Merangkum Pencapaian Khulafaur Rasyidin
1. Abu Bakar Ash-Shiddiq Abdullah ibn Abi Quhafah Utsman, dari Bani Tamim Quraiys. Lahir di Makkah dua tahun setelah kelahiran Nabi shallallahu 'alaihi was sallam. Menjadi Khalifah selama 2 tahun 3 bulan. Beberapa pencapaiannya; (1) Memerangi kaum murtad dan penentang zakat; (2) Mengumpulkan ayat-ayat Al Qur'an yang dikerjakan oleh Zaid ibn Tsabit; (3) Memulai penaklukan-penaklukan. Adapun penaklukan dimulai dari Faris, Iraq dan Syam. Menunjuk Khalid ibn Al-Waliid untuk beranjak ke Faris dan Iraq. Sedang wilayah Syam dipercayakan kepada empat panglima; Abu Ubaidah ibn Al-Jarrah, Yazin ibn Abi Sufyan, Amru ibn Al-Ash, dan Syurahbil ibn Hasanah (dan Penaklukan Syam di sini biasa dikenal sebagai Perang Yarmuk) Wafat pada tahun ke 13 Hijriah tepat pada 21 bulan Jumadil Alkhirah. 2. Umar ibn Al-Khattab Umar ibn Al-Khattab ibn Nufail dari Bani 'Adi Quraisy. Lahir pada tahun ke 13 dari kelahiran Nabi. Menanggung amanah sebagai Khalifah selama sepuluh setengah tahun. Beberapa pencapaiannya: a. External Masih meneruskan perjuangan Sahabat sebelumnya, Abu Bakar, yaitu menyebarkan Islam ke wilayah Faris dan Rum. Dalam pelaksanannya, Umar menunjuk Sa'ad ibn Abi Waqash (dengannya terhadapi Perang Qadisiyah) dan Nu'man ibn Muqrin (yang canggih memenangkan Perang Nahawand). Dan menunjuk (untuk mengarah ke Rum); Abu Ubaidah ibn Jarrah (telah menaklukan Damaskus, Himsh, dan Halb), Amru ibn Al-Ash serta Yazid ibn Abi Sufyan (berhasil menaklukan Filashthin dan Mesir) Nb: di sini Saya bertanya-tanya, di manakah Syurahbil ibn Hasanah? Hehe. Kalau Khalid, memang sudah diturunkan (di masa Umar) dari jabatan panglima perang. Hmm. b. Internal Beberapa pencapaian internal masa Umat adalah; (1) Mengatur Dewan Perwakilan dari setiap daerah; (2) Membangun tiga kota, Bashrah dan Kufah di Iraq serta Al Qusthath di Mesir; (3) Menetapkan moment hijrah Nabi ke Madinah sebagai awal penanggalan Hijriah. Pada bulan Dzul Hijjah tahun 23 H, Umar ditikam enam tikaman oleh seorang Majusi Abu Lu'luah ketika sholat subuh. Dan Umar berusia 63 tahun saat itu. 3. Usman ibn Affan Usman ibn Affah ibn Abi Al-Ash dari Bani Umayyah Quraisy. Lahir di lima tahun setelah kelahiran Nabi. Mengikuti semua perang (bersama Nabi) kecuali Badr, karena pada saat itu ia diamanahkan Nabi untuk merawat istrinya yang sedang sakit. Dan pada Perang Tabuk, tidak ada yang mampu menandingi banyaknya harta yang diinfaq-kan Usman untuk perjuangan. Tidak jauh beda dengan Khilafah sebelumnya (ini yang buat saya bingung dan suka kebalik-balik, hehe), pencapaian Usman dalam kekhalifahannya yaitu; memperluas Islam ke arah Timur dan Barat. Lebih tepatnya, melawan pemberontak yang ada di sana. Di wilayah timur ada Faris, Khurasan (mencakup Iran, Afghanistan, Turbekistan), dan Tabaristan. Sedangkan di Barat terletak pada Iskandariyah dan penaklukan tentara pasukan laut Romawi yang dikenal dengan Ma'rakah Dzatush Shuwari. Fiksasi penulisan Al Qur'an juga terjadi di masa Usman. Di mana ia meminta beberapa sahabat untuk menyalin apa yang telah ditulis Zaid sebelumnya (di masa Abu Bakar), dan disebar ke seluruh wilayah Islam. Hebat, ya? :) Di tahun ke 35, pemberontak mendatangi Usman dan meminta ia turun dari kekhalifahan, tapi Usman bertahan. Melihat demikian, para pemberontak lantas mengepung Usman selama 12 hari hingga akhirnya di tanggal 28 Dzul Hijjah Usman terbunuh di saat usianya 82 tahun. Selama 13 tahun Usman menjaga amanah kekhalifahan. 4. Ali ibn Abi Thalib Ali ibn Abi Thalib ibn Abdul Muthalib. Tidak lama setelah pembunuhan Usman, Ali 'dipaksa' untuk menggantikan posisi sebagai Khalifah. Di masa ini, saya pribadi tidak sampai hati membayangkan betapa menjeritnya hati Ali melihat fitnah di mana-mana. Betapa mungkin rindunya ia dengan sosok Nabi sekaligus mertuanya itu yang menghadirkan kedamaian dan kesabaran. Tapi tentu itu hanya pembangkit Ali yang menjadikan ia kuat menghadapi kesulitan-kesulitan. Pernah denger juga salah satu ungkapan Ali yang ketika itu ada umat bertanya mengapa zaman kepemimpinannya jauh berbeda dengan kepemimpinan Rasulullah? Dulu selagi ada Nabi, semua aman. Tapi di masanya? Dan Ali cukup menjawab kurang lebih begini; ketika Rasulullah ada, aku ada di belakangnya untuk mendukungnya (menjadi umat yang baik), tapi sekarang? Hiks, saya sendiri pernah merasakan demikian (eh ngaku-ngaku :3) Ketika di mana kedudukan anggota jauh lebih saya cintai daripada pemimpin. Sebab dengan menjadi anggota saya bebas menyampaikan ide dan semangat. Sedang menjadi pemimpin? Ia lebih kepada peran membimbing agar bagaimana anggota mau mengeluarkan ide dan semangatnya, serta menahan ide dan semangat yang ada di dirinya #lohh. Its not eassy! (Jadi curhat .___.) Di masa Ali, tidak banyak pencapaian. Bahkan ia memegang kekhalifahan cukup lima tahun. Waktu yang singkat. Dan ia fokus kepada menghadapi fitnah-fitnah yang terjadi. Perang Jamal, yaitu perang antara Ali dan Aisyah. Yang mana Aisyah ingin segera menindak lanjuti kasus pembunuhan Usman. Sedang Ali masih menahannya. Perang Shiffin, perang antara Ali dan Muawiyah, yang mana Muawiyah menolak ketika dibebastugaskan sebagai Wali Syam dan mengira Ali membersamai para pemberontak sehingga menunda penyelesaian kasus Usman. Seperti Umar, Ali terbunuh saat mendirikan shalat subuh. Abdurrahman ibn Muljam pelakunya. Ia menusuk Ali dengan pedang di hari ke 15 dari bulan Ramadhan tahun 40 H. Dan seperti Umar pula, ia menemui Rabb-nya di usia ke 63. Allahu ta'aala a'lam bis showab. Mohon koreksi jika ada penyampaian yang kurang tepat. Tak lain tulisan ini saya tuangkan agar membantu meringat point untuk esok; ujian madah Tarikh. Semoga. :)












