Crowdsource SEA + East Asia Virtual Meet Up RSVP to https://bit.ly/gcsmeetup #crowdsourceindonesia #crowdsourceworld #crowdsource #tarsidin #google #virtualmeetup (di Bandung) https://www.instagram.com/p/CCnF2q5hFP7/?igshid=3ceuj3s6mvbe
seen from Japan
seen from Slovakia

seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Netherlands
seen from China
seen from Slovakia

seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from China

seen from Sweden

seen from Germany
seen from China

seen from Canada
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from France
Crowdsource SEA + East Asia Virtual Meet Up RSVP to https://bit.ly/gcsmeetup #crowdsourceindonesia #crowdsourceworld #crowdsource #tarsidin #google #virtualmeetup (di Bandung) https://www.instagram.com/p/CCnF2q5hFP7/?igshid=3ceuj3s6mvbe
Dalam plakat itu tertulis, Masjid Cipaganti mulai dibangun 11 Syawal 1351 (7 Februari 1933) dan diresmikan pada 11 Syawal 1352 (27 Januari 1934). Peletakan batu pertama dilakukan oleh Bupati Bandung Raden Tumenggung Hassan Soemadipradja dengan diiringi oleh Patih Bandung Rg. Wirijadinata, dan Kepala Penghulu Bandung Raden Haji Abdoel Kadir. Tertera tulisan perancang Masjid Cipaganti di bagian bawah prasasti itu, yakni Prof. Schoemaker. Pemborongnya adalah Anggadibrata dengan dibantu oleh Keramisch Laboratorieum (sekarang Balai Besar Keramik). #dirumahaja #belajarmewarnai #tarsidin #bandunglocalguides #indonesiatempodoeloe #indonesialocalguides #mesjid #mesjidcipagantibandung #mesjidcipaganti #bandungtempodulu #coloring #coloringsforedits #bandung (di Banjaran, Jawa Barat, Indonesia) https://www.instagram.com/p/B_eqJXhhjFq/?igshid=ep0cu7rznsql
#dirumahaja Potret seorang pedagang #tarsidin #belajarmewarnai #bandung #fotolawas #bandung #pedagang #pedagangkakilima (di Bandung) https://www.instagram.com/p/B-yHxAnh2cy/?igshid=1a220p40g8wn9
#belajarmewarnai Pada tahun 1880, Cut Nyak Dhien menikah dengan Teuku Umar, setelah sebelumnya ia dijanjikan dapat ikut turun di medan perang jika menerima lamaran tersebut. Dari pernikahan ini Cut Nyak Dhien memiliki seorang anak yang diberi nama Cut Gambang[1]. Setelah pernikahannya dengan Teuku Umar, Cut Nyak Dhien bersama Teuku Umar bertempur bersama melawan Belanda. Namun, pada tanggal 11 Februari 1899 Teuku Umar gugur. Hal ini membuat Cut Nyak Dhien berjuang sendirian di pedalaman Meulaboh bersama pasukan kecilnya. Usia Cut Nyak Dien yang saat itu sudah relatif tua serta kondisi tubuh yang digrogoti berbagai penyakit seperti encok dan rabun membuat satu pasukannya yang bernama Pang Laot melaporkan keberadaannya karena iba.[2][3] Ia akhirnya ditangkap dan dibawa ke Banda Aceh. Di sana ia dirawat dan penyakitnya mulai sembuh. Keberadaan Cut Nyak Dhien yang dianggap masih memberikan pengaruh kuat terhadap perlawanan rakyat Aceh serta hubungannya dengan pejuang Aceh yang belum tertangkap membuatnya kemudian diasingkan ke Sumedang. Cut Nyak Dhien meninggal pada tanggal 6 November 1908 dan dimakamkan di Gunung Puyuh, Sumedang. Nama Cut Nyak Dhien kini diabadikan sebagai Bandar Udara Cut Nyak Dhien Nagan Raya di Meulaboh. #tarsidin #bandunglocalguides #indonesialocalguides #sumedang #cutnyakdien #sejarah #sejarahindonesia #fotojadul #dirumahaja (di Bandung) https://www.instagram.com/p/B-tSFGuBJ1h/?igshid=cgcerrxg198i
#belajarmewarnai Alun-alun Bandung adalah pusat kota Bandung yang dicirikan oleh sebidang tanah yang luas. Di sekelilingnya ada bangunan-bangunan fungsional. Tempatnya ada di dekat Grote Postweg #dirumahaja #bandung #tarsidin #bandunglocalguides #indonesialocalguides #bandungtempodulu #alunalunbandung (di Alun-alun Bandungg) https://www.instagram.com/p/B-q6ctEBiHG/?igshid=omq65kurc69y
#belajarmewarnai Bermula penginapan ini adalah milik Maria dan Adolf Homann, kebangsaan Jerman pada tahun 1871-1872, bangunannya masih berupa rumah panggung beratap rumbia dan dinding gedek bambu. Hotel cikal bakal Hotel Savoy sekarang ini diresmikan sebagai bangunan permanent gaya arsitiktik Romantic, Barok pada tahun 1880. kemudian diubah kembali mengambil gaya Ghotic Revival dalam gaya arsitektur Eklektis berdasarkan karya arsitek G. Westerlo dan berubah nama menjadi Hotel Post Road karena letaknya di Grote Postweg pada tahun 1883. namanya kembali berubah menjadi Hotel Homann. Pada tahun 1884 sebuah pesta besar diadakan disini untuk merayakan pembukaan jalur kereta api yang menghubungkan Bandung dan Batavia. Renovasi dengan penambahan hiasan Art Nouveau dan perubahan nama hotel menjadi Grand Hotel Homann terjadi pada tahun 1910. Tahun 1929 Homan merenovasi lagi dengan warna gaya Art Deco. Hotel ini pun berpindah tangan dan dikelola oleh pemilik barunya, Fr. Ja. Van Es, oleh pemiliknya ini bangunan hotel dirubah menghadap ke Grote postweg tahun 1937-1939 dan diberi nama Savoy Homan karangan arsitek A. F. Aalbers, dan juru gambar RA. De Wahl dengan gaya Architecture yaitu Art Modern Style. Sumber tulisan: www.kabandungeuy.id #tarsidin #bandunglocalguides #bandungtempodulu #indonesialocalguides #bandung (di Bandung) https://www.instagram.com/p/B-nwBF2B3kQ/?igshid=7ciaiucnjxem
#belajarmewarnai Gedung Swarsha Islamic yang merupakan tempat penginapan bagi tamu undangan pun rupanya diisi pula oleh wartawan yang ikut meliput KAA 1955. Tercatat 377 wartawan dari 214 wartawan luar dan 163 wartawan Indonesia turut andil dalam pergerakan sejarah masa itu. Gedung Swarha Islamic Lt.4 menjadi saksi bisu sejarah akan keterlibatan wartawan dalam lintasan KAA 1955. Letak Gedung Swarha Islamic Hotel yang cukup berdekatan dengan kantor pos besar, menjadikan alasan utama penempatan wartawan di sana. www.kabandungeuy.id #tarsidin #bandung #bandunglocalguides #indonesialocalguides #bandungtempodulu #fotojadul (di Bandung) https://www.instagram.com/p/B-luClOh0_v/?igshid=oawdmqdcj8il
#belajarmewarnai Suasana gedung sate tempo dulu yang tetap jadi icon kota Bandung hingga kini Sumber: google #tarsidin #bandung #indonesialocalguides #bandunglocalguides #photography (di Bandung) https://www.instagram.com/p/B-jUeuyhfco/?igshid=s223wqhhqwri