Kembali
Jika kamu berpikir bahwa kamu ingin âkitaâ kembali, kamu tidak salah. Namun, aku tidak ingin kembali sekarang. Aku bermimpi âkitaâ yang nanti dalam keadaan jauh lebih baik. Kualitas jodoh itu naik bersama, kan?
Today's Document
I'd rather be in outer space đž

@theartofmadeline

Discoholic đȘ©
YOU ARE THE REASON
RMH

romaâ
Jules of Nature
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

No title available
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

#extradirty
he wasn't even looking at me and he found me
The Bowery Presents
$LAYYYTER
untitled

titsay
TVSTRANGERTHINGS
trying on a metaphor

blake kathryn

seen from TĂŒrkiye

seen from United States
seen from United States
seen from France

seen from United Kingdom

seen from France
seen from Malaysia
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Indonesia

seen from Australia
seen from United States

seen from TĂŒrkiye
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Canada
seen from United States
@tehpocii
Kembali
Jika kamu berpikir bahwa kamu ingin âkitaâ kembali, kamu tidak salah. Namun, aku tidak ingin kembali sekarang. Aku bermimpi âkitaâ yang nanti dalam keadaan jauh lebih baik. Kualitas jodoh itu naik bersama, kan?
Maafkan Aku
Maafkan aku yang diam-diam masih mendoakanmu.
Hijrah
Aku sudah bertekad, kamu adalah kesalahan terakhirku dalam sebuah hubungan yang tak halal. Kupikir hanya itu, tapi ternyata rasaku berhenti di kamu. Aku yang sekarang, melihatmu dengan cara yang berbeda. Untuk memandangmu saja aku tidak mampu. Ada rasa malu-malu yang tak kuasa kudeskripsikan. Apalagi rindu, aku masih pikir-pikir dulu. Dan jika kelak kita dipertemukan kembali, semoga aku mencintaimu karena Allah.
Surat di Meja Kerja
Ada surat untukmu di meja kerja. Tak urung kukirimkan. Semua perasaan ada di sana. Maukah kamu membaca? Atau hanya untuk disimpan di meja kerja?
Penghujung April
Aku pernah bermimpi di penghujung April.
Kamu memelukku dengan erat.
Seakan takut aku pergi, kamu memelukku lebih erat.
Ada kehangatan yang terjaga hingga aku bangun dari tidur.
Aku merasa kamu rindu.
Atau justru, itu hanya aku yang menggebu-gebu?
Tentang Maret
Maret di kepalaku adalah tentang kecupan-kecupan dan takdir yang memisahkan kita.
Masih Ada Kamu
Jam di dinding menunjukkan pukul empat pagi. Dalam tidurku, ada kamu lagi beserta mereka yang menjadikan aku dan kamu sebagai sebuah cerita. Aku bukannya tidak berusaha melepasmu, tapi bagaimana bisa aku begitu hebat mengendalikan jika di alam bawah sadarku pun masih ada kamu?
Tuhan... Tolong aku. Aku ingin tidur lagi dengan tenang, setidaknya kali ini. Rasa sakit tak terperi di dada kiri ini sangat menyiksa. Tuhan... Tolong....
Salah Instal
Bagaimana kita bisa menghentikan perasaan yang terlanjur salah instal?
Jawabannya mudah: Mulailah detik ini juga menekan tombol "cancel". Kemudian biarkan waktu menghapus sisanya.
*Tere Liye
Ada yang Bilang
Ada yang bilang bahwa kamu meninggalkan aku untuk bersamanya.
Ada yang bilang bahwa kamu kepadaku hanya merasa kasihan.
Ada yang bilang bahwa janjimu hanya omong kosong yang begitu cepat menguap bersama udara.
Aku tak mengindahkan itu.
Karena kamu baik.
Kamu baik.
Kamu baik.
âDi Mana Dia?â
Jika ini adalah Ujian Nasional, pastilah itu pertanyaan yang kusuka. Sebab saat bisa menjawabnya, aku menjadi orang yang paling tahu tentangmu. Setidaknya untuk saat itu.
Namun sekarang, aku adalah anak terbodoh di kelas. Tidak lulus ujian. Bahkan, pintu menuju ujian ulangan atau Paket C pun hampir tertutup rapat.
Bukan Menyerah
Aku tidak menyerah. Mereka salah jika berpikir seperti itu. Aku hanya memberikan apa yang kamu mau. Kebebasan dan merasa lepas, kukembalikan itu.
Kepada Kita yang Tak Kunjung Usai
Ada suara penuh ketegasan yang terdengar kala aku duduk menunggu hingga tertidur di sofa. Kukira itu degup jantungku yang tak keruan; bersiap diri menghadapimu. Ah, ternyata justru langkah kakimu yang membuatku terbangun.
Duduk di depanku, selayaknya orang asing. Kamu sengaja menciptakan selat agar aku terbiasa. Terbiasa untuk tidak lagi membelai wajahmu dengan lembut. Terbiasa untuk tidak lagi menatapmu lekat-lekat. Terbiasa untuk tidak lagi bersandar di bahumu.
âDuduklah di sampingku, setidaknya untuk kali terakhir...,â pintaku.
Bukan hanya duduk dan menggenggam tanganku, kamu memelukku erat. Kecupan hangat mendarat di dahi dengan sempurna. Dan jika Tuhan mengizinkan, bolehkah waktu berhenti di titik itu? Setidaknya aku tak perlu merasakan sakitnya merelakan kamu untuk meninggalkan.
Dalam kepalaku, aku meronta-ronta. Tanpa sadar semua menjelma realita. Kupukul tembok itu dengan kepalaku, berharap ia membalasku dengan tamparan. Agar aku sadar untuk membiarkan kepergianmu.
Aku kuat, janjiku kepadamu sebelum bertemu memang tak bisa kutepati. Sejatinya, aku hanyalah perempuan berhati rapuh yang menggantungkan asa pada masa depan bersamamu.
Berulang-ulang kamu menyatakan sebuah akhir. Dan berulang-ulang pula aku menahannya. Meskipun tak menggagalkannya, aku berusaha memperlama waktu.
Inilah penutupnya, kita yang tak kunjung usai.
Sekilas review theater generasi ketiga Minggu, 15 Juni 2014
Untuk kedua kalinya, gue nonton theater generasi ketiga. Pertama kali gue nonton adalah saat show sonichi mereka pada Sabtu, 24 Mei 2014 selama dua show, yaitu show merah dan putih. Hari ini pun, Minggu, 15 Juni 2014, gue nonton kedua tim tersebut. Banyak perubahan dari masing-masing member dari impresi pertama gue terhadap mereka, bisa dilihat di sini (maaf ya, hanya dua belas member saja, dikarenakan gue rada sibuk). Nina : Kenapa member pertama yang gue tulis adalah Nina Hamidah? Karena dia adalah alasan pertama gue untuk nonton show tim putih. Tadinya, sih, gitu. Gue request dia buat ponytail samping dan... dia ponytail samping (kemudian gesrek). Eits, tapi bukan berarti gue mengelu-elukan dia. Nina hari ini tampil berantakan dan sering membuat kesalahan. Beberapa kali menabrak member lain dan terlihat lemas. Di bagian "tapi tetap perhatikanku" di lagu Gokigen, Nina bener-bener kaku. Dengan postur tubuh tinggi ini keliatan banget. Yang paling buruk adalah seringkali tatapan matanya kosong. Namun, di unit Tenshino dia menonjol dan ekspresinya ngegemesin. Angel : Si Manis center Tenshino ini belum menonjol di grup song. Saat MC pun dia masih kalah dengan member lain. Matanya yang belo membuat setiap mimik wajahnya terlihat hidup. Tipikal member yang masih berhati-hati dalam bergerak. Di Tenshino, beberapa kali timing-nya telat dibandingkan Zebi dan Nina. Terutama, footstep. Zebi : Lincah. Salah satu member yang terlihat benar-benar hafal gerakan. Namun, ini membuat Zebi terlihat sangat antisipatif. Harusnya, Zebi memanfaatkan kehebatan menghafalnya dengan menikmati lagu. Mengalir saja, jangan terlalu menjadikan hal yang belum terjadi sebagai satu ketakutan. Harus belajar kontrol ekspresi. Sama kayak Nina, di Gokigen kaku pada bagian "tapi tetap perhatikanku". Di Tenshino, Zebi menunduk di saat bagian 'gosok muka'. Padahal, dia bisa terlihat 'cute' di bagian itu. Kei : Masih lemah di bagian kontrol ekspresi. Belum menonjol baik di grup song maupun MC. Kei harus melatih staminanya agar setiap gerakan terlihat powerfull. Belum ada perubahan berarti dari Kei. Gue berharap saat menonton theater selanjutnya, Kei lebih bersemangat. Michelle : Sooooo much better! Michelle itu cantik, lucu, ceria banget, dan polos-polos nyebelin. Yang bikin gue kagum adalah kemauan dia untuk memperbaiki kesalahan. Meskipun di Pajadora ekspresinya belum begitu sesuai, dari segi power, Michelle mengalami peningkatan drastis dari pertama kali gue nonton dia. Kei dan Farina memang lemas, tapi Michelle tetap menaruh power dalam setiap gerakannya, ya, walaupun beberapa kali timing gerakannya telat. MC-nya juga bikin mau geplak ini anak soalnya lucu banget, lucu-lucu nyebelin garing... aaaahhh! Farina : Belum menonjol di grup song dan MC, tapi gue tertarik ngeliat dia perform. Gue juga selalu neriakkin nama dia. Punya pribadi yang menurut gue manis, aja. Di unit song dia benar-benar tidak memiliki power. Ya, seperti orang yang dibangunin tidur, lalu dance. Hanya saja, semua gerakannya rapi dan benar. Farina harus bisa lebih enjoy jika ingin mengejar ketertinggalannya. Stefi : Telat timing, kurang kontrol ekspresi, tapi gerakan bagus. Luwes, enjoy, udah mulai eyecontact walau masih beberapa kali melemparkan tatapan kosong. Postur tubuh yang bagus seharusnya bisa menjadi satu keuntungan buat dia mengeksekusi gerakannya. Nadse : Center yang kaku dan... kaku. Gue terhibur karena Nadse ini cantik dan cute, bukan karena performance-nya. Nadse harus belajar bagaimana perform itu tidak hanya soal hafal dance dan lirik lagu, tapi juga menyeimbangkan seluruh tubuh, dari kepala hingga kaki, dari tatapan hingga ekspresi. Dan... makan yang banyak ya, dik. Cia : Gerakannya, sih, bagus, ekspresinya juga. Cuma, gue nggak terlalu suka member di unit song yang terlalu menonjol sendirian. Cia itu powerfull, stamina oke, bisa mengatur napas dengan baik, tapi dia memimpin center-nya. Harusnya, Cia membangun kekompakan dengan Nadse dan Stefi. Dan goyangan ngebor atau apalah itu yang diliatin Cia di lagu shiroisatsu itu nggak pantes untuk anak remaja kayak dia. So sorry, itu benar-benar buruk. Mungkin kalo lelaki ada yang suka ngeliatnya. Kalo gue, sih, kasian euy, masih abege. Menurut gue, Cia harus sesuai porsinya. Sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Kamu sudah cantik tanpa berlebihan. Andela : Andelaaaaaa! Temodemo yang perfect dari dia. Ampun deh, body wave-nya badai abis. Logat yang menjadi keuntungan buatnya di bagian MC, itu jadi entertain banget. Paket komplit pokoknya Andela. Dan lagi Andela terlihat sebagai sosok yang 'merangkul'. Image yang gue suka. Hihihi. Kekurangannya, eye contact. Ayo, tarik fans dengan eye contact! :p Yukka : Ini anak cantik dan putih banget. Kalo ngomong lucu. Postur badannya tinggi, tapi cara ngomongnya manja-manja gitu. Yukka harus sedikit menaruh goyangan di lagu Temodemo agar terlihat lebih enjoy. Ekspresi galau dan sedihnya udah dapet, tapi coba, deh, Yukka pake poni. Nyobain gaya baru aja, gitu. Kali aja keliatan tetap fresh. Sisca : Gue suka sebel sama fans yang masih manggil ini anak dengan 'Nabilah'. Sisca ya Sisca, hargai dia sebagai Sisca. Sisca yang punya kemauan untuk lebih maju dan semangat. Sisca beberapa kali keliatan tersalip oleh Chika di unit song. Tapi, di tengah lagu, semangatnya seakan-akan terbakar dan menjadi lebih powerfull. Coba lebih banyak pelajari Kagami-nya Kinal, deh. Indah : Belum menonjol di MC dan grup song, tapi benar-benar keren di unit song-nya. Emosi Indah nyampe banget buat gue. Walau nggak terlalu banyak yang meneriakkan namanya, gue akan teriakin dia setiap nonton dia. Ekspresinya juga dapet banget di kagami. Lincah! Oh ya, cobain poni samping deh kapan-kapan. Chika : Keren! Ini anak jam terbangnya paling tinggi. Ada di show putih dan merah. Di show tim putih, dia powerfull banget. Di show tim merah, walau keliatan lelah, dia nggak males-malesan. Dia tetap semangat dan itu bikin gue salut banget sama dia. Chika ini bawain kagami bukannya sangar tapi malah terkesan seksi. Chika benar-benar memanfaatkan jam terbangnya untuk mengeksplor improvisasi gerakan dan ekspresi. Kekurangannya... sangkin kerennya kadang memimpin center kagami. hehehehe. Anggi : Belum menonjol di MC dan grup song. Kekuatannya dia ada di power. Di saat yang lain keliatan lelah, stamina Anggi malah meningkat. Mungkin karena dia menyimpan tenaga dari awal. Anggi harus bisa eksplor agar dia memiliki karakter yang lebih kuat. Karena nggak ada waktu buat jadi biasa-biasa aja di JKT48. Semangat Anggi! Afa : Yailah, ini anak tenang banget dan bikin gemes. Gerakan tangan yang kacau tapi mukanya keliatan ceria-ceria aja. Gampang terlihat ngos-ngosan. Kalo liat tim putih dan member yang gerakan tangannya paling lucu dan lain sendiri, itulah Afa. Dan itu telah menjadi karakternya. Hihihihi. Rok Afa kebalik di lagu inochi, ketiup angin atau gimana nggak tau sih. Yang depan jadi belakang dan sebaliknya. Menurut gue, kostum adalah bagian performance. Hal-hal kecil seperti ini patut diperhatikan. Afa adalah salah satu member yang harus benar-benar meningkatkan kemauan belajar jika ingin bertahan. Grace : Tatapan kosong dan model rambut yang agak aneh menurut gue. Grace juga sering terlihat ingin menjadi pusat perhatian saat MC, tapi malah garing. Sebenernya Grace ini punya face yang lucu dan menarik buat gue, tapi dia sering terlihat lemas dan kosong banget. Eh, pas ada yang neriakkin dia jadi semangat lagi. Itu terjadi sering dan gue melihatnya kayak akting. Sorry to say... Secapek apapun kamu harus profesional dik. Hargain temen-temen kamu yang berusaha semaksimal mungkin. Feni : Paling lincah di Tenshino show merah. Ekspresif dan gemesin. Dia juga bagus dalam menggerakan ekor di unit song. Hanya saja, dia sering memasang ekspresi monyong yang menurut gue mengganggu. Gembungin pipi sih lucu, tapi keseringan monyongin bibir itu agak aneh. Tatapan matanya yang genit-genit lucu juga membuat pesan lagu Tenshino nyampe buat gue. Di grup song lumayan menonjol. Perubahan Feni adalah dia sudah tidak terlalu berlebihan dalam memasang ekspresi dan gerakan seperti yang ada di postingan gue sebelumnya, tapi adanya ekspresi monyong-monyong malah bikin aneh. Menurut gue sih ya... Gracia : Manis. Yang bikin dia terlihat adalah karena segi fisiknya menarik. Kalo soal performance, ini anak lempeng-lempeng aja. Gerakan bener, timing pas, sering senyum, tapi no power dan flat-flat aja. Anin Okta Elaine : Mereka bertiga di Pajadora punya gerakan bagus, tapi ya flat-flat aja. Gue nggak tau apa yang dipikirin Elaine, dia terasa 'ngambang'. Lebih bagus saat sonichi, padahal ini anak udah menambah power-nya dan footstep-nya jauh lebih bagus. Dia juga sudah mulai main ekspresi. Okta adalah salah satu member dengan tingkat kesalahan gerakan yang minim. Namun, dia seakan takut-takut menatap fans dan terlalu sering menatap soundman.Anin sendiri paling no power di antara ketiganya. Coba menonjolkan diri dari segi MC. Farin : Ekspresi flat bahkan beberapa kali cemberut. Why? Kamu ditonton banyak fans tapi kenapa memasang wajah seperti itu? Farin ini salah satu member yang memiliki fisik di atas rata-rata. Ditempatkan di lagu Junjou bersama Tya dan Manda harusnya membuat ia mengeksekusi performance-nya lebih baik lagi.
Tya : Tya masih menjadi member dengan gerakan paling rapi dan powerfull. Emosinya juga tersampaikan lewat lagu. Tidak pernah takut terlihat salah, enjoy dengan lagunya. Walau beberapa kali ditabrak member lain, Tya tidak lost kontrol ekspresi. Hanya saja Tya harus berhati-hati soal porsi performance. Jangan sampai berlebihan. Pembawaan yang dewasa ketika MC sangat membawa ketenangan.
Manda : Masih suka pasang ekspresi flat dan sering kaku. Padahal body wave-nya bagus. Jikou yang menghibur harusnya juga didukung dengan teknik MC yang baik. Ayo tingkatkan power biar bisa memimpin Junjou dengan lebih baik lagi. Desy : MC paling ngalir. Performance menonjol. Masih sering terlihat bungkuk. Overall, termasuk member dengan skor performance di atas rata-rata. Aurel : Sering mengacaukan unit song karena fokusnya mudah teralihkan oleh sesuatu. Tenggelam di grup song. Belum punya karakter. Cesen : Mungkin efek ulang tahun membuatnya terlihat lebih shiny. Sebagai center Kagami, Cesen memimpin ekspresi lebih baik dari Sisca (center kagami tim putih). Peningkatan emosi Cesen dari awal hingga akhir lagu di unit song juga stabil. Belum bisa memberi pendapatnya lebih dari ini, hehe. Sofi : Belum menonjol baik di MC maupun performance. Jadi, belum bisa gue beri pendapat. Milen : Berlebihan, sampai lupa, mengejar kesempurnaan tapi melupakan karakter. Milen adalah member yang mendapat spotlight, tapi bagi gue dia nggak berkarakter. Menjadi terlihat baik nggak selamanya membuat kamu terlihat baik. Di temodemo, bukannya keliatan sedih atau galau, Milen menyampaikan emosinya dalam lagu malah keliatan kayak lagi marah. Kelebihan power membuat banyak gerakannya keliatan berantakan. Gue bingung apa yang dipikirin Milen. Dari segi MC gue acungin jempol. Terutama dia konsisten untuk selalu menggunakan gimmick yang sama dalam memulai atau mengakhiri theater. Shani : Lebih menonjol saat sonichi. Hari ini gue merasa Shani masih flat-flat aja. Cheerful di grup song, tapi di unit song masih belum punya chemistry dengan Milen. Overall, tim putih dan merah sama-sama bagus. Tim putih memiliki kekuatan tim sedangkan, tim merah kekuatan individu. Lagi-lagi gue harus bilang seperti ini karena bagi gue masih inilah kenyataannya. Member generasi ketiga ini setengahnya sudah menemukan karakternya, setengahnya lagi belum. Banyak dari mereka yang belum bisa bermain ekspresi, eye contact, apalagi fan service. Menjadi performer yang baik bukanlah sekadar hapal gerakan, tempo, ritme, timing, footstep, akurasi, dll., tapi juga bisa menyampaikan isi dan emosi dari lagu. Unit song yang menurut gue saat ini bisa menyampaikan pesan lagu adalah Temodemo : Andela-Yukka. Secara individual, member yang bisa menyampaikan pesan dari lagu adalah Tya. Menyampaikan pesan dari lagu bukan harus menggebu-gebu atau menangis termehek-mehek. Tatapan mata yang dalam, detail gerakan, mimik wajah, apapun itu bisa membuat penonton merasakan apa yang sebenarnya dirasakan oleh performer. Beberapa member harus keluar dari comfort zone untuk tidak memasang poker face apalagi ekspresi datar di saat seharusnya mereka memainkan ekspresi. Kalian pernah baca tulisan yang membuat kalian terharu? Itu biasanya bukan hanya karena penulisnya memilih tatanan bahasa yang membuat sedih, tapi juga karena penulis itu menulisnya dengan 'hati'. Yep, member generasi ketiga harus ikut menggunakan hatinya dalam perform. Kalian bukan robot atau boneka yang diatur sedemikian rupa untuk menari di atas stage. Kalian ada di atas stage atas kemauan kalian sendiri. Kalian harus bisa enjoy di sana, sekeras apapun tekanan dan beban kalian.
Selain itu, untuk MC, buatlah lebih mengalir. Jangan terlalu memperlihatkan bahwa kalian telah menghapal jawabannya. Itu sangat terlihat canggung dan membuat MC jadi krik krik. Communication skill sebagai member JKT48 itu penting.
Anggaplah kami ini sebagai penonton tidak peduli dengan apa yang ada dibalik stage. Tunjukkan penampilan kalian dengan profesional, semuda apapun kalian, ini adalah jalan yang kalian pilih. Gue yakin, kalian bisa menjadi jauh lebih baik lagi. Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan. Sebenarnya banyak yang pengin gue tulis, tapi banyak keterbatasan, baik dari ingatan dan sejujurnya minus mata gue nambah (curhat hehehe).
Impresi gue pada generasi ketiga JKT48 (edisi II)
Gue mau lanjutin tulisan gue. Buat yang belum membaca tulisan gue sebelum ini, bisa lihat di sini.
> Elaine Hartanto a.k.a Elaine
âDatang dari Neptunus bersama bebek. Halo! Aku si anti-mainstream yang iseng dan selalu semangat! Panggil aku, Elaine!â
Sesuai jikou-nya, Elaine memang benar-benar unik dan anti-mainstream. Elaine suka memasak. Walau tubuhnya mungil dan tampak seperti bocah, dia sudah berumur 18 tahun dan lulus dari bangku SMA. Menurut gue, dia kelihatan smart dan perilakunya di atas panggung tidak dibuat-buat. Walaupun belum menari dengan baik, karakter lucu dan uniknya menutupi segala kekurangannya. Menjadi centre unit song Pajama Drive (tim merah), Elaine kurang power dan belum bisa mengontrol ekspresi. Unit song Pajama Drive bukanlah lagu yang perlu menebar senyum. Bahkan beberapa kali ia disalip ketepatan dan kecepatannya oleh dua member yang mendampinginya dalam membawakan lagu itu, Anin dan Okta. Saat hi-touch pun Elaine tidak bisa hadir. Mungkin dia kelelahan dan hal itu bisa dimaklumi. Sebagai orang yang tidak mudah tertarik dengan seorang member yang mendapat spotlite, gue merasa Elaine memang member yang âberbahayaâ. Ketika dia menggelengkan kepalanya dan tersenyum saja bisa membuat banyak hati luluh.
> Shania Gracia a.k.a Gracia
Manis! Itu pertama kali yang gue katakan ketika melihat dia. Gingsul di kanan atas menghiasi senyumnya di unit song Tenshi no Shippo dengan kostum kuning(tim merah). Sosok perfeksionis yang sederhana, begitulah dia di mata gue saat ini. Dia adalah performer Tenshi no Shippo paling rapi dalam segi movement dan gerakan. Tanpa harus berlebihan menebar senyum, dia tampil apik di atas panggung. Walau di grup song masih terlihat kaku, Gracia masih punya banyak waktu untuk terus berlatih. Karena sesungguhnya perjuangan baru saja dimulai.
> Feni Fitriyanti a.k.a Feni
Member bersuara nyaring dan berwajah imut ini mendapatkan unit song Tenshi no Shippo bersama Gracia dan Grace (tim merah). Senyuman dan ekspresinya terlalu berlebihan membuat hal itu merusak performance-nya. Padahal, dia memiliki power dan kelincahan yang seharusnya membuat ia masuk ke dalam kategori performer yang baik pada show sonichi itu. Mempunyai tingkat percaya diri yang tinggi dan ambisius. Sebelumnya, gue sudah pernah bertemu dengan Feni saat direct selling.
> Martha Graciela a.k.a Grace
Member di show satu sonichi (tim merah) yang menurut gue paling nervous. Entah karena memang demam panggung atau kelelahan, beberapa kali Grace kelihatan seperti mau tumbang. Wajahnya pucat dan keringat mengucur di dahi dengan derasnya. Beberapa kali fans saat itu juga meneriakkan semangat untuk Grace. Grace mendapat kesempatan menjadi centre Tenshi no Shippo. Lemas namun berusaha tersenyum, hanya itu yang bisa gue lihat. Bergerak paling lamban, gue bisa melihat semangat yang berkobar namun dibatasi oleh fisik yang capek. Grace harus meningkatkan stamina dan energinya agar bisa memuaskan penonton.
> Triarona Kusuma a.k.a Tya
Tya!!! Rasanya gue ingin meneriakkan namanya setiap kali ia perform dan melakukan kejutan-kejutan tak terduga. KEREN! Gue hanya bisa bilang itu buat dia. Memiliki chemistry yang kuat dengan Manda. Memang, dari segi teknik, Tya jauh lebih baik dari Manda. Ini membuatnya terlihat lebih mencolok dari Manda saat mendampingi Manda di Junjou Shugi (tim merah). Gue melihat Tya menahan emosinya untuk perform lebih lepas lagi. Walau begitu, dia tetap terlihat memimpin tim. Semoga Tya bisa lebih memposisikan dirinya, karena perform bersama tim bukanlah ajang narsis. Tya juga bisa memacu Manda dan Farin untuk lebih baik lagi, agar mereka memiliki kekuatan tim. Dari segi ekspresi, Tya juga sangat bagus. Ditambah dengan kibasan rambutnya, dia mempesona.
> Michelle Christo Kusnadi a.k.a Michelle
Sorry to say, dia adalah performer yang cukup buruk di timnya. Gue mengharapkan sesuatu yang âwowâ darinya. Tapi, Michelle saat show sonichi terkesan terlalu narsis dan tidak memperhatikan kerapian gerakannya. Bukan hanya kerapian gerakan, bahkan Michelle kerap kali lupa gerakan sehingga tertinggal dari teman-temannya. Menjadi centre unit song Pajama Drive, Michelle membuat lagu itu tampak kacau. Satu-satunya yang menarik adalah wajah Michelle yang cantik. Michelle membawakan lagu tersebut bersama Kei dan Farina, yang notabene menurut gue memang masih banyak kekurangan dalam performance. Namun, Michelle benar-benar membawa tim itu seperti gadis-gadis yang mengantuk namun dipaksa menari. Tidak ber-power walau gue melihat Michelle punya passion yang tinggi. Beberapa kali terlihat gugup. Michelle harus memacu dirinya untuk berusaha lebih baik dari sekarang, karena itu artinya dia mensyukuri posisinya yang mendapat spotlite. Menaruh seseorang yang memiliki power yang minim di lagu up-beat selayaknya terdapat alasan kuat.
> Nadhifa Salsabila a.k.a Nadse
Ketika Nadse menjadi centre Junjou Shugi, dia paling ârampingâ di antara performer Junshu lainnya. Belum cukup pintar memainkan ekspresi, namun dia memiliki tatapan tajam yang menghanyutkan. Senyuman tipis di bibirnya benar-benar indah. Beberapa kali disalip oleh Cia yang memiliki power lebih baik dari Nadse. Nadse harus belajar untuk melakukan eye-contact ke penonton, karena dia sering melempar tatapan kosong. Padahal eye-contact bisa menjadi interaksi yang bagus untuk menarik fans dan juga membuat penghayatannya terlihat natural.
Buat kalian yang belum menonton setlist Pajama Drive, ayo menonton generasi ketiga ini. Jika kalian sudah pernah menonton setlist ini, tidak ada salahnya melihat sajian setlist tersebut dengan kesan yang berbeda. Hal yang membuat gue ingin menonton mereka kembali adalah kekuatan karakter yang masing-masing miliki. Sebagai fans yang oshimennya graduate, gue bisa merasakan lagi rasa happy saat dulu pertama kali gue menonton theatre. Ya, harus gue akui gen 3 ini bikin gue enjoy dan happy. Bukan serta merta melupakan tim J dan K3, tapi gue pengin mendukung adik-adik gen 3 juga. Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan, silakan berkomentar tanpa berniat menjatuhkan.
Impresi gue pada generasi ketiga JKT48 (edisi I)
Tak kenal maka tak sayang. Kali ini gue mau berbagi cerita tentang member generasi ketiga JKT48. Sabtu, 24 Mei 2014 lalu, gue menonton show perdana mereka, setlist Pajama Drive. Ini masih menjadi setlist favorit gue. Mereka dibagi menjadi dua tim; tim merah dan putih. Gue menyaksikan kedua-duanya. Sebelum pertunjukkan tersebut, gue gak terlalu tertarik untuk mencari tahu tentang mereka. Gue cuma sekadar mengetahui beberapa member saja. Di tulisan ini, gue pengin ngenalin lima member generasi tiga. Semoga gue cukup objektif dalam menilai mereka. Check this out!
> Shani Indira Natio a.k.a. Shani
Si mantan gadis sampul asal Yogyakarta ini suka banget sama dunia modeling. Sebagai pelanggan sebuah majalah cewek, gue tahu banget kalau dia pernah ada di sampul majalah tersebut. Di setlist Pajama Drive, Shani mendapat unit song Temodemo no Namida (tim merah). Penjiwaan yang baik dan ekspresi yang mumpuni didukung dengan teknik vocal yang cukup untuk perdana. Menurut gue, Shani punya karakter yang bikin adem dan dewasa. Gue suka setiap kali dia berbicara di atas panggung. Wajahnya unik, memiliki kaki jenjang, dan senyumnya manis sekali.
> Nina Hamidah a.k.a Nina
Dia ada di blocking kiri Tenshi no Shippo dari tim putih. Performer yang cukup baik di show tersebut. Gue gak berhenti terkagum-kagum dibuat olehnya. Dia menggerakan tubuhnya sesuai pada porsi. Walau seringkali terlihat bungkuk, kekurangannya tertutupi oleh senyumnya yang terlihat natural. Postur tubuh tinggi dan kurus membuat Tenshi no Shippo malam itu seperti tangga nada karena Nina perform bersama Zebi dan Angel. Kesan pertama buat gue, Nina itu sosok anak sederhana yang agaknya culun di sekolah. Saat hi-touch, gue mengatakan âNina, kamu lucu bungat!â dan dia menjawab âuuuh masa sih, makasih kakâ sambil mencubit pipinya sendiri dengan spontan dan malu-malu. Ah, gue lemah melihat tingkahnya. Kalau kamu sedang mencari member favorit atau bahkan oshimen yang lucu dan menggemaskan, gue merekomendasikan Nina.
> Zebi Magnolia Fawwaz a.k.a Zebi
Mendapat unit song Tenshi no Shippo (tim putih) sepertinya adalah kebahagiaan yang teramat sangat untuknya. Sayangnya, terlalu bersemangat dan over-power saat melepaskan gerakan. Zebi adalah salah satu member yang sepertinya masih sangat sulit untuk mengatur ekspresi. Di grup song, Zebi kurang senyum. Gadis kecil ini sangat lincah di panggung. Walau di show kemarin dia sering melakukan kesalahan, bahkan dia salah blocking-an, namun dia tidak terlihat ketakutan atau merusak formasi. Dia tetap tenang melanjutkan gerakan selanjutnya. Mau tahu Zebi yang mana? Cari saja member generasi ke tiga yang paling mungil, itulah dia!
> Shaffa Nabila a.k.a Affa
Kata seorang sahabat, dia ini mirip Tomochin saat awal bergabung di AKB48. Dia pemalu dan sepertinya gampang nervous. Mendapatkan unit song penguras tenaga membuat Affa terlihat sangat lemah (tim putih). Belum bisa mengatur napas dengan baik, beberapa kali terlihat berjalan saat unit song, dan memasang wajah âaku ingin lagu ini selesaiâ. Ini adalah hal yang wajar mengingat padat dan singkatnya jadwal latihan mereka untuk show perdana tersebut. Hal yang paling aku suka ketika Affa berbicara di atas panggung, iya memegang mikrofon dengan tangan kirinya dan tangan kanannya bergerak ringan di samping roknya. Kawaii!
>Â Amanda Dwi Arista a.k.a Manda
Sedari tadi gue cerita tentang member yang manis, lucu, dan imut. Sekarang, ada satu member yang sangat berbeda dengan yang sudah gue ceritain, yaitu Manda. Manda yang sempet bikin geger di event handshake Flying Get dengan dance yang katanya seksi ini beneran memiliki jiwa seksi. Dia mendapatkan posisi center di unit song Junjou Shugi (tim merah). Dengan garis wajah yang tajam dan cantik, gue merasa dia lebih mirip Melody dari segi wajah ketimbang Michelle yang sering disebut-sebut mirip dengan Melody. Manda ini punya dasar gerakan yang tegas, namun di show kemarin gerakan tangannya terlihat sangat kaku. Mungkin karena Manda terbiasa dengan modern dance yang konon menghentak-hentak. Kejutannya ada di body waving saat lagu Junshu dan jikou-nya sendiri. Itu⊠luar biasa! Chemistry dia dengan Tia dan Farin juga klop. Buat gue, Junshu yang dibawakannya adalah the best unit song di show satu. Sayangnya, saat di show dua (tim putih) Manda menjadi backdancer lagu Junshu, Manda terlalu lepas dan tampil mencolok ketimbang member inti. Ini harus diperhatikan, Manda sudah selayaknya bisa memposisikan diri.
 Nah, itu dia lima member generasi ketiga yang pengin gue kenalin ke kalian semua. Tidak ada salahnya untuk menyaksikan pertunjukkan mereka. Sesuai dengan yel-yel mereka, âSelalu positif, fresh, dan bersinar!â, mereka benar-benar fresh dan menawarkan sesuatu yang baru juga orisinil. Masing-masing berkarakter, tinggal bagaimana menajamkan karakter tersebut dan melatih kemampuan.
Banyak yang bertanya atau beranggapan, generasi ketiga memiliki sambutan yang jauh lebih positif ketimbang generasi kedua pada saat debut dahulu. Pertanyaan yang agaknya retoris. Generasi kedua hadir di saat fans hanya melihat generasi satu. Dan lagi, reaksi shock yang ditunjukkan generasi satu membuat fans banyak yang menunjukkan keloyalannya pada member generasi satu agar mereka tidak insecure. Memang tidak gue pungkiri, member generasi tiga memiliki rata-rata fisik yang lebih menarik disbanding generasi dua saat debut dahulu. Member generasi tiga ini memiliki kekeluargaan yang terlihat di atas panggung, membuatnya tampak serumpun meski masing-masing ingin menonjolkan diri. Mungkin ini impresi awal gue pada mereka dan gue berekspektasi kalau mereka bisa mempertahankan hal positif yang mereka miliki.
Saat hi-touch pun, mereka tidak berlebihan dalam melayani fans. Hal yang sangat berbeda gue alami saat debut generasi dua dimana member banyak yang berlagak akrab ke gue sebagai fans. Member generasi ketiga hanya tersenyum, mengucapkan terima kasih, dan menjawab fans seperlunya.
Untuk ukuran debut theatre dengan latihan dua bulan, mereka mengagumkan. Walau beberapa member benar-benar melakukan kesalahan fatal berkali-kali dan mungkin membuat sensei-nya geram, mereka memiliki kekuatan tim. Mereka tampil sebagai adik-adik yang siap disayang. Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan. Gue sangat terbuka dan menerima komentar pembaca.
Antara konsisten dan loyal (fans JKT48)
Timeline gue belakangan penuh dengan kata konsisten. Ini karena ada member yang menyebut-nyebut kata tersebut dalam twitnya.
Kalo diliat dari twit member itu dan balasan seorang fans, kata âkonsistenâ disebut dalam acara hari itu. Namun, menjadi ambigu ketika membaca twit member lain.
Walaupun pada akhirnya, seorang member mencoba menjelaskan pada fans.
 Banyak yang menangkap makna tersirat dari twit konsisten itu merujuk pada fans yang mulai tertarik dengan generasi 3. Dimana mereka merasa insecure jikalau fans-nya oshihen ke generasi 3. Oleh sebab itu, mungkin fans yang âgen tigaanâ dianggap tidak konsisten.
Bukan hal yang patut dibesarkan memang, namun tidak ada salahnya kita lebih memahai makna konsisten sebenarnya. Menurut KBBI, konsisten berarti : tetap (tidak berubah-ubah); taat asas; ajek; 2 selaras; sesuai: perbuatan hendaknya dengan ucapan. Jadi, jika kita uraikan, konsisten dapat berarti sifat yang selalu memegang teguh pada prinsip dan komitmen yang telah dicanangkan dalam diri seseorang. Konsisten sendiri dipengaruhi oleh faktor eksternal.
Dalam kasus mendukung member JKT48, berdasarkan hal ini, menurut gue tidak konsisten itu contohnya jika :
Si A mengoshikan member generasi dua bernama Mawar dan dia berjanji bahwa Mawar adalah SATU-SATUNYA oshimen dia sampai Mawar graduate. Si A juga berjanji tidak akan pernah melirik atau mencoba untuk menonton generasi lain. Namun, saat ada generasi dua, si A diajak B untuk menonton Melati yang notabene adalah member gen dua. Pada saat si A mendapatkan fanservice dari Melati, ia mengikrarkan janji bahwa Melati adalah SATU-SATUNYA oshimennya dan dia akan setia. Saat bertemu dengan Mawar, ia berkata bahwa Mawar TETAP AKAN SELALU menjadi SATU-SATUNYA oshimennya.
Jadi, jika seorang fans tertarik dengan member lain, bukan berarti dia tidak konsisten. Memiliki oshimen yang banyak (oshimashi atau lebih dikenal oshiadd) berbeda dengan mengganti oshimen (oshihen). Dalam mendukung seorang idola, sebenarnya yang sering dipertanyakan adalah soal loyalitas. Menurut KBBI, loyal berarti : patuh; setia. Gue pernah membaca buku John C. Maxwell dimana ia memaparkan beberapa ciri-ciri orang yang loyal salah satunya yaitu mengasihi tanpa syarat. Kalau diimplentasikan pada fans kebanyakan, sepertinya tidak sesuai. Karena bagaimanapun, seorang fans yang memberi sesuatu kepada idola, mengharapkan timbal balik walau sesedikit apapun.
Di tulisan ini, gue cuma pengin berbagi tentang konsisten dan loyal. Jika memang benar beberapa atau banyak member generasi dua yang merasa insecure pada generasi tiga dan selanjutnya, mereka harusnya berkaca pada masa lalu dan introspeksi diri, apakah mereka pantas atau tidak untuk mendapatkan keloyalan fans. Dan sebagai public figure yang di-follow ratusan ribu orang di Twitter, sebaiknya mereka lebih berhati-hati dalam menggunakan kata-kata dan mengungkapkan sesuatu. Sebelumnya, gue minta maaf kalau ada kata-kata yang kurang berkenan. Gue hanya mencoba mengungkapkan kejujuran dan pendapat.
ohbabyitsnatalie:
How to read peopleâs minds. Watch Those Pupils A persons pupils get bigger when they are aroused, interested and/or receptive. If you look into his or her eyes and see those pupils growing large - itâs looking good for you. Basically big pupils (unless itâs just dark) mean a person likes what they see. Try this experiment, and youâll understand how immediate this effect can be. Go right now and look in the mirror at your own eyes. As you look at them, imagine a sexy man or woman you are attracted to - in whatever way would turn you on. Youâll see that your pupils get bigger in just seconds. Actually, if you love to fish, they may get big just thinking about a lake you love. Anything you like to look at can make your pupils bigger. Now, there are two ways to use this. 1. Mind Reading For the mind reading part, you can now watch for changing of pupil size to know if someone is interested in you or what you have to say. And yes, shrinking pupils generally do mean the person is not interested. Just be careful to note if light in the persons eyes is causing the shrinking pupils. In addition to judging the general level of interest and/or receptivity to you, you can use pupil size to go a little deeper into a personâs mind. For example, during the course of a conversation, you can describe various scenes or delve into different topics, while watching the persons pupils. If their pupils shrank at the mention of skiing, and got huge when you described a beach you like, you can be fairly certain they would like the Bahamas over a ski resort. The great thing about this little trick is that you can easily test it and refine your technique. Start with a friend whose interests you know already, and watch their pupils as you describe various places or even ideas. See if getting them to visualize, by saying something âRemember how that car of yours looked,â gets a bigger pupil response. 2. Influencing If you havenât yet experimented with your own pupils, by watching them in the mirror, go try it now. Youâll find that you can quickly train yourself to change your pupil size at will. Just find a mental image or two that gets them really big, and use these as necessary. Look at a light briefly when you want to shrink your pupils back down. Now, how do you use this? We all use little clues like pupil size as we interact with people. We are affected by peopleâs expressions and body language even when we havenât yet learned to identify it. In other words - the person in front of you will unconsciously pick upon your enlarging pupils. They will unconsciously take this to mean that you like them, and for many people, this will make them like you more. Listen. This is the easiest and most effective way to read minds. Just pay attention, ask a few questions and listen to what they say about themselves. Watch the Posture. Leaning towards indicates that the person is interested and receptive. Watch For Hair Play. When women play with their hair while talking to you, it is almost always a sign of receptivity. Watch the Mouth. A slightly open mouth is a sign of curiosity and interest. Watch the Head. A tilting head, especially if it comes with a smile and eye contact, is a sign that the person likes you. Watch the Eyes Here is what peopleâs minds are doing when they are thinking or asked to remember something. This is true for most right handed people (reverse all this for left-handed people): As you face them, and their eyes go: Up and to the right - they are remembering a visual image. Up and to the left - They are constructing a visual image. To the right - They are remembering sounds or conversation. To the left - The are constructing sounds or conversations. Down and to the right - They are in an internal dialog. Down and to the left - They are accessing kinesthetic feelings, tastes and smells. How to influence the opposite sex: Use Mirroring and Matching. Match the speed of your speech to that of the person youâre talking to. Sit like he or she is sitting. Use the words they use. This is a fast way to build rapport. Once there is a âbondâ built, you can start to lead the conversation and actions where you want them to go. Compliment Her or Him. Discover what the person is proud of first, then find a genuine way to compliment them in that area. Listen. Always show a genuine interest in what the person is saying. Ask appropriate questions, so the person knows youâre paying attention. Use their interests to lead into a direction you want to go. Make Good First Impressions. Men usually form a quick visual impression in less than 20 seconds, and then make another judgment based on appearance and personality within a couple minutes. Women usually place less immediate emphasis on appearance, and form an âintuitiveâ first impression in a couple minutes. The lesson? Work fast. By Steve Gillman. Excerpt from âA Book of Secretsâ
Oh my god, I honestly didnât think this was going to work but it did and I am in awe right now. This is amazing.Â
this would be really cool if my eyes werenât as fucking black as the night sky
DUDE NO THAT MAKES YOU HARD TO READ AND AWESOME LIKE A FUCKING SHADOW SPY THING YOU FUCKING ROCK
You shouldnât have mentioned your black eyes. They will hear you and they will find you.
Did someone say
black eyes