Gambar ini beberapa kali muncul dan jadi pembahasan di beberapa grup Whatsapp yg berbeda hari ini. Ada yang bilang ini bukan tulisan seorang anak SD, ada juga yang bilang bisa jadi memang tulisan anak SD. Yang menilai ini bukan tulisan anak SD barangkali merasa tulisannya nggak sebagus ini kala dulu 😅. Terlepas dari siapa yang menulisnya, perspektif seperti ini memberi dualisme gambaran pendidikan terhadap kondisi saat ini. Orangtua biasa yang pesimis dan apatis cenderung akan mulai khawatir dan menilai jawaban soal ini menandakan bahwa anak mulai nyeleneh dan halu terhadap kondisi belajar daring saat ini. Sedangkan orangtua luar biasa yang optimis akan menilai anak secara positif terhadap jawaban yang kreatif tersebut. Karena dari jawaban yang diberikan justru bisa dijadikanjadi bahan untuk menggali ke anak dan alasannya mengapa menjawab demikian. Dan terlepas ini dari jawaban anak SD atau bukan, kalau melihat nilai 0 yang diberikan oleh siguru justru saya merasa prihatin, karena memberi nilai yang kurang bijaksana menurut saya. Sebab jawaban siswa atas soal itu seharusnya tidak menjadi ukuran untuk menentukan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal, melainkan sebagai ukuran terhadap kemampuan guru dalam menyampaikan pemahaman pada siswa terhadap suatu persoalan. #sekedaropini #trendingwag #belajardaring #sekolahdaring #dirumahaja https://www.instagram.com/p/CH0DPRnsXoA/?igshid=1mhua54pa08rq







