"Kita selalu bisa memilih bersabar atau marah. Bersyukur atau ingkar. Bahkan saat situasi nya memang menyakitkan, boleh jadi ada kebaikan disana."
Wallahualam Bissawab.

祝日 / Permanent Vacation
he wasn't even looking at me and he found me
tumblr dot com
🪼
Monterey Bay Aquarium
YOU ARE THE REASON

@theartofmadeline
ojovivo
Sweet Seals For You, Always
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

❣ Chile in a Photography ❣

Janaina Medeiros
almost home
Mike Driver
Peter Solarz

if i look back, i am lost

Origami Around

ellievsbear
Game of Thrones Daily
we're not kids anymore.
seen from United States

seen from Japan
seen from United States
seen from Malaysia

seen from Germany
seen from United States
seen from Argentina

seen from Netherlands
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Singapore
@alfanwibi
"Kita selalu bisa memilih bersabar atau marah. Bersyukur atau ingkar. Bahkan saat situasi nya memang menyakitkan, boleh jadi ada kebaikan disana."
Wallahualam Bissawab.
Aku tidak mengerti, kenapa banyak orang baru merasa puas setelah melihat orang lain berada di bawah mereka? Seolah bersyukur berarti harus selalu membandingkan hidup. Seperti nya kita keliru dalam membedakan antara bersyukur dan merasa lebih baik dari orang lain.
Perihal bersyukur itu bukan dengan membandingkan kondisi keadaan seseorang, namun lebih kepada refleksi diri–sudah sampai mana pencapaian kita.
Ia adalah perasaan senang, legowo disaat sedang kesulitan maupun saat lapang.
Terkadang bukan membedakan hidup orang namun lebih kepada kita tidak boleh menyerah, "coba liat, mereka sebenernya punya masalah yang lebih berat daripada kita. Tetapi mereka masih semangat dan tetap tersenyum." Kadang kalimat itu bisa menyelamatkan hidup seseorang.
Tidak perlu jauh-jauh, bahkan disetiap pagi kita masih diberi kesempatan untuk bangun dari tidur itu termasuk nikmat yang harus disyukuri.
Ruang Sabar
Suatu saat nanti pasti merasakan betapa manisnya buah dari kesabaran.
Apa sabar itu sulit? Ya. Menurutku sabar itu sulit dilakukan. Mungkin karena sulit itulah sabar disebut sebagai keutamaan besar jika kita mampu melakukannya.
Memang berat karena harus mampu dan berusaha untuk
LIANA & SYARIF
Sederhana saja ya Allah, aku hanya ingin menjadi tulang punggung yang kuat, dalam menghadapi semua ujian hidup yang engkau berikan, maka dari itu sehatkanlah badanku dan pertebal lagi rasa sabarku.
Yang terhebat dari waktu adalah karena ia terus berputar secara sederhana
"Rejeki itu tidak selalu tentang materi, bagiku dipertemukan dengan kamu itu lebih dari rasa syukur aku"
Tetaplah sederhana, mengapa? Karena ketika kamu sederhana pasti kamu akan peka. Dan tetaplah berbudaya dalam artian cara berpikir, karena ketika kamu berbudaya maka kamu akan harmoni.
SAKSI BISU YANG LEKANG OLEH WAKTU
Udara pagi yang panas menyentuh kulit saya, selayaknya udara pesisir, ia lembab, membawa uap air laut, berhembus dengan hangat. Waktu di gawai menunjukkan pukul 7.40 pagi. Seorang Pegawai Jawatan Kereta Api mengumumkan kepada para penumpang kereta api bahwa Kereta Probowangi akan tiba di Peron Jalur 3 dengan pengeras suara diiringi oleh irama stasiun yang khas di benak kita. Saya beranjak dari kursi ruang tunggu dan segera berjalan menuju Peron.
Saya, Ibu, Bapak. Kami bertiga bertolak dari Stasiun Probolinggo menuju sebuah kota dimana kota tersebut adalah kota yang menyimpan banyak memori di ingatan Bapak saya. Perjalanan kami tempuh selama kurang lebih 2 jam. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, kami selalu ke kota ini dengan mengendarai kendaraan roda 4, namun dengan perkembangan jumlah kendaraan yang begitu pesat sehingga berdampak menimbulkan kepadatan dan kemacetan di jalan maka kami menggunakan moda transportasi massal yaitu kereta api.
JALA NELAYAN TURUT MENYADARKAN KITA
Sore itu saya sedang bersama adik dan ibu hendak jalan-jalan sore di Kota Probolinggo, kala itu sedang dalam suasana lebaran idul fitri jadi kami sekeluarga pulang kampung di kota ini.
Singkat cerita kami memutuskan untuk pergi ke Pelabuhan, jika ditarik ingatan kembali sudah lama kami tidak pergi kesini, terakhir kali kami kesini sekitar 5 tahun lalu karena ingin membeli beberapa ikan laut yang nantinya akan di bakar di rumah nenek dan dinikmati bersama saudara dan keluarga besar disana. Sembari membeli ikan, kami juga menikmati suasana sore hari di Pelabuhan ini.
Kamu di Zona Waktumu
Kamu di zona waktumu. Tidak ada yang terlambat, tidak ada yang terlalu cepat. New York lebih cepat 3 jam daripada California tapi tidak berarti California lebih lambat atau New York lebih cepat, keduanya bekerja sesuai zona waktunya masing-masing.
Seseorang masih sendiri, seseorang menikah dan menunggu 10 tahun untuk memiliki momongan. Ada juga yang memiliki momongan dalam setahun usia pernikahan.
Seseorang lulus kuliah diusia 22 tahun, tapi menunggu 5 tahun untuk mendapatkan pekerjaan. Yang lainnya lulus di usia 27 tahun dan langsung diterima bekerja.
Seseorang menjadi CEO di usia 25 tahun dan meninggal di usia 50 tahun, yang lain menjadi CEO di usia 50 tahun dan hidup hingga 90 tahun.
Seseorang belajar mengaji sejak SD namun wafat saat usia 40 tahun, dan yang lain baru belajar membaca Al-Quran di usia 63 tahun tapi mampu membacanya hingga usia 95 tahun karena dikaruniakan kepadanya usia yang panjang dan berkah.
Setiap orang bekerja sesuai zona waktunya masing-masing, seseorang bisa mencapai banyak hal dengan kecepatannya masing-masing, bekerjalah sesuai zona waktumu.
Kolegamu. teman-temanmu, adik kelasmu mungkin tampak lebih maju, mungkin yang lainnya tampak berada di belakangmu.
Setiap orang di dunia ini berlari di perlombaannya sendiri, jalurnya sendiri, dalam waktunya masing-masing.
Tuhan punya rencana berbeda untuk masing-masing orang, dan juga waktu yang berbeda untuk setiap orang.
Jangan iri kepada mereka atau mengejeknya, Itu zona waktu mereka. Kamu pun berada di zona waktu mu sendiri, kamu tidak terlambat, kamu tidak terlalu cepat, kamu sangat tepat waktu.
Pada akhirnya,
Tetaplah mengejar keberkahanNya agar sampai pada muara kebahagianNya di surga.
Kamu di zona waktumu, yang kamu perlukan hanyalah satu, Kesungguhan untuk sungguh-sungguh sempurnakan ikhtiarmu dengan doa pada sang pemilik kehidupan. Allah ta’ala.
Tabik.
Jadi konsepnya klien pas neduh eh kepikiran buat recreate foto cover drakor.
Elisa & Darma
Bonus image:
This all images capture by Sony a7ii and lensed by 28mm f2 and 50mm f1.4
I use my personal Lightroom Preset and you can have it too by click on this AW Preset. For any inquiries dm me on my instagram
Tabik.
Keseruan Instameet Awal Tahun 2023
Kepadamu dulu aku jatuh cinta. Menanam asa bisa bersama sepanjang usia. Saat itu engkau ditepian kota. Aku masih sendiri. Kau sudah jadi miliknya.
Terimakasih atas segala rasa. Pada hari itu pun aku turut bahagia. Karena aku selalu tahu, menyukaimu bukan berarti selalu memilikimu.
Ga ada yang namanya kebetulan, akan selalu ada alasan kenapa kamu ketemu sama seseorang. Entah kehadirannya mengubah hidup kamu ataupun sebaliknya. Jadi suatu saat kalo berpisah dijalan, artinya tugas kamu udah selesai dan ga ada yang perlu disesalin.
Kadang kala tidak semua orang akan mengerti bagaimana beratnya harimu, bagaimana kecewanya hatimu, bagaimana beratnya menghadapi segala macam bentuk penderitaan dan cobaan itu.
Teruntuk diri, percayalah bahwa Tuhan itu Maha Baik, segala masalah hadir tuk membuatmu terbentuk. Wis gakpopo.. kalaupun tidak untuk mendewasakan, setidaknya memberi pelajaran.
Bertahanlah lagi, lalu di jalani dengan ikhlas hati, hingga pada akhirnya hal-hal baik akan turut mengikuti.
Tabik.
Menjadi Baik
Apa yang kita anggap buruk bisa jadi itu baik untuk kita, apa yang kita anggap baik bisa jadi itu buruk untuk kita. Karenanya, belum tentu yang tidak enak yang terjadi pada kita itu merupakan keburukan. Juga, belum tentu sesuatu yang enak yang terjadi pada kita itu merupakan kebaikan.
Kalau Tuhan sudah berkehendak, kita pun hanya bisa menerimanya? Apakah yang terjadi itu sesuai dengan kemauan hati atau tidak, apakah yang terjadi itu merupakan sesuatu yang kita anggap mengenakkan, kalau memang sudah mejadi ketentuan-Nya, kita pun hanya bisa menerimanya.
Kemudian, apa sajakah yang tidak mengenakkan itu? Sesuatu yang tidak mengenakkan itu bisa berupa: Tidak diperolehnya apa yang kita maui, terjadi kegagalan, disakiti orang, dikhianati orang, dihina orang, dan lain sebagainya.
Lalu, apa sikap kita terhadap sesuatu yang tidak mengenakkan yang menimpa? Kita harus mengerjakan sesuatu supaya ketidakenakkan itu tidak membawa efek yang negatif untuk kita.
Pahami bahwa tidak setiap apa yang kita maui akan kita dapatkan. Pahami bahwa kegagalan merupakan sesuatu yang umum terjadi. Pahami bahwa pada saat kita berinteraksi sosial bisa jadi terjadi sesuatu yang menyakitkan. Pahami bahwa saat kita berinteraksi sosial kadang memang membutuhkan kesabaran.
Sehingga, jangan karena apa yang kita maui tidak kita peroleh, kita kemudian menjadi orang yang tidak baik. Jangan karena tersinggung, kita kemudian menjadi tidak mau mengerjakan sesuatu yang bermanfaat. Jangan karena interaksi sosial yang tidak mengenakkan dengan seseorang yang sudah dikenal baik di masyarakat, kita kemudian membenci suatu kebenaran.
Ingatlah dengan komitmen-komitmen untuk tetap dengan kebaikan. Ingatlah dengan komitmen-komitmen untuk tumbuh menjadi orang yang semakin baik. Ingatlah dengan komitmen-komitmen untuk sudah tidak lagi mau mengerjakan keburukan-keburukan. Ingatlah dengan komitmen-komitmen untuk tidak mau berputus asa.
Jangan baperan, apa-apa dibawa ke perasaan. Toh bisa jadi orang yang menyakiti kita tidak ada maksud untuk menyakiti. Dia bisa jadi hanya bercanda atau iseng ngerjain kita.
Sangat baik bila kita pandai-pandai menghibur perasaan kita yang terluka. Sehingga, tidak berada pada sakit hati yang berlarut.
Bila kegagalan menimpa kita, kita harus bisa menerima kegagalan tersebut. Kita bisa mencobanya lagi kalau memang masih ada kesempatan. Kalau memang sudah tidak ada lagi kesempatan, memang keberadaannya selama-lamanya?
Jangan menjadikan kehidupan ini menjadi buram karena sesuatu yang tidak kita peroleh. Tetaplah komitmen dengan kebaikan serta tetaplah dengan komitmen untuk semakin baik, meskipun terkadang ketidakenakkan menimpa.
Tabik.