baligooo #tepaselira #rekognisi
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
One Nice Bug Per Day
Sade Olutola
Cosmic Funnies
$LAYYYTER
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
NASA
wallacepolsom
d e v o n

★
Xuebing Du
The Stonewall Inn
Stranger Things
cherry valley forever
Game of Thrones Daily

roma★
I'd rather be in outer space 🛸

ellievsbear
EXPECTATIONS

No title available
seen from United States
seen from Türkiye
seen from Malaysia

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from United States

seen from Ireland
seen from Colombia
seen from T1
seen from Türkiye
seen from Belarus

seen from Belgium
seen from United States

seen from United States
seen from Russia

seen from Belarus
seen from Germany

seen from United States
seen from Argentina

seen from United States
@tepaselira
baligooo #tepaselira #rekognisi
"To feel is the antidote of chaos" Tepa Selira Visual Exhibition 4-6 Oktober 2013 di Gedung Indonesia Menggugat, Bandung Bersama 18 kontributor yang berkarya tentang makna Tepa Selira Tiada kesan tanpa kehadiranmu.
Catat dan ingat tanggal 4-6 Oktober 2013 :)
Jumat, 4 Oktober 2013 (VIP Invitation only)
Di Gedung Indonesia Menggugat, Bandung
15.00-17.00 WIB - Pembukaan Pameran - Press Release
17.00-21.00 WIB - Ramah tamah
--
Sabtu, 5 Oktober 2013 (Free Entry! Dibuka untuk umum 11.00-21.00 WIB)
Talkshow Lesehan "Visual in Social Harmony" bersama Benny Fajari (Founder Kreavi), Bapak Ganjar (Ahli Sosiologi) dan Rayhan Sudrajat (Musisi & Icon Anak Muda)
Mulai 13:00-15:00 WIB
Di Gedung Indonesia Menggugat, Bandung
Daftar ke 085720001031, GRATIS :)
18.00-21.00 WIB - Music Performance: Mustache and Beard, Sunny Summerday, dan Theatrical Storytelling oleh Ridlo Setia Ikhwandia
--
Minggu 6 Oktober 2013 (Free Entry! Dibuka untuk umum 11.00-21.00 WIB)
Workshop Pop-Up bersama Funatiko Pop-Up.
Biaya pendaftaran Rp. 100.000 (workshop kit, sertifikat, snack)
Mulai 13:00-15:00 WIB
Di Gedung Indonesia Menggugat, Bandung
Langsung daftarkan dirimu ke 085720001031
18.00-21.00 WIB - Music Performance: Rusa Militan, Under My Pillow
--
Kami nantikan kehadiran Anda bersama teman, kerabat, tetangga atau keluarga Anda :)
Berikut nama-nama kontributor yang akan terlibat di dalam Tepa Selira Visual Exhibition
Simak profil mereka disini, dan seperti apa ya karya mereka tentang maknaTepa Selira nanti? :)
RSVP disini
Ginda Buana: Berpacu Dengan Sportifitas Dalam Berkarya
Ginda Buana, sosok pria sederhana dengan cita-cita yang rumit namun Ginda sama seperti manusia pada umumnya, ia akan lapar kalau belum makan, sakit kalo dipukul, tertawa juka ada hal yang lucu. Mau bekerja keras dan optimis akan masa depan yang menyenangkan adalah hal yang membuat Ginda bergairah untuk merasakan hari esok dan seterusnya.
Saat ini Ginda bekerja di perusahaan advertising di Jakarta, selain untuk menyambung hidup juga untuk menambah ilmu dan wawasan. Awal mula Ginda tertarik dengan dunia visual mungkin dari sejak kecil. Karena banyaknya dijejali dengan film kartun dan buku cerita bergambar. Dari situlah muncul hasrat dan kekaguman dengan dunia visual. Bagi Ginda, visual adalah sesuatu yang berkenaan dengan perupaan.
Banyak hal yang bisa membuat Ginda terkesan saat berkarya, misalnya saat proses pembuatan dimana ia sangat menikmati tiap arsir, goresan dan penambahan detail saat sebuah karya. Ada juga pengalaman yang mengesankan yaitu ketika Ginda mendapatkan side job untuk membuat layout sebuah iklan. Yang berkesan dalam hal ini dalah ia mengerjakan projek ini seorang diri, sedangkan seharusnya dikerjakan secara team work. Dan syukurlah jerih payahnya berhasil dan karyanya kini tayang di banyak media dan tersebar di banyak kota.
"Teman-teman dan orang yang berada disekitar adalah sumber inspirasi yang utama dalam berkarya. Mereka selalu menstimulus saya untuk membuat sebuah karya. Biasanya sih berawal dari karya2 yang mereka posting dan setelah melihat itu biasanya saya mulai terpacu untuk membuat sebuah karya juga, kalau bisa karya yang lebih baik tentunya."
Jajaran nama-nama orang terkaya versi majalah Forbes juga terkadang membuat Ginda terinspirasi dan terpacu untuk membuat sesuatu. Selain dunia visual ia juga menyukai olah raga permainan seperti sepak bola, badminton, basket dan lain-lain. Karena selain menyehatkan dan menyenangkan, olahraga permainan itu biasanya dilakukan secara team work. Disana bisa dirasakan bagaimana kita berlatih komunikasi dan membangun rasa kebersamaan dengan pemain lainnya. Pembelajaran akan sikap sportifitas dimana kita disiplin dalam menerapkan peraturan permainan dan Cara menyikapi sebuah kekalahan. Hal itulah yang membuat saya menyukai olahraga permainan. Ginda memiliki banyak obsesi, salah satunya minimal karyanya dapat menginspirasi orang lain untuk melakukan suatu hal yang lebih baik.
"Pengalaman dengan tepa selira pasti banyak. Namun yang pasti dengan Tepa Selira, saya yakin dunia ini akan terasa semakin nyaman."
[email protected] | Twitter @gindabuana | www.facebook.com/ginda.buana
Tiga lagu favorit Ginda: Icona Pop – All night, Gorillaz – on Melancholy Hill (Live Ver), Javajive – Gadis Malam
Wiwid Aolia: Tiada Kesan Tanpa Suka Duka Dalam Proses
Wiwid Aolia berpendapat bahwa visual adalah anugerah paling luar biasa dari sang pencipta untuk mata manusia. Berawal ketika masih duduk di bangku sekolah dasar, waktu itu sangat terasa lebih mudah memahami sesuatu melalui media visual dibanding melalui barisan huruf-huruf, terasa lebih mudah untuk menyukai televisi dibandingkan dengan buku, sehingga akhirnya Wiwid lebih memilih banyak menggambar daripada banyak menulis.
"Tapi dari dulu juga selalu tertarik dengan dunia kuliner sih", tambahnya.
Kini Wiwid sedang menyelesaikan kuliahnya yang tertunda sekian lama, bekerja freelance dibidang videography dan motion graphic. Tokoh yang menginspirasikan Wiwid ialah Takuya Hosogane, dengan karya-karya motion graphic-nya yang catchy dan kece. Yoann Lemoine juga menjadi inspirasinya. Menurut Wiwid, karya-karya video Yoann Lemoine sungguh ciamik. Namun tidak jarang hal-hal ringan seperti berbincang melantur bersama kawan mengenai berbagai macam hal, bisa juga menghadirkan inspirasi.
Karyanya sendiri yang berkesan bagi dirinya sangat beragam. Ketika ia dengan tidak sengaja menemukan sebuah cara baru dalam mengerjakan sebuah projek, ketika aia menghadapi klien yang terlampau cerewet dan ketika komputer baik software atau hardware mengalami malfungsi alias crash ditengah sebuah projek dengan deadline yang mencekik.
Tepa Selira belum pernah dirasakan oleh Wiwid, entah mengapa mungkin hal tersebut masih jadi misteri baginya. Namun melalui Tepa Selira Visual Exhibition, menjadi satu cara baginya untuk menemukan makna Tepa Selira.
Simak video lengkapnya disini.
[email protected] | Twitter @nceamz | www.facebook.com/wiwid.aolia | IG @nceamz
Tiga lagu favorit Wiwid: Daft Punk - Fragments of Time (feat. Todd edwards), Perry Commo - Catch A Falling Star, Cubesato - Le Petit Prince
“Life runs in a narrow path to balancing act, convincing tact, and satisfying fact.”
Santosh Kalwar
“Faith gives you an inner strength and a sense of balance and perspective in life.”
Gregory Peck
Aditya Pratama Putra: Seniman Halaman Belakang Buku Catatan
Aditya Pratama Putra sangat suka menikmati barang-barang, film, musik bahkan informasi zaman dulu. Menurut Adit, masa lalu atau kejadian yang dialami banyak memberikan inspirasi tak terhingga untuk hobinya yang lain, yaitu menggambar. Selain itu Adit sangat terobsesi menamatkan setiap teka-teki dan petualangan seri game Tomb Raider.
"Inspirasi banyak saya peroleh dari buku-buku yang saya baca, dan kebanyakan bukunya memang bergambar, terutama buku Abarat karya Clive Barker. Selain itu, illustrator-ilustrator seperti Inca Pan, Dadu Sin, Brett Helquist, dan Dr.Suyadi (Pak Raden) selalu memacu saya untuk bisa seperti mereka."
Tertarik ke dunia visual dari semenjak kecil, karena ibunya suka mendongeng sambil menggambar untuk anak-anaknya. Selain itu, majalah Bobo dan buku-buku dongeng semasa kecil selalu membuat Adit terkagum-kagum meskipun pada saat itu belum bisa mengerti dengan kata-kata didalamnya. Dan hobi tersebut terus dilakukan semasa sekolah ketika menjadi “Seniman halaman belakang buku catatan”.
"Menurut saya visual itu segala sesuatu yang “dimakan” oleh mata, mau pahit atau manisnya spontan dirasakan tanpa bisa dipilih."
Kini Adit sedang banyak belajar menjadi freelance illustrator dan mencoba menikmatinya. Pengalaman berkarya paling mengesankan ketika pertama kali mengerjakan sebuah ilustrasi dan ia menerima upah untuk ilustrasi yang telahhasilkan. Tragisnya, sehari setelah upahnya diterima, uang tersebut raib digondol maling.
Selain di dunia visual, sekarang sedang mencoba iseng menulis beberapa cerita fiksi. Hal tersebut juga melandasi salah satu obsesinya yang ingin dicapai, yaitu menjadi tukang gambar yang pandai bercerita dan bisa menikmati sisa hidupnya. Mudah-mudahan keinginan Adit untuk membuat sebuah buku dengan ilustrasinya sendiri didalamnya bisa tercapai.
"Pengalaman pribadi dengan tepa selira? Menurut saya, pengalaman tersebut datang ketika berhubungan atau berhadapan dengan makhluk hidup lain. Saat itu kita sedang “mengorganisasi” istilah tepa selira itu sendiri."
[email protected] | Twitter @sarkodit | Aditya Pratama Putra | IG @sarkodit | bersama-sarkodit.tumblr.com | behance.net/aditya_pratama_putra
Tiga lalu favorit Adit: Choir of Christ Church Catherdal - Ecce Homo (Theme from Mr.Bean), Leos Janacek - Sinfonietta, Perfume - Polyrhythm
Alkautsar: Bersosial Dengan Visual
Alkautsar, tanpa nama panjang dan biasa dipanggil Aal ini lahir di Pekanbaru - Riau, ia seorang perantau yang saat ini sedang mengadu nasib bekerja sebagai graphic designer di salah satu stasiun televisi swasta di Jakarta. Senang membaca, rajin berimajinasi, penuh canda tawa dan rutin bersosialisasi.
Pada dasarnya Aal sudah menyukai dunia visual sejak kecil, ia senang menggambar dan mewarnai, selalu berimajinasi bisa menjadi seniman terkenal suatu hari nanti. Setelah lulus dari bangku SMA, tekad Aal sudah bulat untuk masuk universitas seni/desain dan pilihannya jatuh pada fakultas Desain Komunikasi Visual. Mengingat pada waktu itu (tahun 2006) di Sumatra belum ada universitas dengan jurusan DKV, akhirnya dengan dukungan dari keluarga ia berangkat ke Pulau Jawa sebagai langkah awal mencapai cita-cita.
"Menurut saya visual itu adalah salah satu anugrah dari Tuhan kepada manusia sehingga dapat menikmati ruang dan rupa, ditangkap oleh mata dan dirasa dengan hati."
Berhubung di keluarga Aal tidak ada yang berlatar belakang seni, inspirasinya dalam berkarya rata-rata berasal dari lingkungan dan teman-teman, yang selalu memacu otak kanannya agar tidak tumpul, salah satunya lewat Tepa Selira Visual Exhibition ini. Tokoh besar yang sampai saat ini masih dikagumi Aal adalah Albert hoffman, penemuan beliau terhadap Lysergic Acid menginspirasi Aal dalam berkarya. Pengalaman berkarya yang paling berkesan bagi Aal yaitu pada saat mengerjakan tugas perkuliahan bersama teman-teman, terasa sungguh liar tambahnya.
Selain senang terhadap dunia visual, Aal senang mengumpulkan action figure atau miniatur, benda-benda kecil aneh atau apapun itu. Kalau ia suka, pasti ia pajang dikamar. Saat ini kamar Aal sudah mirip dengan toko loakan.
"Too much random stuff inside, haha."
Namun dengan begitu Aal juga memiliki keinginan besar untuk bisa menjalani kehidupan dengan baik dan melindungi orang yang ia cintai. Tepa Selira sering Aal rasakan ketika hidup diperantauan, tempat dimana ia harus berbaur dengan ragam budaya yang berbeda.
"Segala sesuatu itu ada tata kramanya."
[email protected] | Twitter @alkautsaraal | www.facebook.com/alkautsar.aal | IG @alkautsaraal | http://be.net/alkautsar
Tiga lagu favorit Aal: Gui Boratto - No Turning Back, The Album Leaf - Thule, Chrisye - Cintaku.
Wuri Widyani Hapsari: Gambaran Besar Hidup Ekspresif
Visual bagi Wuri Widyani Hapsari adalah wujud dari sebuah rupa dan sudah menjadi bagian dari dirinya sedari kecil. Wuri lahir 24 tahun yang lalu, tumbuh, dan menetapkan hatinya untuk tinggal di kota Bandung. Ketertarikannya pada ranah visual, berangkat dari latar belakang orang tuanya. Seiring waktu, Wuri pun merambah ke area yang lebih spesifik yaitu, paper engineering sejak tahun 2010.
"Mungkin saya terpancing oleh Ayah dan Ibu saya. Ayah saya seorang arsitek dan Ibu saya hobi menjahit dirumah. Jadi visual itu jadi bagian sehari-hari bagi saya. Saya juga suka segala sesuatu yang hand-crafted".
Wuri pun menyatakan bahwa sejak TK ia suka sekali menonton kartun di televisi, tidak boleh terlewat satu pun. Sambil menonton kartun ia selalu minta disediakan kertas dan pensil kepada ibunya. Lalu yang Wuri coba lakukan adalah meniru karakter kartun tersebut.
Saat ini Wuri berprofesi sebagai Freelance Graphic Designer/Illustrator. Setelah lulus dari jurusan Desain Komunikasi Visual, Wuri sempat bekerja di Jakarta dalam kurun waktu kurang dari 2 bulan, ia merasa belum siap mental menghadapi lika-liku Ibu Kota. Maka ia kembali ke Bandung. Bagi Wuri, permasalahan comfort zone bukan berarti harus ekstrim secara literal keluar dari zona yang dianggap nyaman. Namun lebih ke bagaimana kenyamanan tersebut justru dimanfaatkan dan dikembangkan untuk zona berkarya yang ideal. Disela-sela freelancing, Wuri juga mengajar sebagai asisten dosen sambil merintis sebuah brand tas casual bernama Emitote Bags, bersama partner merangkap lover, Ridlo Setia. Namun fokus besar Wuri ada pada Funatiko Pop-Ups, yaitu workshop untuk belajar paper engineering atau lebih lazim disebut Pop-up. Wuri pun ingin membangun tempat workshop pop-up yang besar dan bisa terus workshop secara kontinyu.
"Saat ini masih di develop pelan-pelan, karena saya juga masih mempelajari tentang paper engineering. Forum terbukanya juga saya buat di Facebook. Selain lebih mudah di akses, juga sambil mengetahui sebesar apa sih interest masyarakat terhadap pop-up hehe".
Menikmati musik juga salah satu kesukaan Wuri. Sejak 2006 hingga saat ini, Wuri tergabung di salah satu band lokal Bandung yang bernama Under My Pillow sebagai vokalis. Wuri merasa ada kepuasan tersendiri ketika menyanyikan aransemen dan lirik buatan band sendiri. Begitu juga dalam bervisual ria, ia menikmati gambaran besar hidupnya di dunia yang ekspresif.
Saat ditanya siapa atau apakah yang menjadi inspirasi yang berpengaruh untuk Wuri, jawabannya adalah Robert Sabuda dan anak kecil! Wuri selalu terkagum-kagum dengan karya Robert Sabuda yang tidak ada habisnya. Karya Tugas Akhir milik Wuri menjadi salah satu yang paling berkesan karena pertama kalinya ia berurusan dengan paper engineering dan banyak inspirasi yang ia dapat dari Robert Sabuda. Wuri juga suka dengan anak-anak kecil, memuja kesederhanaan dan energi positif mereka yang miliki. Wuri pun menambahkan, bahwa inspirasi bisa didapat dengan hal yang sederhana, misalnnya pada saat naik angkutan umum, jalan-jalan, bersosialisasi, atau melakukan kegiatan yang random diluar kebiasaan sehari-hari. Hal-hal tersebut membuat Wuri selalu merasa antusias dan yang penting adalah selalu memperhatikan.
"Hidup di perkotaan yang penduduknya padat membuat kita akan lebih banyak bersinggungan dengan orang-orang. Pengalaman yang paling sering saya alami adalah orang-orang lebih mementingkan dirinya sendiri. Padahal sewaktu SD, kita juga sudah tau untuk berusaha mementingkan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi."
[email protected] | Twitter @wurway | facebook.com/wuri.widyani | IG @wurway | wurway.tumblr.com | behance.net/wurway
Tiga lagu favorit Wuri: Mayer Hawthorne - Back Seat Lover, The Cardigans - Iron Man, Lisa Ono - Two Kites
Apakah di jaman sekarang "tenggang rasa" sudah menjadi "tendang rasa"? Rasa ditendang dan tidak dipakai kembali.
Muhammad Hanifa Rinaldi: Visual Terjemahan Dari Pemikiran
Tumbuh di lingkungan keluarga yang tidak menggeluti dunia visual, tidak menutup keinginan Muhammad Hanifa Rinaldi untuk berkarir di industri kreatif. Aldi lahir di Jakarta, menyelesaikan sekolah dasar sampai sekolah menengah atas di Padang, lalu menyelesaikan kuliah Desain Komunikasi Visual di Bandung. Kini, anak bungsu dari 3 bersaudara ini telah bekerja di salah satu agency iklan di Jakarta.
Sewaktu kecil Aldi suka menonton TV, mulai dari kartun sampai MTV. Kartun-kartun Jepang semacam Doraemon, Dragon Ball, dan lain-lain sampai kartun barat seperti Looney Tunes, Disney dan semacamnya. Aldi suka menggambar karakternya. Dari komik, baik bergaya Jepang atau Barat. Lalu dari game juga, dari menonton video klip di MTV, dari artwork kaset koleksi kakaknya, semacam The Offspring - Album Americana dan Dookie - Green Day.
Menurut Aldi, visual itu terjemahan dari pemikiran, imajinatif dan deskriptif. Mempunyai nilai, bercerita, mempengaruhi emosi hingga bisa memberi solusi. Seringkali Aldi mendapat inspirasi dari hal-hal yang Aldi temui sehari-hari seperti musik, film, cult, mitos, dongeng, rokok, kopi, tidur, mimpi, kebebasan dan yang paling penting adalah support dari teman-teman seperjuangan serta orang-orang sekitar. Mau itu di bidang kreatif ataupun yang tidak.
Hobi Aldi adalah mendengarkan musik, karena Aldi mengaku tidak jago bermain musik. Tetapi ia sedang senang mengamati English Premier League, menganalisa pemain yang bakal bermain bagus tiap minggunya. Buat menang main Fantasy Premier League. Aldi juga memiliki keinginan untuk menjadi penulis novel fiksi.
"Iseng-iseng berhadiah lah, sama lagi coba-coba sculpting, modeling dari clay, biar bisa bikin action figure sendiri."
[email protected] | Twitter @JonAldie | www.facebook.com/muhammad.aldi | IG @jonaldie | www.jonaldie.tumblr.com
Tiga lagu favorit Aldi: The Dillinger Escape Plan - One of Us Is The Killer, King Krule - Rock bottom, Jimi Hendrix - Castles Made of Sand
Ghilky Gerdian: Keluarga, Sumber Inspirasi Dan Ide
Ghilky Gerdian, lulus tahun 2010 dari jurusan Desain Komunikasi Visual. Saat ini ia berusia 25 tahun, sudah menikah dan memiliki seorang anak laki-laki yang luar biasa. Buku favorit Ghilky adalah Kung-fu Boy. Yang menariknya adalah slogan hidup seorang Ghilky adalah,
"Phu che nen phu nen, tan che yauw phu yauw", yang artinya, "Bukannya bisa atau tidak bisa, tetapi mau atau tidak mau."
Selain menjadi kepala rumah tangga, Ghilky juga mulai disibukkan dengan membangun studio kecil di rumah sendiri yang bergelut di bidang motion graphic. Karena ia baru saja merasa kurang nyaman kerja kantoran untuk saat ini. Ghilky berpendapat, tak mengapa studio kecilnya dibangun sedikit demi sedikit, yang penting MAU melakukannya. Dan tentunya menjadi win-win solution untuk tetap memiliki waktu bersama keluarga.
Saat ini Ghilky sedang bekerja sama dengan sebuah perusaan di Switzerland yang bergerak di bidang video design, yang memiliki para designer yang tersebar di beberapa negara khususnya di Swiss dan Amerika. Ghilky sangat takjub dengan apa yang bisa dilakukan oleh internet sebagai penghubung antar dunia sehingga ia bisa bertemu dan bekerja sama dengan orang di luar sana.
"Saya sangat senang dan bangga menjadi bagian dari networking mereka terlebih lagi setelah mereka mengatakan bahwa saya adalah satu satunya designer Asia yang mereka miliki di lingkaran perusahaan mereka."
Kegiatan lain yang dilakukan Ghilky adalah membuat template motion graphic di situs videohive.net, bahkan sebenarnya hal ini yang membangun dan membawa Ghilky kepada kehidupan yang lebih baik dimana ia bertemu dengan orang-orang luar biasa di berbagai negara yang ingin bekerja sama dengan dirinya dalam sebuah project video. Umumnya, baik portfolio maupun custom project yang Ghilky kerjakan berhubungan dengan video perkenalan atau promosi sebuah bidang usaha atau jasa.
Selama berkarya, ada beberapa pengalaman menarik namun pengalaman paling mengesankan bagi Ghilky. Salah satunya adalah pada saat dua bulan yang lalu ia mengerjakan sebuah video promosional sebuah perusahaan brand content partner yang bertempat di Chicago, Illinois. Perusahaan itu adalah perusahaan baru yang didirikan oleh 4 orang pria senior. Dalam proses pengerjaannya, Ghilky mendapatkan data-data sejarah keempat pria tersebut. Ghilky pun dikagetkan dengan beberapa fakta bahwa mereka adalah orang-orang yang sudah sangat lama bergelut di bidang kreatif. Diantara mereka adalah seorang editor dari Verascope Pictures yang pernah menangani acara talkshow terkemuka Oprah Winfrey Show. Dan diantaranya juga mengangani beberapa brand besar seperti contohnya Tristar Pictures, Dreamworks Animation, Universal Studios, Apple Inc., Cocacola, Nike, McDonald, Playboy dan LG.
"Meskipun demikian mereka tetap memperlakukan saya dengan baik tanpa berlaku semena-mena dan menghormati saya. Bagi saya ini adalah suatu pengalaman yang mengesankan dapat dipercaya oleh orang-orang luar biasa tersebut untuk bekerja sama dengan mereka. Untuk website mereka dan hasil videonya bisa dilihat di: www.chroniclebrandcontent.com"
Kerja keras dan keberhasilan tersebut tentunya juga atas dukungan dari ibunya, seorang pensiunan wartawan, yang pada saat masih aktif sering mengajak Ghilky untuk ikut liputan ke beberapa acara dan peristiwa, yang berkaitan dengan seni dan budaya sehingga Ghilky pun terbiasa dan tertarik dengan area visual. Alasan lain yang menarik adalah bahwa menjadi animator adalah cita-cita yang pertama kali terlintas oleh Ghilky sewaktu ditanya oleh gurunya semasa SD. Mengingat dulu, masa masa awal munculnya film kartun seperti contohnya Dragon Ball yang sampai sekarang masih berjaya.
"Ga nyangka juga sih walaupun sekarang belum menjadi seorang yang profesional di bidang ini, tapi sebenarnya cita-cita masa kecil itu sudah benar benar terwujud."
Boleh dibilang baru-baru ini tokoh seperti Pak Ridwan Kamil cukup menginspirasi Ghilky. Hal lain yang paling menginspirasi Ghilky untuk terus berkaya adalah anaknya yang sekarang ini baru berumur 8 bulan. Menurut Ghilky, keluarga kecilnya ini merupakan sumber dari tenaga dan idenya.
Visual bagi Ghilky adalah hal yang kasat mata. Visual memiliki kekuatan lebih dibandingkan dengan verbal. Ada suatu kalimat dalam bahasa inggris mengatakan "A picture is worth a thousand words". Dalam bidang motion graphic yang sedang Ghilky tekuni, suatu karya animasi atau video memiliki setidaknya 25fps (frame per second) atau 25 gambar dalam setiap satu detiknya. Sehingga bila dalam satu gambar saja memiliki seribu makna, maka dalam satu buah karya video walaupun hanya berdurasi satu menit sudah tentu memiliki beribu-ribu makna. Hal itu yang menjadikannya kekuatan komunikasi yang luar biasa.
Dulu Ghilky sempat lama berkecimpung di dunia fotografi tapi tidak diteruskan karena hobinya terlalu banyak menyita uang. Sampai saat ini masih bermusik bersama band lokal di Bandung bernama, Umbrella Time. Obsesi yang ingin dicapai minimal tidak terus jadi "tukang" di bidang motion graphic.
"Harus jadi semacam bos nya gitu hahaha!", tambahnya.
Dan sukses secukupnya untuk orang-orang disekitar Ghilky. Karena menurutnya, kesuksesan yang berlebih kadang mengubah jati diri seseorang. Sekarang juga masih berusaha mewujudkan obsesi masa kecil yaitu punya satu saja mesin dingdong sendiri di rumah.
"Yang saya rasakan sekarang ini tepa selira yang artinya merasakan penderitaan orang lain sudah terbalik menjadi orang lain harus merasakan apa yang kita rasakan dan biasanya negatif. Menurut saya penayanganan sinetron di televisi yang makin kesini makin tidak berpendidikan menjadi salah satu penyebabnya."
Karya Ghilky di www.chroniclebrandcontent.com, simak lengkapnya disini.
Karya Ghilky di www.themoneycouple.com, simak lengkapnya disini.
[email protected] | www.facebook.com/ghilky.gerdian | IG @ghilkymograph | videohive.net/user/gerdianghilky/portfolio
Tiga lagu favorit Ghilky: Purple Heart - I Am Giant, Bangarang - Skrillex, Suckseed Neung - Paradox
"Mulat salira, hangrasa wani"
Sebuah peribahasa Jawa yang isinya mengandung esensi dari sifat tepa selira. Yang artinya,
"Sebelum bertindak harus dipikir dengan jernih, tidak sembrono, agar tidak mengecewakan orang lain. Jika merasa mampu maka bertindak, namun jika tidak mampu harus berani mengatakan tidak."
Peribahasa tadi adalah slh satu dari nilai-nilai yang terkandung di tepa selira, semoga bermanfaat.
“Without balance, a life is no longer worth the effort.”
Olen Steinhauer, Novelis
Admis Meynur Syani: Happiness Is A Way To Succeed
Seorang anak tunggal berusia 25 tahun bernama Admis Meynur Syani, namun sering disapa Ami, memiliki banyak rencana untuk mencapai sukses. Saat ini Ami sedang menikmati profesi sebagai pengusaha salah satu photo copy center dan furniture. Menjadi chef ala kadar di Cocon Snoep, sebuah brand Klappertart yang ia rintis sejak 2012. Ami menyatakan bahwa selain hobi bermain The Sims, ia pun suka makan. Jadi ia menggagaskan ide membuat brand makanan bersama salah satu teman. Selain bisa belajar bikin kue juga, Ami merasa bisa sekaligus menyalurkan hasrat nge-layout untuk promo-nya. Selain itu, Ami juga gencar ber-project ria di area graphic design.
"Projekan desain santai bersama beberapa kerabat. Sebenernya, tujuan utama mencari kesibukan sebelum jadi menantu idaman. Haha", tambahan Ami.
Ami mulai menyukai dunia visual sejak disuguhi televisi dan jaringan internet di rumah. Menurutnya, dengan adanya akses tersebut maka semakin tipis pembatas antara Ami dan referensi visual yang ia cari dan inginkan. Ia juga mencintai kehadiran Google karena membantu dalam mencari referensi desain dan info gosip selebriti.
Dukungan dan inspirasi pun datang dari kedua orang tua dan orang terdekat merangkap kritikus, sebut saja Mario Panji. Desainer grafis, Alan Fletcher dan tokoh musisi, Graham Coxon pun menjadi panutan favorit Ami.
"Visual itu adalah sebuah wujud kemanjaan yang pantas untuk dinikmati mata kita."
Pameran Tepa Selira mungkin jadi yg paling berkesan untuk saat ini, karena ini karya instalasi pertama Ami di pamerkan dikhalayak ramai. Belum ter-realisasikannya makna tepa selira di kehidupan sehari- hari mungkin menjadi pengalaman baru bagi Ami dalam berkarya. Antara harus memahami konsep sosial yang sebelumnya belum dipahami, sampai harus mewujudkannya dalam sebuah karya.
[email protected] | Twitter @helloeyme | https://www.facebook.com/admis.meynursyani | IG @helloeyme | helloeyme.blogspot.com | freelancer.com/helloeyme11
Tiga lagu favorit Ami: Blur - End of The Century, E.L.O - Mr. Blue Sky, The Beatles - In My Life
Ricky Rinaldi: Ketekunan Dan Kerendahan Hati
Memperhatikan hobi Ayahnya yang senang melukis menumbuhkan passion menggambar Ricky Rinaldi sedari kecil hingga sekarang dan menjalaninya secara profesional. Kini Ricky berprofesi sebagai Illustrator dan Graphic Designer, disamping kesibukannya ia pun turut menggagasi Tepa Selira Visual Exhibition.
Beberapa tahun terakhir ini Ricky sedang mendalami mengenai adat Sunda secara perlahan.
"Sungguh menyenangkan mendapat informasi baru yang selama ini saya cari kemana-kemana ternyata sudah ada di dalam adat yang saya bawa sejak lahir."
Pencarian dan pendalaman tersebut membawa Ricky kepada pengalaman berkarya yang paling mengesankan yaitu, membantu masyarakat adat Sunda di daerah Gunung Halimun untuk membuat sebuah peta informasi perjalanan menuju daerah tersebut. Beserta potensi alam yang ada di dalamnya. Disana Ricky menghabiskan waktu berhari-hari ditengah hutan yang rimbun nan asri, tentu dengan perasaan senang.
Ricky yang bercita-cita memiliki sebuat Art Space ini, bercerita tentang kunjungan terakhir di sebuah kampung adat Sunda di daerah Gunung Halimun memberikan makna tersendiri mengenai tepa selira bagi Ricky. Mulai dari kehidupan sehari-sehari disana, baik antar sesama hingga hubungan mereka dengan alamnya. Memberikan sebuah gambaran keseimbangan hidup bilamana tepa selira yang sudah kita miliki ini digunakan dengan baik. Hal tersebut menjadi inspirasi yang berpengaruh pada Ricky, lingkungan sehari-hari beserta isinya.
"Menurut saya visual itu sebuah gagasan dan cerita yang dapat menginspirasi orang lain melalui keindahan dan kompleksitasnya."
[email protected] | Twitter @rickymusang | www.facebook.com/ricky.rinaldi | | IG @rickymrinaldi | rickyrinaldi.tumblr.com
Tiga lagu favorit Ricky: Deftones - Change, Cap'n Jazz - Precious Uyama HIroto - One Dream