Hanya Sekedar Mimpi
Aku yang sudah ingin menjauh darimu, kini tertarik kembali dalam zona-mu.. Malam yang sendu.. Sendirian di kamar sambil mendengar lagu-lagu galau yang menghujam jiwa yang lemah ini.. Sepertinya kamu tidak lelah-lelahnya ya untuk datang kembali ke dalam perasaan yang fana ini.. Banyaknya aktivitas, rasanya masih sulit menyingkirkan segala sesuatu tentang kamu..
Ya tentang kamu.. Pertemuan kita sesungguhnya sudah diatur dengan seksama oleh kuasa sang pencipta. Berawal dari sebuah acara berbuka bersama bahkan harus tampil bersama pada saat itu, hingga saat ini bisa sekampus, yang tak jarang harus menghabis kegiatan bersama lagi... Langkahku untuk menjauhimu bukan tanpa alasan.. Perasaan yang fana ini selalu saja menghantui jiwa yang lemah, hingga akhirnya kau selalu muncul dalam setiap momen mimpi indahku..Namun, Kenapa?
Ingin rasanya.. Aku mengatakan yang sejujurnya.. Tapi untuk apa? Aku yang tak ingin kembali menyakiti diri sendiri lebih memilih memendam asa untuk berkata, walau pada setiap momen yang tercipta menciptakan sensasi kerinduan akan kejadian itu.. Kamu tahu, kenapa begitu? Aku hanya ingin menjadi seorang yang berbeda dengan ayah-ku, terutama tentang masalah cinta.. Dan ini merupakan caraku untuk memahami dirimu..















