Langit di banjiri bintang malam itu, dingin di selimuti dengan memori indah lampau. Subuh di bulan julai, dua puluh tujuh tahun silam lahir aku dari rahim seorang wanita bernama ibu. Hijrah beliau dari sosok gadis mungil yang lucu menjadi seorang wanita tegar yang menjadi madrasah pertama mendidik ku. . Cintanya tulus tak pernah mengurang. Mengangkat sumpah menjaga dan menyayangi demi Allah. Di setiap waktunya tak pernah putus merantaikan doa doa ke langit buat anak anaknya. . Terlalu banyak yang terukir dalam kehidupan sejak dulu ada yang memberi rasa senang juga bahagia. Ada masa mata mengalir air bahagia juga perih menikam jiwa hingga gementar resah bercampur tak terhitung. . Namun tanpa lelah ibu ikhlas menuntun tika sedih dan bahagia mendatang. Tak pernah juga jemu berlama lama di sejadah memberi waktunya mendoakan supaya bahagia sentiasa memeluk erat di setiap langkah kaki ini melangkah. Sungguh bahagia ini kepunyaan mu hasil rantaian doa indah mu buat kami yang masih belum bisa membahagiakan mu. . Ibu dia ratu hati dan tak akan pernah berubah sedikit pun. Oktober dua ribu lapan belas @dianyunipratiwi #serdaduaksara #muslimahwriteprenur #kelasmenulis #aksarahilang #tugasankedua #kakakCactus https://www.instagram.com/p/BowiQPhAWb_zoEHEWrnaVNQthqsYzGpzNXat7M0/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=eoo97h1pzi1n














