Wisata Ilmu di Kawasan Kars Dunia
Weekend kali ini aku berkunjung ke daerah Pracimantoro di sebelah selatan kota Wonogokil eh maaf Wonogiri. Tahun 2006 aku pergi ke daerah ini karena membaca di salah satu ulasan di koran Kompas. Akhirnya aku pergi kesana dan ternyata tempat tersebut masih dalam tahap pambangunan lebih tepatnya tahap finishing jadi aku belum bisa masuk kedalam, hanya bisa melihat sekeliling aja. Ini lah salah satu alasan yang membawaku pergi ke sini untuk ke dua kalinya. Yap semoga sudah bisa dikunjungi.
Tempat ini berada di Kawasan Kars Dunia. Aku mengunjungi Museum Kars Indonesia di Desa Gebangharjo, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri. Lokasinya berada di sebelah timur Kota Wonosari sekitar 30 km, di sebelah selatan Kota Wonogiri sekitar 40 km, dan di sebelah barat Kota Pacitan sekitar 50 km. lokasi tersebut dapat dicapai, baik dari Yogyakarta, Jawa Tengah, maupun Jawa Timur.
Setibanya disana, alhamdulillah museum sudah dibuka untuk umum walaupun di bagian depan gedung masih terlihat renovasi di beberapa bagian. Tapi sayangnya meskipun weekend gini, museum ini sepi pengunjung. Terlihat 2 orang pengunjung selain kami. Ternyata kesadaran akan ilmu pengetahuan di masyarakat masih sedikit sekali, mereka hanya memanfaatkan kecanggihan teknologi zaman dengan menggunakan internet. Jika kalian ingin mengunjungi museum ini pastikan jangan di hari Jumat, karena hari Jumat museum ini tutup untuk umum. Disini petugas museum hanya 3 orang, 2 bagian resepsionis dan satu lagi di bagian penjualan souvenir. Bagian dalam di museum sudah sangat bagus dan dapat dinikmati. Disetiap papan informasi tentang kars ada tombol yang dapat memutar cuplikan film pendek tentang informasi kars di dunia. Sangat informatif deh pokoknya.
Bagian samping gedung museum.
Di museum ini dibagi menjadi 2 bagian, yaitu di lantai 2 atas (pintu masuk) dan di lantai 1 bawah. Di bagian depan pintu masuk (lantai dua) untuk kategori Kars untuk pengetahuan (Karst for science). Di lantai dua ini banyak sekali informasi dan pengetahuan tentang penyebaran Kars di belahan dunia. Ternyata tidak hanya di Indonesia aja, di negara Eropa, Asia, Afrika, dan Amerika pun juga terdapat Kars atau batuan kapur. Kars adalah bentang alam atau raut muka bumi yang terbentuk pada batuan mudah larut, seperti batu gamping, dolomit, dan gipsum, melalui proses pelarutan oleh air yang bersifat asam. Kars berkembang di permukaan dikenal dengan eksokars dan di bawah permukaan dikenal dengan endokars. Endokars, adalah bentukan kars dibawah permukaan seperti sistem perguaan dan sungai bawah tanah. Di dalam gua terbentuk aneka hiasan atau ornamen gua seperti stalaktit, stalakmit, kolom, fowstone, dsb. Eksokars, adalah bentukan kars di permukaan seperti dolina, uvala, polje, lembah pelarutan, lembah kering, lembah buntu, masuknya sungai ke dalam tanah, serta aneka bangun bukit seperti kerucut, menara dan kokpit.
Setelah puas dengan lantai dua, kami turun ke lantai bawah untuk melanjutkan keliling museumnya. Dilantai bawah ini kategori untuk “Kars untuk kehidupan” ato “Karst for life”. Disini pengunjung akan dikejutkan oleh manekin manusia purba dan fosil fosil tulang manusia purba yang telah diawetkan. Jadi kars ini bisa dimanfaatkan untuk sebagai nilai ekonomi kehidupan sehari hari. Bentang alam kars dan gua yang memiliki nilai estetika, keunikan dan kelangkaan berpotensi dikembangkan menjadi obyek wisata. Gua di kawasan kars merupakan habitat burung walet sebagai sarang yang tepat akan meningkatkan nilai ekonomi. Batuan karbonat pembentuk kars merupakan bahan galian yang mempunyai nilai ekonomi beragam bagi aneka industri seperti semen Portland, kosmetik, kertas, cat, peleburan baja, pabrik gula, pertanian. Oiya, dilantai paling atas atau lantai 3, pengunjung bisa menikmati pemutaran film dokumenter tentang kars dunia di ruangan theater atau auditorium.
Disekitar museum ternyata ada pura yang dibuat oleh penduduk Bali. Pura ini dinamakan Pura Puncak Jagad Spiritual. Kata orang Bali pura ini digunakan untuk menyembah Dewa Matahari. Ada 109 anak tangga jika kalian ingin melihat pura ini. Seperti pura pura di Indonesia kebanyakan, pura ini berada di puncak bukit daerah Museum Kars Indonesia ini.
Disepanjang jalan menuju museum, kalian bisa menikmati kerajinan batu akik. Banyak batu batu cantik yang telah dipoles hingga mengkilap dan dijadikan perhiasan seperti cincin, kalung, bros, dsb. Disekeliling museum juga terdapat gua gua kecil. Kebanyakan gua ini tidak bisa dimasuki dan hanya bisa masuk sampai di mulut gua nya saja, tidak seperti Gua Gong atau Gua Tabuhan di Pacitan.
See you at my next story.