Pada awalnya, "Gone Girl" tampaknya menceritakan kisah seorang pria yang mungkin atau tidak mungkin membunuh seseorang, dan begitu tertutup dan asing, bahkan orang-orang yang disekitanya bisa bertanya-tanya.
Sang suami namanya Nick Dunne (Ben Affleck). Dia seorang dosen dan penulis, Istrinya Amy (Rosamund Pike) menghilang suatu hari *5 Juli, kemudian Nick mendorong polisi setempat untuk membantu dan membuka kasus orang hilang yang menjadi penyelidikan pembunuhan setelah tiga hari berlalu tanpa kabar dari dia. Amy dan Nick tampak seperti pasangan bahagia. Potongan dari Amy buku harian kemudian dibacanya oleh Amy dan disertai dengan kilas balik, mengisyaratkan perbedaan di antara mereka, tapi tidak seperti yang tampaknya pada awal hubungan mereka. Dalam film ini kita dibuat percaya pada Nick saat menceritakan pada seorang detektif pembunuhan (Kim Dickens dan Patrick Fugit) yang menyelidiki kasus Amy? Kita dibuat percaya apa yang Amy katakan, melalui buku hariannya? Apakah mereka berdua berbohong? Jika demikian, untuk apa ???
Film ini menimbulkan pertanyaan-pertanyaan ini dan lain-lain, dan menjawab hampir semua dari mereka. Seperti film - film sebelumnya David Fincher baik Se7en atau Zodiac, film ini merupaka diadaptasi Novel Gillian Flynn berjudul Gone Gir.
Seperti melihat film atau membaca memento-morinya Jonathan Nolan, memahami Gone Girl tergantung pada pembalikan point-of-view. Setelah kamu mendapatkan key-scene, dari situ pula kamu memilih 2 orang itu untuk membela secara emosional saat menontonnya, dan lagi - lagi paradok dan sungguh relatif.
Film ini bisa dibilang metafictionally, memaksa penonton berpikiran melodrama yang benar-benar menggunakan kata "meta" ( dalam sebuah adegan dimana Nick dan polisi mendiskusikan bar, yang diberi nama The Bar, dalam subtitilenya ada tanda petik jadi cermati tanda petik di subtitlenya :| ). Hal ini mengikat banyak plot hole sebagai petunjuk tertutup dalam amplop yang ditandai "Clue."
Film dengan plot selangkah di depan penonton setiap saat, dan menipu kamu sekalian dengan alibi atau alasan - alasan pribadi mereka yang membuat simpati. Film yang sangat bagus dalam sub-genre Thriller "the preposterous thriller" di mana karakter dan perilaku kehidupan mereka seperti yang kita tahu, tapi apapun yang terjadi tetaplah memiliki nilai ke"benar"an, dan film fiksi yang sangat terstruktur.
Saya tidak mengatakan film ini benar-benar jenius dalam plotting secara seluruh meskipun sangat manipulatif atau setiap sentuhan dari sang sutradara yang secara perlahan membiuskan rasa empati-nya membuat kita saling berdebat siapa yang salah, sampai film ini selesai.















