Berbenah Dapur I - Task 7
Wah, sepekan tak bertemu ya. Hihi, karena sepekan yang lalu kelas Gemari Pratama libuuuur. Jadi, semua kegiatan: diskusi, tugas, Bumagi jadwalnya mundur sepekan.
Ketemu-ketemu dengan materi berbenah dapur... Hmm... PR yang cukup berat sebenarnya. Namun, dalalah Allah memang pengatur segalanya. Ketika bingung bagaimana menyampaikan dapur akan dibenahi ke ortu, jalan terbuka begitu saja.
Biasanya, materi Gemari Pratama akan saya share hanya ke suami. Namun, karena materinya dapur, sementara saya masih menumpang ke orang tua, yaa.... tidak bisa seenaknya dong. Sedikit ragu, saya share materi ke ibu saya. Tanpa prolog, hihi, dan saya sengaja tidak bertanya. Eh, dua hari kemudian ibu saya komentar, “Yang kamu kirim, artikel dari mana? Bagus itu... Yang nggak terpakai, dibuang-buang aja.”
Sontak saya langsung bersemangat. Ternyata, oh ternyata, perasaan kami terhadap dapur, itu samaaa. Hihihi. Kami berdua pun sepakat untuk berbenah. Saat saya tanya, “Bapak, bagaimana?” Karena memang, Bapak juga sering memakai dapur, sehingga pembenahan pun jadi semakin beragam. Bapak yang begini, Mama yang begono, dan saya yang begana. Hehe.
Dan, komentar Mama saya, “Yaah, gampang. Tinggal disosialisasikan. Apapun itu, tinggal disosialisasikan.” Masya Allah.... Sepertinya rejeki menjelang Ramadhan yaaa.
Tapi memang, berbenah itu nggak cukup dengan niat saja. Terbukti, pada pekan dapur part I ini, saya kedatangan dua deadline pekerjaan, dan Ibu saya ada perjalanan ke luar kota.
Padahal, padahal, kelas berbenah dapur hanya dua pekan. Huhu.
Alhasil, berbenah dapur pekan ini belum optimal, tapi sudah berproses. Yuhuuuuuy. Demikian proses berbenah saya:
PROSES DECLUTTERING
1. Tentang Kategori
Ya, saya membuat kategori barang yang ada di dapur, sebagaimana saat berbenah pakaian sebelumnya. Manfaat mengkategorikan barang ini: kita mengetahui aset kita dan memudahkan penyimpanan.
Kategori yang saya buat, menyesuaikan dengan materi Gemari Pratama: a. Peralatan makan b. Peralatan memasak c. Bahan makanan d. Peralatan kebersihan e. Peralatan elektronik
2. Pola Makan dan Peralatan Dapur
Sehari-hari saya tinggal bersama dengan kedua orang tua saya, suami, dan anak saya (22m). Pola makan kami cenderung sehat. Apalagi orang tua sudah menghindari makanan karena diabetes, asam urat, dan kolesterol. Pola makan ini cukup berbeda dengan anak saya yang membutuhkan protein tinggi. Sehingga biasanya saya masak terpisah dengan menu keluarga.
Karena saya tinggal bersama orang tua, peralatan memasak cenderung full. Apalagi saya tujuh bersaudara, jadi memang membutuhkan dalam jumlah banyak. Lain halnya dengan keluarga kecil saya.
Masih karena alasan yang sama, beberapa peratalan masak dari kado pernikahan saya belum terpakai. Semisal magic com, panci ajaib, beberapa set cangkir. Sebelumnya juga ada kompor, lalu saya berikan kepada sekolah saat memerlukan untuk sebuah acara. Barang yang belum terpakai masih saya simpan, karena kami berencana pindah sebentar lagi.
3. Proses Mengurangi Perlengkapan Dapur
PROSES ORGANIZING
1. Perlakuan terhadap hasil decluttering.
Dikarenakan pekan ini saya diburu deadline, sehingga anak saya lekat selekatnya ketika saya di rumah, saya baru bisa berbenah BAHAN MAKANAN di pantry.
Adapun penemuan saya: bahan makanan yang sudah kedaluwarsa. Perlakuannya, dikeluarkan dari kemasan lalu dibuang ke halaman belakang di area khusus untuk sampah organik.
2. Penataan Barang (Bahan Makanan di Pantry)
Bahan makanan saya simpan di lemari tingkat, bagian atasnya, ada dua tingkat. Sebelum pembenahan ini, barang menumpuk, dan kami kira over. Ternyata tidak, ya.















