Tiny sadar ada yang berbeda dua hari terakhir di kamar Okaeri. Menjelang sore, pas usai makan, seperti biasa dia datang dan melompat ke be pung pangku. Sambil cari posisi enak tuk rebahan, dia tanya... "Tayu dimana? Kenapa dari tadi dia sonde ada?" "Su jalan hang...be rasa.. kemarin dulu kan dia sempat pamit deng lu to? Sambil menjilat bulu ujung ekor yang melengkung, dia jawab, "Iya, tapi kenapa lama sekali?" "Heh, belum lama ju... Ini baru Dua hari.. tayu sa baru sampe di Palu." "Palu? Apa itu?" "Tempat tayu tugas too.. jauh dari sini. Harus pake pesawat terbang, Sonde bisa pake Giko. Langgar laut". Giko, adalah motor GL Pro yg kita biasa pake bajalan keliling Pulau Timor. Tiny hanya diam... Dia seperti lagi pikir sesuatu, atau mengantuk. Omong pesawat, ingat kejadian kemarin. Tanpa Tiny minta, beta cerita. "Lu tau, kemarin dulu lu pung tayu ketinggalan pesawat. Kita pi bandara, bandara su kunci gerbang" "Hah?" Tiny kaget dengar ini. "Iya, sampe kemaring kita keliling kota atambua cari bus. Travel, semua full" "Kasiaaaan, trus?" "Untung Ada terminal bayangan. Tayu dapa bis disana. Tiket, hotel yg dia su booking selamat" "Bae suuu, kasian e.." "Iya, kasian. Lebih kasian lagi... Waktu nae bus Nasional ke kupang, Ada penumpang yang duduk disamping tayu, muntah kena di tayu!" "Aduuu..." "Iya, sampe kena di tas juga" "Adu... Kasian dobel dobel tayu. Co beta Ada, pasti beta su cakar itu yang muntah" "Biasa sa tiny e..., lu pernah po'e di Tayu pung pangku to? Lu pung tai mencret, bau.." "Hehehe... Itu... Itu... Hehe..." . Perbincangan selesai. Tiny turun, cari makan, lalu tidur di ko'e pakean kotor. Ko'e adalah wadah anyaman daun gewang yang kami beli di pasar Lolowa. . @tayu_bandeamir #tinytinytini #sentimentaljourney (at Tini Atambua) https://www.instagram.com/p/ByhnfYvlOOl/?igshid=bafnqjf0wptm