Tips Menulis Novel Tentang Diri Sendiri.
Apakah kamu memiliki kisah hidup yang luar biasa dan ingin mengetahui cara menulis buku tentang diri sendiri? Tepat! Sebelum itu apakah tujuan menulis tentang dirimu itu hanya untuk bacaan pribadi atau agar orang lain dapat mengenal sosokmu?
Menulis novel tentang diri sendiri merupakan sebuah proses yang agak berbeda dengan menulis novel tentang orang lain atau karakter fiksi buatan kamu.
Mungkin ...
Cerita ini akan menjadi warisan untuk anak-anak kamu atau arsip keluarga di masa depan. Pasti seru, apabila ada salah satu cucu kamu membaca cerita tentang kakek atau neneknya yang menginspirasi mereka.
Baik, berikut Tips Menulis Novel Tentang Diri Sendiri:
1. Mulai dengan Membuat Jurnal atau Diary.
Novel tentang diri sendiri tidak jauh berbeda seperti jurnal atau diary. Jika kamu ingin menulis novel tentang dirimu sendiri, mulailah dengan membuat jurnal pribadi atau diary yang dapat kamu gunakan sebagai media melatih diri.
Hal terpenting ketika menulis novel tentang diri sendiri ialah menjadi benar-benar jujur dan menggali bagian mendalam tentang diri kamu.
Tidak ada yang menginginkan buku tentang kamu yang semuanya cerah dan bahagia karena tidak terkesan seperti kehidupan nyata.
2. Tentukan Pokok Permasalahan dan Setting.
Tentu kamu harus tahu terlebih dahulu ingin mencerikan hal atau pengalaman seperti apa. Maka dari itu, tentukan pokok permasalahan serta latar tempat dan latar waktunya berada.
Pokok permasalahn yang kamu pilih akan menentukan siapa calon pembaca novel itu. Jika memang untuk konsumsi pribadi, pilihlah permasalahan yang mengubah hidup kamu. Jika itu untuk konsumsi publik, pilihlah yang related dengan pembaca.
3. Pilih Genre
Ada beberapa genre buku yang termasuk dalam genre nonfiksi, seperti memoar, koleksi esai, otobiografi, buku motivasi, dan banyak lagi.
Karena kamu sedang menulis buku tentang hidupmu sendiri, mungkin kamumerasa harus memasukkannya ke dalam genre "memoar", tetapi tidak selalu demikian.
Perbedaan utama antara memoar dan otobiografi ialah fokusnya.
Memoar berfokus pada satu momen tertentu, atau "memori" kehidupan seseorang, seperti sembuh dari penyakit, mengunjungi negara asing, atau mengadopsi hewan peliharaan khusus.
Autobiografi berfokus pada seluruh hidupmu dari awal hingga akhir—dari saat kamu dilahirkan hingga meninggal, atau setidaknya hingga momen dengan detail tentang pencapaian atau momen penting.
Autobiografi juga cenderung sedikit lebih faktual daripada kreatif, meskipun ada beberapa otobiografi yang ditulis dengan sangat baik yang diterbitkan.
4. Riset.
Terlepas dari bagaimana cara kamu memulai menulis kisah hidupmu, riset dapat membantu kamu dalam membangun ingatan agar dapat menciptakan cerita yang lebih lengkap dan menjadikan kamu sebagai penulis yang kredibel.
Kenangan tentu saja bisa berubah-ubah, dan kamu tidak selalu bisa mengingat sesuatu dengan benar, terutama jika kamu menulis tentang sesuatu yang terjadi bertahun-tahun yang lalu.
Riset bisa tampak seperti tugas yang menakutkan. Faktanya, dari semua riset yang akan kamu lakukan, hanya sebagian kecil saja yang akan masuk ke dalam ceritamu.
Berikut beberapa tips riset untuk menulis novel tentang hidup kamu:
Buat daftar kenangan atau fakta yang tidak 100% kamu ingat.
Tanyakan kepada anggota keluarga atau orang lain yang dekat dengan kenangan itu agar kamu bisa mendapatkan detailnya
Kutip beberapa ucapan yang mereka katakan ketika menjelaskan detail kenangan itu.
5. Tambahkan Spekulasi.
Gunakan "spekulasi" untuk mengisi kekosongan dalam cerita.
Berspekulasilah dengan kemampuan terbaik jika kamu tidak yakin dengan salah satu moment karena ingatanmu tentang peristiwa itu agak kabur.
Misalnya: mungkin, seingat saya, kira-kira.
6. Komitmen
Seperti yang dijelaskan di artikel “Panduan Menulis Novel”
modal utama menulis novel bukan hanya sekadar niat, ide, imajinasi, dan kemampuan merangkai kata. Menulis novel membutuhkan konsisten yang menuntut kamu mampu menumbuhkan komitmen sehingga terbiasa untuk tetap menulis.
Jangan hanya berkomitmen pada cerita kamu, berkomitmen juga kepada diri sendiri dan lakukan sesuatu agar dapat kamu capai.
Berkomitmen akan membuat kamu terbiasa untuk tetap menulis dan termotivasi.

















