Terkadang, kondisi yang lebih baik bisa membuat kita (sadar ataupun tanpa sadar) berubah menjadi dzolim kepada orang lain, menganggap remeh dan rendah orang lain yang kondisinya dibawah kita. Dan terkadang kita tidak menyadarinya karena terhalang oleh ego dan ambisi ataupun obsesi kita untuk bisa jadi lebih baik dari orang lain. Merasa lebih besar, lebih tinggi, lebih kuat, lebih cepat, lebih mampu, lebih baik dibanding orang-orang yang kondisinya tidak lebih baik dari diri kita. Entah itu dalam hal ukuran badan, posisi jabatan atau kekayaan, merk atau jenis kendaraan yang digunakan, tingkat ilmu pengetahuan dan keahlian yang dimiliki, serta banyak hal lain yang biasa dijadikan ukuran keberhasilan seseorang untuk bisa merasa lebih baik di dunia ini. Kalau tidak percaya, coba amati saja bagaimana kebenarannya di sekitar kita. Dan adakalanya perasaan lebih baik yang memantik diri menjadi dzolim ini tidak hanya dilakukan kepada orang lain saja, bahkan bisa jadi tanpa sadar kita lakukan kepada anak, istri/suami dan keluarga kita. Mungkin hanya dengan senantiasa beristighfar dan muhasabah diri, dan selalu berusaha menggunakan hati dan nurani kita yang dilandasi dengan keimanan dalam setiap perbuatan, perkataan maupun pemikiran, sehingga kita dapat terhindar dari akhlak yang tercela lewat perbuatan dzholim dan biadab (tanpa adab) terhadap orang lain. sumber: anonim #selfreminder #nasehatidiri https://www.instagram.com/p/CoTf6qjP196/?igshid=NGJjMDIxMWI=