Ghilky Gerdian: Keluarga, Sumber Inspirasi Dan Ide
Ghilky Gerdian, lulus tahun 2010 dari jurusan Desain Komunikasi Visual. Saat ini ia berusia 25 tahun, sudah menikah dan memiliki seorang anak laki-laki yang luar biasa. Buku favorit Ghilky adalah Kung-fu Boy. Yang menariknya adalah slogan hidup seorang Ghilky adalah,
"Phu che nen phu nen, tan che yauw phu yauw", yang artinya, "Bukannya bisa atau tidak bisa, tetapi mau atau tidak mau."
Selain menjadi kepala rumah tangga, Ghilky juga mulai disibukkan dengan membangun studio kecil di rumah sendiri yang bergelut di bidang motion graphic. Karena ia baru saja merasa kurang nyaman kerja kantoran untuk saat ini. Ghilky berpendapat, tak mengapa studio kecilnya dibangun sedikit demi sedikit, yang penting MAU melakukannya. Dan tentunya menjadi win-win solution untuk tetap memiliki waktu bersama keluarga.
Saat ini Ghilky sedang bekerja sama dengan sebuah perusaan di Switzerland yang bergerak di bidang video design, yang memiliki para designer yang tersebar di beberapa negara khususnya di Swiss dan Amerika. Ghilky sangat takjub dengan apa yang bisa dilakukan oleh internet sebagai penghubung antar dunia sehingga ia bisa bertemu dan bekerja sama dengan orang di luar sana.
"Saya sangat senang dan bangga menjadi bagian dari networking mereka terlebih lagi setelah mereka mengatakan bahwa saya adalah satu satunya designer Asia yang mereka miliki di lingkaran perusahaan mereka."
Kegiatan lain yang dilakukan Ghilky adalah membuat template motion graphic di situs videohive.net, bahkan sebenarnya hal ini yang membangun dan membawa Ghilky kepada kehidupan yang lebih baik dimana ia bertemu dengan orang-orang luar biasa di berbagai negara yang ingin bekerja sama dengan dirinya dalam sebuah project video. Umumnya, baik portfolio maupun custom project yang Ghilky kerjakan berhubungan dengan video perkenalan atau promosi sebuah bidang usaha atau jasa.
Selama berkarya, ada beberapa pengalaman menarik namun pengalaman paling mengesankan bagi Ghilky. Salah satunya adalah pada saat dua bulan yang lalu ia mengerjakan sebuah video promosional sebuah perusahaan brand content partner yang bertempat di Chicago, Illinois. Perusahaan itu adalah perusahaan baru yang didirikan oleh 4 orang pria senior. Dalam proses pengerjaannya, Ghilky mendapatkan data-data sejarah keempat pria tersebut. Ghilky pun dikagetkan dengan beberapa fakta bahwa mereka adalah orang-orang yang sudah sangat lama bergelut di bidang kreatif. Diantara mereka adalah seorang editor dari Verascope Pictures yang pernah menangani acara talkshow terkemuka Oprah Winfrey Show. Dan diantaranya juga mengangani beberapa brand besar seperti contohnya Tristar Pictures, Dreamworks Animation, Universal Studios, Apple Inc., Cocacola, Nike, McDonald, Playboy dan LG.
"Meskipun demikian mereka tetap memperlakukan saya dengan baik tanpa berlaku semena-mena dan menghormati saya. Bagi saya ini adalah suatu pengalaman yang mengesankan dapat dipercaya oleh orang-orang luar biasa tersebut untuk bekerja sama dengan mereka. Untuk website mereka dan hasil videonya bisa dilihat di: www.chroniclebrandcontent.com"
Kerja keras dan keberhasilan tersebut tentunya juga atas dukungan dari ibunya, seorang pensiunan wartawan, yang pada saat masih aktif sering mengajak Ghilky untuk ikut liputan ke beberapa acara dan peristiwa, yang berkaitan dengan seni dan budaya sehingga Ghilky pun terbiasa dan tertarik dengan area visual. Alasan lain yang menarik adalah bahwa menjadi animator adalah cita-cita yang pertama kali terlintas oleh Ghilky sewaktu ditanya oleh gurunya semasa SD. Mengingat dulu, masa masa awal munculnya film kartun seperti contohnya Dragon Ball yang sampai sekarang masih berjaya.
"Ga nyangka juga sih walaupun sekarang belum menjadi seorang yang profesional di bidang ini, tapi sebenarnya cita-cita masa kecil itu sudah benar benar terwujud."
Boleh dibilang baru-baru ini tokoh seperti Pak Ridwan Kamil cukup menginspirasi Ghilky. Hal lain yang paling menginspirasi Ghilky untuk terus berkaya adalah anaknya yang sekarang ini baru berumur 8 bulan. Menurut Ghilky, keluarga kecilnya ini merupakan sumber dari tenaga dan idenya.
Visual bagi Ghilky adalah hal yang kasat mata. Visual memiliki kekuatan lebih dibandingkan dengan verbal. Ada suatu kalimat dalam bahasa inggris mengatakan "A picture is worth a thousand words". Dalam bidang motion graphic yang sedang Ghilky tekuni, suatu karya animasi atau video memiliki setidaknya 25fps (frame per second) atau 25 gambar dalam setiap satu detiknya. Sehingga bila dalam satu gambar saja memiliki seribu makna, maka dalam satu buah karya video walaupun hanya berdurasi satu menit sudah tentu memiliki beribu-ribu makna. Hal itu yang menjadikannya kekuatan komunikasi yang luar biasa.
Dulu Ghilky sempat lama berkecimpung di dunia fotografi tapi tidak diteruskan karena hobinya terlalu banyak menyita uang. Sampai saat ini masih bermusik bersama band lokal di Bandung bernama, Umbrella Time. Obsesi yang ingin dicapai minimal tidak terus jadi "tukang" di bidang motion graphic.
"Harus jadi semacam bos nya gitu hahaha!", tambahnya.
Dan sukses secukupnya untuk orang-orang disekitar Ghilky. Karena menurutnya, kesuksesan yang berlebih kadang mengubah jati diri seseorang. Sekarang juga masih berusaha mewujudkan obsesi masa kecil yaitu punya satu saja mesin dingdong sendiri di rumah.
"Yang saya rasakan sekarang ini tepa selira yang artinya merasakan penderitaan orang lain sudah terbalik menjadi orang lain harus merasakan apa yang kita rasakan dan biasanya negatif. Menurut saya penayanganan sinetron di televisi yang makin kesini makin tidak berpendidikan menjadi salah satu penyebabnya."
Karya Ghilky di www.chroniclebrandcontent.com, simak lengkapnya disini.
Karya Ghilky di www.themoneycouple.com, simak lengkapnya disini.
[email protected] | www.facebook.com/ghilky.gerdian | IG @ghilkymograph | videohive.net/user/gerdianghilky/portfolio
Tiga lagu favorit Ghilky: Purple Heart - I Am Giant, Bangarang - Skrillex, Suckseed Neung - Paradox