda menjanjikan masa depan”. Sudah pasti masa depan yang kita janjikan adalah masa depan yang cerah. Untuk menggapai masa depan yang cerah tidak mudah memang. Maka dari itu film ini hadir di tengah-tengah kita. Dari film ini kita dapat mengetahui bahwa meskipun tidak ada jalan mudah untuk menggapai impian, tenanglah… Hasil tidak pernah mengkhianati usaha.
Kita tidak perlu menjadi pebisnis hebat seperti Top Ittipat, apabila memang bukan di situ passion kita. Kita hanya perlu tetap semangat apapun yang terjadi!
Ditulis oleh :
Sofyana Kharisma W./ 3414100084 (Liskraf A - Tugas 1)
Kredit :
http://2.bp.blogspot.com/-5DB6Y2kBBfY/UiFp9pwohQI/AAAAAAAAC-4/RxsSh8eBE6E/s1600/3bBY.jpg
http://4.bp.blogspot.com/-hmzMyRGHryg/UnhtueOLdjI/AAAAAAAAABw/fbidDpTzRfk/s1600/kecanduangame.png
http://energimotivasi.weebly.com/uploads/8/5/9/3/8593430/298974_orig.jpg













