
seen from Canada
seen from United States

seen from Germany
seen from United States

seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States

seen from Pakistan
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Finland
seorang idola bernama Rona
"Lady rocker yang bergingsul, aku Rona!!!"
Jikou seorang member generasi dua JKT48 yang cantik dan berasal Jawa Timur. Seorang member tim K yang punya bakat keren dalam bernyanyi dan dance. Penonton yang udah liat theater Pajama Drive gen-2 pun banyak yang mengakui kalo Rona center paling keren di unit Pajama Drive gen-2.Powerful, gerakan yang ga ditahan, timing tepat, footstep yang baik, bisa nyesuain ekspresi dengan lagu, dan didukung vokal yang stabil. Hal lain yang bikin gue kagum sama Rona adalah dia begitu mencintai ibunya dan budaya Indonesia. Saat ditanya impiannya, ia ingin menaik hajikan ibunya. Dia suka batik dan hal-hal berbau etnik nusantara.
Rona juga member yang interaktif baik di atas stage, wawancara, handshake dan hi-touch, atau di social media. Awal kemunculan Rona sebagai trainee JKT48 juga menuai antusiasme fans, karena sosoknya yang begitu cheerful diantara member-member lain yang waktu itu masih jauh lebih malu-malu dibanding Rona. Faktor lain yang ngebuat Rona dielu-elukan karna dia sering jadi center saat perform. Rona juga sering terpilih menjadi senbatsu single terbaru, itu juga bisa jadi salah satu parameter kesuksesannya selama bergabung di JKT48. Gue sendiri salah satu fans yang memfavoritkannya sampe sekarang.
Dalam perkembangannya, Rona sempat mengalami stuck. Ya, itu disadari oleh fans-fansnya bahkan mungkin Rona juga menyadarinya. Perkembangan Rona yang langsung meroket bisa jadi salah satu faktor stuck tersebut. Di twitter-nya, Rona mengaku sempat kehilangan passion dan jadi semangat lagi karena dukungan fansnya. Idola yang cukup peka kan? :)
Kemarin, Rona mendapat kritik dari beberapa fans soal fashion style-nya. Gue salah satunya. Gue mengomentari kalo gaya berpakaian Rona seringkali too-much, misalnya kemarin saat perform di handshake festival. Ia mengenakan pakaian bernuansa army. Namun, ia memakai topi dan pakaian yang bener-bener bermotif army. Ditambah aksesoris yang cukup mencolok. Gue ga mau ngebandingin dengan member lain yang pada saat itu mengenakan kostum army juga, karena akan ada pembenaran “kan tiap orang beda-beda" hehe :p
Apakah dengan kritik tersebut gue dicap sebagai haters?
Harusnya sih enggak, karena berarti gue ngikutin perkembangan Rona dan pengen dia lebih berkembang lagi. Dikritik soal fashion ga ngebuat Rona harus ganti semua isi lemari kok, ga ngebuat Rona harus ganti style kok. Rona cukup mix-match dengan koleksi yang udah ada. Soal jadi diri sendiri atau enggak, bukankah idola itu ada wajah yang berbeda di depan fans? Maksudku, idola pasti punya karakter berbeda di depan fans dan di kesehariannya. Bukan berarti menyuruh Rona menjadi orang lain, namun bicara soal idol group ya bicara soal bisnis. Bisnis juga menuntut soal packaging, ya ga sih? Soal kenyamanan, hmmm, no comment deh karena jadi idola sendiri gue rasa udah cukup bikin kehidupan member jadi ga nyaman hehe.
@Ayen_JKT48 points taken :) now, if it makes you gain your confidence, please consider whether it sells or not. Coz ur an idol :’) - @fxmario
Sepantasnya Rona juga ga perlu sampai nge-post di G+ dengan kata-kata seperti itu. You’re an idol. Resiko idol who can you meet, berkembang bersama fans. Gue sih memaklumi karena itu gejolak remaja. Emosi yang meluap-luap dan pengen orang tau apa yang Rona rasain. Di sisi lain, itu menambah kekaguman gue ke Rona juga sih. Idola ga harus nerima mentah-mentah saran dan kritik dari fans, idola punya hak atas dirinya sendiri. That’s good point. Tapi, next time luapinnya jangan di socmed kerjaan ya Rona.. Sebenernya dengan tanggapan, “Aku nyaman bergaya seperti ini, makasih buat kritiknya, aku akan berusaha lebih baik lagi" sudah cukup bagi fans. Hehe. Dan fans juga ga perlu jadi superhero. Perkecilah konflik di fandom ini. Fans lain juga ga perlu negthink ke Rona. Rona berkomentar seperti itu bukan berarti fans ga boleh komentar atau Rona marah, tapi mungkin itu cara dia ngungkapin apa yang dia rasain. Ya ditanggepin positif aja, perspektif orang beda-beda. Cobain pake lensa perspektif orang lain jangan hanya dari satu sudut aja.
No one is hating you because of your outfit choices. People are saying it out loud because the do care about how you look. Good thing, eh?
Really, you shouldn’t be too emotional about critics.
But I think you do have a bad style and fashion sense. Even worse than me. - @GalaEvanggala on G+ Rona
Pengakuan itu gak terlalu penting, yang penting itu kesadaran dan perlakuan. Kalo Rona sadar Rona seorang idola, ya berusalah mencerminkan perilaku idola. Dengarkan perkataan fans, berikan feedback yang baik sekalipun menurut Rona, fans tersebut menyampaikan sesuatu dengan cara yang buruk bagi Rona.
Ga ada cara yang salah, yang ada cuma cara yang tepat atau enggak. Gue juga sebagai fans gak menuntut Rona harus seperti ini atau itu. Tapi alangkah baiknya setiap pendapat dijadikan pengetahuan dan masukan. Toh, dalam eksekusi, Rona sendiri yang nentuin kan? Kalau memang dengan gaya aslinya membuat Rona menjadi bintang, kenapa enggak? Saran/kritik hanya wacana jika tanpa eksekusi. Dan satu pesan buat Rona, jangan hanya ingin mendapat tanggapan yang kamu inginkan yaaa, semangat Rona! Oh ya mohon maaf kalo ada perkataan yang kurang berkenan buat Rona dan segenap pembaca ^-^