Money can buy happiness
Ini merupakan summary dari podcast favoritku, Thirty Days of Lunch collabs sama mba Prita Ghozie, seorang Financial Planner dan CEO ZAP Finance.Ā
Topiknya menarik banget, karna seringkali dipertanyakan para millenial yang biasanya berpikirĀ āYouāre only live onceā, jadi gak tanggung-tanggung kalo mau ngabisin duit (kaca mana kacaaa, hahah).
Can money buy happiness?
Awalnya, mba prita termasuk aliranĀ āga semua bahagia bisa dibeli dengan uang.ā BUT, berdasar studi yang dilansir dalam Harvard Bussiness Review 2019, menunjukkan bahwa, MONEY CAN BUY HAPPINESS.Ā āDalam hal apa?ā pasti banyak yang nanya hal ini. Penjelasannya adalah:
1. Membeli waktu (buying times)
Buat para generasi 4.0 deh, lebih milih beli baju di mall, capek-capek, muterin mall, ditambah macet di perjalanan, ATAU beli online yang tinggal scrolling instagram/marketplace lalu klik dan paket nyampe? Contohnya se-sederhana itu.Ā
Atau, kalo pekerja, mending ke kantor naik gojek atau nyetir motor sendiri macet-macetan? kalo levelnya middle to high, mending naik MRT atau nyetir mobil yang ganjil-genap? Belum dengan pertimbangan, ketika kamu naik MRT, kamu bisa melakukan hal lain, misal ngecekin laporan, atau mantau follow-up kerjaan bawahanmu via whatsapp, atau ya nonton drakor karena semalem ketiduran.
2. Berbagi/donasi (sharing)
Sharing is caring, right? Itulah mengapa, setiap mendapat gaji bulanan atau bonus, selalu ada bagian milik orang lain yang harus dikeluarkan. Kalo kita ga punya uang, ga mungkin bisa berbagi, ga mungkin bisa ikut berkurban, padahal kita tau ketika berbagi maka Allah akan mengganti berkali-lipat lebih banyak. Walaupun se-sederhana mentraktir teman, itu berbagi juga, seneng kan rasanya?Ā
Pengalaman, aku suka ngajak partner kerja ku makan, ku selalu traktir dia karna emang aku yang ngajak dan dia pun belum kerja tetap. Kesini-sini, tiap aku ngajak makan dia, dia yang bayarin, hahahah, ini sih rejeki ya jangan ditolak wkwk.
3. Kewarasan (sanity)
Uang juga membeli kewarasan. Misalnya, ketika kamu nyetir sendiri, dan macet banget, apa yang dilakukan? pasti ngomel-kesel-marah-capek campur aduk. Tapi kalo kamu naik transportasi umum yang nyaman, kamu bisa skip si ngomel itu dengan scrolling twitter, dengerin podcast, nonton youtube, dll. Atau yang lebih relate dengan ibu-ibu muda, ketika mereka ingin me-time (massage spa), si anak bisa dititip di daycare harian.Ā
Mungkin ada tambahan? membeli hobi? heheh.., mungkin ini bisa masuk ke poin 3 ya..
25 Juli 2020















