Secara umum Standing Banner digunakan untuk mengiklankan produk di pameran dagang dan di depan toko. Baik itu Roll Up Banner, X-Banner, dan Y-Banner. Masing-masing sering menjadi alat penting bagi peserta ketika mengikuti acara pameran dagang.
Mendesain standing banner tidak jauh berbeda dengan mendesain poster atau materi promosi lainnya. Tetapi ada beberapa hal lain yang perlu diperhitungkan dan ditekankan. Lalu bagaimana membuat desain standing banner supaya menjual? Berikut adalah tipsnya.
1. Jangan Gunakan Microsoft Word atau PowerPoint
Desain grafis terbaik selalu menggunakan software desain yang tepat, supaya menghasilkan kualitas tinggi. Program berbasis bitmap (PhotoShop) maupun vektor (Illustrator dan CorelDraw), keduanya dapat digunakan. Namun program dokumen seperti Microsoft Word atau PowerPoint tidak dapat menghasilkan gambar berkualitas tinggi untuk desain banner. Oleh karena itu, harus dihindari dengan segala cara.
2.Taruh logo di bagian atas
Tempat yang paling awal di lihat setiap orang pada banner adalah bagian atasnya, secara sederhana begitu. Oleh karena itu, bagian atas dapat ditampilkan dengan logo perusahaan sebagai prioritas branding. Lalu diikuti dengan pesan utama yang menarik, supaya perhatian audiens yang melewatinya dapat tertuju ke situ.
3. Perhatikan arah dari atas ke bawah dan kiri ke kanan
Dari kecil kita sudah dibiasakan untuk membaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan. Audiens pun sama. Untuk itu, peletakan informasi di layout harus dioptimalkan dan masukkan hanya informasi yang relevan. Jadi gunakan teks seminimal mungkin. Namun harus tetap menarik, sederhana dan mudah dibaca.
Terutama bila dalam lingkup pameran dagang. Ketika standing banner ada di pameran, yang pertama adalah harus mampu menarik perhatian orang yang lalu lalang lebih dulu. Selanjutnya tim penjualan lah yang bekerja, informasi lebih lanjut dapat diberikan dari tim sales.
4. Menyeimbangkan estetika dengan fungsionalitas
Estetika adalah studi tentang bagaimana pikiran manusia menginterpretasikan sesuatu sebagai indah atau tidak. Bila Anda menginginkan audiens mengenali merek Anda, maka perlu memberikan sentuhan estetika pada desain Anda.
5. Menggunakan gambar berkualitas tinggi
Standing banner harus didesain dengan resolusi tinggi seperti 300dpi. Termasuk gambar, logo, dan elemen-elemen desain lain yang dimasukkan ke dalamnya. Jadi sebelum mengimpor gambar, Anda dapat memeriksa ukuran dan resolusi di software seperti PhotoShop. Karena gambar dapat berbicara banyak seperti halnya kata-kata. Ketika audiens melihatnya, gambar yang tepat dengan kualitas tinggi dapat langsung menceritakan apa yang ingin Anda sampaikan.
6. Taruh pesan utama setinggi mata
Penting untuk menaruh pesan utama dengan tinggi mata pada umumnya. Karena di sinilah probabilitas paling besar untuk menarik audiens. Misal dapat dengan memisahkan desain dengan menjadi tiga bagian. Lalu letakkan pesan utama bagian yang terdekat dengan tinggi mata dari tiga bagian yang dibuat.
7. Taruh informasi kontak di bagian bawah
Sebaiknya bagian bawah diisi dengan informasi kontak saja. Paling tidak menyertakan situs web perusahaan, nomor telepon, dan alamat email dengan ikon media sosial. Ini merupakan ide bagus untuk memastikan orang yang ingin menghubungi perusahaan memiliki cara untuk itu.
8. Hindari background yang ramai
Jika Anda ingin menggunakan gambar atau pola abstrak sebagai background utama pada standing banner Anda. Cobalah untuk memilih salah satu yang tidak terlalu ramai.
9. Gunakan font berukuran besar
Standing banner umumnya dilihat dari kejauhan. Jarak antara 5 kaki atau bahkan mungkin di seluruh ruangan. Jadi penggunaan font berukuran kecil harus dihindari untuk memastikan teks dapat dibaca dari jarak jauh.
Tips desain di atas dapat Anda terapkan pada saat anda cetak x banner, Roll Up Banner, Y-Banner, atau standing banner lainnya. Kendati banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan setiap materi promosi, tetapi bagian terpenting adalah desainnya. Inti dari desain yang menarik adalah kombinasi warna yang efektif, tipografi yang mudah dibaca, foto atau gambar produk yang jelas, titik fokus yang tepat, dan menghasilkan representasi visual yang kuat.
Tidak sedikit orang yang kurang memahami seluk beluk percetakan, sehingga setiap desain yang mereka buat sebagus apapun desainnya masih terdapat banyak kekurangan ketika akan proses cetak. Sebagai pihak desainer, mungkin kita harus banyak belajar tentang proses percetakan, disamping ilmu tentang seni yang kita tuangkan dalam karya grafis.
Syarat file yang sesuai untuk masuk ke percetakan adalah sebagai berikut :
Sertakan dua file artwork baik yang sudah di convert belum di convert.
Sertakan link dan jenis huruf yang digunakan dalam desain tersebut.
Periksa kembali semua file-file gambar yang disertakan dalam artwork. Semua sudah dalam keadaan di-link dan disimpan dalam satu folder, dan jika dibuka dikomputer lain, tidak ada elemen yang hilang atau tidak diketemukan link-nya. Pastikan link image memiliki warna proses CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Black) dan bukan RGB (Red, Green, Blue) karena warna RGB pada percetakan akan menghasilkan warna yang pucat atau warna yang tidak tajam, dan image memiliki resolusi 300 dpi.
Karya grafis yang akan dicetak itu dikerjakan menggunakan program grafis (seperti Adobe Indesign, Adobe Ilustrator, Freehand maupun Corel Draw) dan bukan program perkantoran (seperti Microsoft Office) karena tujuan akhir yang berbeda.
Tips :
Jangan mengaktifkan efek overprint jika tidak diinginkan, seperti penggunaan warna putih pada teks atau image yang berupa vektor, karena jika dioverprint maka tidak terlihat pada hasil proofan/ cetakan (hilang). Efek overprint hanya boleh digunakan pada teks hitam 100%, hal ini untuk menghindari proses cetak yang tidak register. Karena cetakan pada bagian teks yang berwarna hitam jika tidak register akan menghasilkan efek berbayang pada sisi bagian teks jadi berwarna sparasi dan bukan warna hitam teks yang diinginkan.
Pastikan dalam penggunaan warna untuk teks pada bagian isi materi (majalah/ buku/ brosure , dll) ada baiknya jangan berwarna sparasi (CMYK).
contoh jika yang di inginkan untuk teks ini berwarna hitam/ abu-abu, maka cukup gunakan satu warna hitam 100% dan warna hitam turunannya (abu-abu).