21 tahun sudah usiaku. Rasanya masih tak menyangka, bahkan aku beranggapan bahwa aku belum cukup dewasa. Untuk membuat orang tua bangga pun aku belum mampu. Banyak mimpi-mimpi yang masih menggantung, belum bisa aku untuk mencapainya. Hhmm.. sekilas teringat 8 tahun yang lalu. Disaat kami masih utuh. Tahun ini tak ada pesan ucapan beliau. Ahh sudahlah, mungkin beliau sedang sibuk. Lupakan soal itu..
Tahun ini begitu spesial, kamu tahu kenapa?
Karena ini merupakan tahun pertama yang aku rayakan dengamu. Rasanya luar biasa menyenangkan.
Oh iya malam tadi kau menipuku. Aku menunggu kabar, tapi tak kunjung tiba. Khawatir? Iya, pasti. Sebel? Sedikit sih. Karena memang kau tak pernah biasanya. Hhhh..
Rupanya dibalik siasatmu malam itu ada sesuatu yang ingin kau sajikan untukku. Sebuah kejutan kecil nan sederhana, namun begitu istimewa. Speechless.. Hhhh, aku bahkan tak lagi tahu harus mengekspresikannya seperti apa. Kali ini kejutan mu berhasil sayang. Kau berdiri dengan kue dan lilin yang sudah disiapkan untuk menunggu ku tiba dan membuka pintu kamar. Aku nyalakan lampu yang padam, terlihat beberapa pemberian darimu sebagai kado ulang tahunku. Aku sangat menyukainya dan ini diluar dari ekspektasiku. Terima kasih. Walaupun harus dirayakan tanpa kehadiran 1 orang sahabat rasanya memang kurang, tapi aku tetap menikmati ini semua, aku bahagia sayang.
Tuhan, ijinkan aku untuk memutar waktu kembali walau hanya satu detik. Lalu berhentikan lah waktu pada saat itu juga. Biar aku bisa lebih berlama-lama. Hhhh..
Terima kasih sayang untuk sebuah persembahan kecil darimu.