"To feel is the antidote of chaos" Tepa Selira Visual Exhibition 4-6 Oktober 2013 di Gedung Indonesia Menggugat, Bandung Bersama 18 kontributor yang berkarya tentang makna Tepa Selira Tiada kesan tanpa kehadiranmu.
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from China

seen from Indonesia

seen from Ireland
seen from China
seen from Russia
seen from United States
seen from Singapore
seen from Germany
seen from Russia
seen from Indonesia

seen from United States
seen from Türkiye

seen from United States
seen from Yemen
seen from United States
seen from China
seen from United States
"To feel is the antidote of chaos" Tepa Selira Visual Exhibition 4-6 Oktober 2013 di Gedung Indonesia Menggugat, Bandung Bersama 18 kontributor yang berkarya tentang makna Tepa Selira Tiada kesan tanpa kehadiranmu.
Catat dan ingat tanggal 4-6 Oktober 2013 :)
Jumat, 4 Oktober 2013 (VIP Invitation only)
Di Gedung Indonesia Menggugat, Bandung
15.00-17.00 WIB - Pembukaan Pameran - Press Release
17.00-21.00 WIB - Ramah tamah
--
Sabtu, 5 Oktober 2013 (Free Entry! Dibuka untuk umum 11.00-21.00 WIB)
Talkshow Lesehan "Visual in Social Harmony" bersama Benny Fajari (Founder Kreavi), Bapak Ganjar (Ahli Sosiologi) dan Rayhan Sudrajat (Musisi & Icon Anak Muda)
Mulai 13:00-15:00 WIB
Di Gedung Indonesia Menggugat, Bandung
Daftar ke 085720001031, GRATIS :)
18.00-21.00 WIB - Music Performance: Mustache and Beard, Sunny Summerday, dan Theatrical Storytelling oleh Ridlo Setia Ikhwandia
--
Minggu 6 Oktober 2013 (Free Entry! Dibuka untuk umum 11.00-21.00 WIB)
Workshop Pop-Up bersama Funatiko Pop-Up.
Biaya pendaftaran Rp. 100.000 (workshop kit, sertifikat, snack)
Mulai 13:00-15:00 WIB
Di Gedung Indonesia Menggugat, Bandung
Langsung daftarkan dirimu ke 085720001031
18.00-21.00 WIB - Music Performance: Rusa Militan, Under My Pillow
--
Kami nantikan kehadiran Anda bersama teman, kerabat, tetangga atau keluarga Anda :)
Berikut nama-nama kontributor yang akan terlibat di dalam Tepa Selira Visual Exhibition
Simak profil mereka disini, dan seperti apa ya karya mereka tentang maknaTepa Selira nanti? :)
RSVP disini
Ginda Buana: Berpacu Dengan Sportifitas Dalam Berkarya
Ginda Buana, sosok pria sederhana dengan cita-cita yang rumit namun Ginda sama seperti manusia pada umumnya, ia akan lapar kalau belum makan, sakit kalo dipukul, tertawa juka ada hal yang lucu. Mau bekerja keras dan optimis akan masa depan yang menyenangkan adalah hal yang membuat Ginda bergairah untuk merasakan hari esok dan seterusnya.
Saat ini Ginda bekerja di perusahaan advertising di Jakarta, selain untuk menyambung hidup juga untuk menambah ilmu dan wawasan. Awal mula Ginda tertarik dengan dunia visual mungkin dari sejak kecil. Karena banyaknya dijejali dengan film kartun dan buku cerita bergambar. Dari situlah muncul hasrat dan kekaguman dengan dunia visual. Bagi Ginda, visual adalah sesuatu yang berkenaan dengan perupaan.
Banyak hal yang bisa membuat Ginda terkesan saat berkarya, misalnya saat proses pembuatan dimana ia sangat menikmati tiap arsir, goresan dan penambahan detail saat sebuah karya. Ada juga pengalaman yang mengesankan yaitu ketika Ginda mendapatkan side job untuk membuat layout sebuah iklan. Yang berkesan dalam hal ini dalah ia mengerjakan projek ini seorang diri, sedangkan seharusnya dikerjakan secara team work. Dan syukurlah jerih payahnya berhasil dan karyanya kini tayang di banyak media dan tersebar di banyak kota.
"Teman-teman dan orang yang berada disekitar adalah sumber inspirasi yang utama dalam berkarya. Mereka selalu menstimulus saya untuk membuat sebuah karya. Biasanya sih berawal dari karya2 yang mereka posting dan setelah melihat itu biasanya saya mulai terpacu untuk membuat sebuah karya juga, kalau bisa karya yang lebih baik tentunya."
Jajaran nama-nama orang terkaya versi majalah Forbes juga terkadang membuat Ginda terinspirasi dan terpacu untuk membuat sesuatu. Selain dunia visual ia juga menyukai olah raga permainan seperti sepak bola, badminton, basket dan lain-lain. Karena selain menyehatkan dan menyenangkan, olahraga permainan itu biasanya dilakukan secara team work. Disana bisa dirasakan bagaimana kita berlatih komunikasi dan membangun rasa kebersamaan dengan pemain lainnya. Pembelajaran akan sikap sportifitas dimana kita disiplin dalam menerapkan peraturan permainan dan Cara menyikapi sebuah kekalahan. Hal itulah yang membuat saya menyukai olahraga permainan. Ginda memiliki banyak obsesi, salah satunya minimal karyanya dapat menginspirasi orang lain untuk melakukan suatu hal yang lebih baik.
"Pengalaman dengan tepa selira pasti banyak. Namun yang pasti dengan Tepa Selira, saya yakin dunia ini akan terasa semakin nyaman."
[email protected] | Twitter @gindabuana | www.facebook.com/ginda.buana
Tiga lagu favorit Ginda: Icona Pop – All night, Gorillaz – on Melancholy Hill (Live Ver), Javajive – Gadis Malam
Wiwid Aolia: Tiada Kesan Tanpa Suka Duka Dalam Proses
Wiwid Aolia berpendapat bahwa visual adalah anugerah paling luar biasa dari sang pencipta untuk mata manusia. Berawal ketika masih duduk di bangku sekolah dasar, waktu itu sangat terasa lebih mudah memahami sesuatu melalui media visual dibanding melalui barisan huruf-huruf, terasa lebih mudah untuk menyukai televisi dibandingkan dengan buku, sehingga akhirnya Wiwid lebih memilih banyak menggambar daripada banyak menulis.
"Tapi dari dulu juga selalu tertarik dengan dunia kuliner sih", tambahnya.
Kini Wiwid sedang menyelesaikan kuliahnya yang tertunda sekian lama, bekerja freelance dibidang videography dan motion graphic. Tokoh yang menginspirasikan Wiwid ialah Takuya Hosogane, dengan karya-karya motion graphic-nya yang catchy dan kece. Yoann Lemoine juga menjadi inspirasinya. Menurut Wiwid, karya-karya video Yoann Lemoine sungguh ciamik. Namun tidak jarang hal-hal ringan seperti berbincang melantur bersama kawan mengenai berbagai macam hal, bisa juga menghadirkan inspirasi.
Karyanya sendiri yang berkesan bagi dirinya sangat beragam. Ketika ia dengan tidak sengaja menemukan sebuah cara baru dalam mengerjakan sebuah projek, ketika aia menghadapi klien yang terlampau cerewet dan ketika komputer baik software atau hardware mengalami malfungsi alias crash ditengah sebuah projek dengan deadline yang mencekik.
Tepa Selira belum pernah dirasakan oleh Wiwid, entah mengapa mungkin hal tersebut masih jadi misteri baginya. Namun melalui Tepa Selira Visual Exhibition, menjadi satu cara baginya untuk menemukan makna Tepa Selira.
Simak video lengkapnya disini.
[email protected] | Twitter @nceamz | www.facebook.com/wiwid.aolia | IG @nceamz
Tiga lagu favorit Wiwid: Daft Punk - Fragments of Time (feat. Todd edwards), Perry Commo - Catch A Falling Star, Cubesato - Le Petit Prince
“Life runs in a narrow path to balancing act, convincing tact, and satisfying fact.”
Santosh Kalwar
“Faith gives you an inner strength and a sense of balance and perspective in life.”
Gregory Peck
Aditya Pratama Putra: Seniman Halaman Belakang Buku Catatan
Aditya Pratama Putra sangat suka menikmati barang-barang, film, musik bahkan informasi zaman dulu. Menurut Adit, masa lalu atau kejadian yang dialami banyak memberikan inspirasi tak terhingga untuk hobinya yang lain, yaitu menggambar. Selain itu Adit sangat terobsesi menamatkan setiap teka-teki dan petualangan seri game Tomb Raider.
"Inspirasi banyak saya peroleh dari buku-buku yang saya baca, dan kebanyakan bukunya memang bergambar, terutama buku Abarat karya Clive Barker. Selain itu, illustrator-ilustrator seperti Inca Pan, Dadu Sin, Brett Helquist, dan Dr.Suyadi (Pak Raden) selalu memacu saya untuk bisa seperti mereka."
Tertarik ke dunia visual dari semenjak kecil, karena ibunya suka mendongeng sambil menggambar untuk anak-anaknya. Selain itu, majalah Bobo dan buku-buku dongeng semasa kecil selalu membuat Adit terkagum-kagum meskipun pada saat itu belum bisa mengerti dengan kata-kata didalamnya. Dan hobi tersebut terus dilakukan semasa sekolah ketika menjadi “Seniman halaman belakang buku catatan”.
"Menurut saya visual itu segala sesuatu yang “dimakan” oleh mata, mau pahit atau manisnya spontan dirasakan tanpa bisa dipilih."
Kini Adit sedang banyak belajar menjadi freelance illustrator dan mencoba menikmatinya. Pengalaman berkarya paling mengesankan ketika pertama kali mengerjakan sebuah ilustrasi dan ia menerima upah untuk ilustrasi yang telahhasilkan. Tragisnya, sehari setelah upahnya diterima, uang tersebut raib digondol maling.
Selain di dunia visual, sekarang sedang mencoba iseng menulis beberapa cerita fiksi. Hal tersebut juga melandasi salah satu obsesinya yang ingin dicapai, yaitu menjadi tukang gambar yang pandai bercerita dan bisa menikmati sisa hidupnya. Mudah-mudahan keinginan Adit untuk membuat sebuah buku dengan ilustrasinya sendiri didalamnya bisa tercapai.
"Pengalaman pribadi dengan tepa selira? Menurut saya, pengalaman tersebut datang ketika berhubungan atau berhadapan dengan makhluk hidup lain. Saat itu kita sedang “mengorganisasi” istilah tepa selira itu sendiri."
[email protected] | Twitter @sarkodit | Aditya Pratama Putra | IG @sarkodit | bersama-sarkodit.tumblr.com | behance.net/aditya_pratama_putra
Tiga lalu favorit Adit: Choir of Christ Church Catherdal - Ecce Homo (Theme from Mr.Bean), Leos Janacek - Sinfonietta, Perfume - Polyrhythm
Alkautsar: Bersosial Dengan Visual
Alkautsar, tanpa nama panjang dan biasa dipanggil Aal ini lahir di Pekanbaru - Riau, ia seorang perantau yang saat ini sedang mengadu nasib bekerja sebagai graphic designer di salah satu stasiun televisi swasta di Jakarta. Senang membaca, rajin berimajinasi, penuh canda tawa dan rutin bersosialisasi.
Pada dasarnya Aal sudah menyukai dunia visual sejak kecil, ia senang menggambar dan mewarnai, selalu berimajinasi bisa menjadi seniman terkenal suatu hari nanti. Setelah lulus dari bangku SMA, tekad Aal sudah bulat untuk masuk universitas seni/desain dan pilihannya jatuh pada fakultas Desain Komunikasi Visual. Mengingat pada waktu itu (tahun 2006) di Sumatra belum ada universitas dengan jurusan DKV, akhirnya dengan dukungan dari keluarga ia berangkat ke Pulau Jawa sebagai langkah awal mencapai cita-cita.
"Menurut saya visual itu adalah salah satu anugrah dari Tuhan kepada manusia sehingga dapat menikmati ruang dan rupa, ditangkap oleh mata dan dirasa dengan hati."
Berhubung di keluarga Aal tidak ada yang berlatar belakang seni, inspirasinya dalam berkarya rata-rata berasal dari lingkungan dan teman-teman, yang selalu memacu otak kanannya agar tidak tumpul, salah satunya lewat Tepa Selira Visual Exhibition ini. Tokoh besar yang sampai saat ini masih dikagumi Aal adalah Albert hoffman, penemuan beliau terhadap Lysergic Acid menginspirasi Aal dalam berkarya. Pengalaman berkarya yang paling berkesan bagi Aal yaitu pada saat mengerjakan tugas perkuliahan bersama teman-teman, terasa sungguh liar tambahnya.
Selain senang terhadap dunia visual, Aal senang mengumpulkan action figure atau miniatur, benda-benda kecil aneh atau apapun itu. Kalau ia suka, pasti ia pajang dikamar. Saat ini kamar Aal sudah mirip dengan toko loakan.
"Too much random stuff inside, haha."
Namun dengan begitu Aal juga memiliki keinginan besar untuk bisa menjalani kehidupan dengan baik dan melindungi orang yang ia cintai. Tepa Selira sering Aal rasakan ketika hidup diperantauan, tempat dimana ia harus berbaur dengan ragam budaya yang berbeda.
"Segala sesuatu itu ada tata kramanya."
[email protected] | Twitter @alkautsaraal | www.facebook.com/alkautsar.aal | IG @alkautsaraal | http://be.net/alkautsar
Tiga lagu favorit Aal: Gui Boratto - No Turning Back, The Album Leaf - Thule, Chrisye - Cintaku.