Tabula rasa adalah film utama tour FFI, malang tanggal 21 november 2014. Bersyukur dapat kesempatan melihat dan bertemu langsung dengan Pemeran emak (Dewi Irawan), juga dapat menonton bersama kawan. Thank's God Its Friday
Tabula Rasa adalah sebuah suguhan foodporn yang lebih dari sekedar film kuliner yang mengajak para penontonnya untuk mengimajinasikan rasa dari aneka masakan-masakan Padang di lidah mereka lewat tata sinematografinya yang akbar, ataupun lewat proses penggambaran masakan tersebut yang disalurkan melalui dialog. Tabula Rasa juga bercerita mengenai sebuah keluarga yang menggantungkan hidup mereka pada masakan Padang, bagaimana masakan itu bisa mengubah hidup mereka masing-masing, dan bagaimana masakan itu bisa menjadi sentral dari segala permasalahan yang mereka hadapi dan sekaligus menjadi solusi untuk memecahkannya. Tidak hanya itu, sentuhan budaya yang kental, beserta dengan penampilan cemerlang dan logat yang terlatih dengan baik dari jajaran pemerannya juga tak hengkang dari racikan spesial Tabula Rasa yang membuatnya terasa begitu nikmat untuk diikuti. Alur yang disuguhkan Tabula Rasa memang tidak mendatangkan hal baru dalam genre film-film feel-good movie, mulai dari formulanya yang familiar, sampai perkembangan karakter-karakternya yang begitu-begitu saja. Dan Tumpal Tampubolon membuatnya semakin terasa kurang bumbu berkat pendekatakan yang dilakukannya cenderung bermain aman dan tampak takut untuk mengarahkan ceritanya keluar dari rumus dan templateyang sudah ada.
Kisah Tabula Rasa dimulai ketika Emak dan Natsir menemukan seorang remaja dari Papua bernama Hans yang tergeletak di tengah jembatan yang selalu dilaluinya ketika dia hendak berangkat ke pasar di pagi hari.
Karena kasihan, Hans kemudian diajak oleh Emak ke restoran Padang miliknya untuk mengenyangkan perut dengan masakan padang dan menghangatkan tubuhnya yang menggigil lewat kehangatan keluarga yang sudah lama tidak dirasakannya. Konflik dimulai ketika Uda Parmanto menolak kehadiran Hans karena situasi keuangan restoran Padang Emak sedang di ujung tanduk, belum lagi seorang pengusaha mendirikan restoran Padang yang lebih mewah di dekat situ. Di tengah ledakan konflik yang semakin hari semakin memuncak, masa lalu Emak yang kelam mulai terkuak, membuat Hans dan Natsir harus berjuang lebih keras untuk mempertahankan restoran Padang miliknya.
Overall, Tabula Rasa tetaplah sebuah suguhan film kuliner yang terasa lezat di lidah, dengan semangat kekeluargaan yang menghangatkan hati, sebagaimana sebuah masakan lezat sejati yang tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga mempengaruhi emosi dan perasaan anda.
Thanx panitia FFI, Lensa mata dan teman-teman Zico, SK09 dan BeBeCe











