Media Telaah Kita
Telaah.com merupakan Website atau situs Media Telaah serta tempat untuk kita semua mentelaah berbagai macam hal, meliputi permasalahan yang berada di sekeliling kita sehari hari.
seen from Russia
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Netherlands
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia
seen from Indonesia
seen from China
seen from Malaysia
seen from Peru

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Singapore
seen from United States
seen from China
seen from South Korea
seen from United States
Media Telaah Kita
Telaah.com merupakan Website atau situs Media Telaah serta tempat untuk kita semua mentelaah berbagai macam hal, meliputi permasalahan yang berada di sekeliling kita sehari hari.
Eksistensi manusia di tengah-tengah modernitas kehidupan
Eksistensi manusia di tengah-tengah modernitas kehidupan
Pemateri :
Rahman Ginanjar (Aktivis Muda Kota Bandung)
Kang Gery (Mahasiswa ITB)
Eksistensi manusia mempunyai gradasi secara kontinu. Dengan begitu, eksistensi manusia merupakan suatu proses yang di dalamnya terdapat pergulatan, konflik, dan ketegangan tanpa henti-hentinya untuk mencari bentuk demi mewujudkan dirinya secara optimal. Eksistensi tak pernah ada dalam ruang kosong. Dalam prosesnya, ia selalu berhadapan dan bahkan bertabrakan dengan eksistensi lain, sering kali terjadi dalam ruang dan waktu bersamaan. Sehingga pentinglah kita memahami eksistensi seperti apa yang seharusnya. Karena kalau kita mengartikan eksistensi adalah ketenaran saja dengan sebuah karya, itu tidak akan bermakna tanpa eksistensi terhadap yang maha kuasa.
Dalam kehidupan yang berperadaban seperti ini, eksistensi harus dimaknai dengan sebuah eksistensi sejati yang merupakan aktualisasi diri dengan karya-karya bemanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Aktualisasi diri adalah sebuah proses dimana kita dapat bereksistensi dalam kehidupan ini. Tapi kebanyakan manusia tidak tahu akan eksistensi dirinya terutama dalam modernitas kehidupan ini yang cenderung mengajak manusia mengutamakan segala kebebasannya, sehingga bingung dan tidak tahu arah sejati perjalanannya. Manusia seringkali memaknai eksistensi diidentikan dengan hasil usaha yaitu dengan dibuktikan menghasilkan sesuatu seperti uang, ilmu, pangkat atau kedudukan, dan status. Padahal uang, ilmu, kedudukan atau status, itu hanyalah sebuah alat saja untuk mencapai apa yang di sebut bahagia, tapi terkadang manusia salah mencarinya. Manusia sering memandang harta atau ilmu itu sebagai sumber kebahagiaan, padahal itu semua merupakan alatnya saja untuk mencapai bahagia. Yang patut kita pertanyakan dimanakah sumber bahagia. Kalau kita kaji secara faktual, bnyak orang yang di beri harta yang banyak tapi hatinya tidak kunjung mendapatkan hati yang tenang, tentram, karena mungkin dia salah menggunakan harta yang dia miliki.