KEMISKINAN LESTARI DI ATAS RUBICON (bagian ke-2) Ketiga, menyangkut kemampuan rakyat Indonesia untuk menerima keberagaman dan berfikir terbuka. Sedangkan keempat, berkenaan dengan kualitas sumber daya manusia baik diri sisi pendidikan, keterampilan dan sikap mental. Soal kemampuan masyarakat untuk berfikiran terbuka, mampu menerima perbedaan dan mampu memandang keluar inilah yang sekarang menjadi persoalan sosial kita. Salah satu masalahnya adalah sikap pemahaman agama yang sempit yang menyebabkan publik tidak mampu berfikir terbuka. Pada akhirnya mengembangkan sikap saling curiga. Padahal Francis Fukuyama mensyaratkan salah satu faktor kemajuan ekonomi masyarakat ditandai dengan modal sosial berupa tingkat kepercayaan yang tinggi (trust) dalam masyarakat. Semakin tinggi tingkat kepercayaan dalam masyarakat (high trust society) akan semakin tinggi juga kemampuan masyarakat membangun kesejahteraannya. Demikian juga sebaliknya. Nah, saat ini kita lihat ada sebagian orang atas nama agama terus menerus menciptakan rasa saling tidak percaya dalam masyarakat (distrust). Kecurigaan pada dunia luar, pada yang berbeda agama dan keyakinan, juga pada yang berbeda paham terus dikembangkan. Sikap itu selain menciptakan kondisi sosial yang rapuh juga, seperti kata Fukuyama, juga sebagai alat yang efektif untuk melestarikan kemiskinan. Kita sedih karena cara mereka melestarikan kemiskinan ini dengan menggunakan isu agama. Seolah agama dijadikan semacam alat untuk tetap membuat pengikutnya menjadi miskin. Caranya dengan memperkenalkan ajaran agama yang ekslusif, merasa benar sendiri dan mudah mensesatkan orang lain. Sikap ini menjadi perusak modal sosial yang dimiliki masyarakat kita. Serunya, sambil melestarikan kemiskinan pengikutnya para tokoh penyerunya justru hidup dalam kekayaan berlimpah. Jangan kaget jika kendaraan sejenis Rubicon, Hummer, atau Alphard menjadi hiasan biasa di rumah para tokoh ini. Mereka memperkenalkan ajaran yang terus melestarikan kemiskinan pengikutnya, di sisi lain, mereka asyik menikmati mewahnya gelimang kapitalisme. (bersambung) www.ekokuntadhi.com #TakeBeer #Rubicon #Zuhud (di Markas Besar FPI (front Pembela ISLAM))








