Dearly......
Jadi begini.... hari ini sempat tercengang. Emmmh ga terlalu tercengang juga sih. Masih dalam batas toleransi. Jadi that arn tersuspek bersama yang tak perlu disebutkan. Disini aku jadi introspeksi diri sendiri, who am i? Is beauty by look matter enough? Is there anyone who will see the inner beauty? Well, even I my self dont know if I have my own inner beauty haha Jadi sadar aja sih, bahwaperlu banyak hal yang aku perbaiki. Banyak hal yang perlu aku pelajari. Tujuanku untuk jadi pribadi yang lebih baik. Lebih baik di mata Allah swt. Sebab, mata manusia punya perspektifnya masing-masing. Ketika aku bilang, aku akan lebih cantik ketika aku kurus, ketika aku putih, ketika aku tak lagi berjerawat, ketika kulit tak lagi berminyak. Seberkas rasa, beranggapan bahwa nampaknya aku salah dengan harapan-harapan itu untuk terlihat indah di mata manusia. Meskipun, seberkas lainnya aku merasa..... perlukah aku menjadi demikian untuk dapat mengolah rasa ini? (Eaaaaaa alay kali kah awak?) Yang jelas, dengan sedikit atau banyak nafsuku, aku maish ingin terlihat mengagumkan di mata manusia, namun akan kucoba perlahan untuk mulai tidak perduli dan menampik itu semua. Sebab, setitik rasa lainnya, mengharapkan akan ada manusia yang entah siapa, dapat merasakan kekagumannya terhadap diriku meskipun dengan aku yang seperti begini. Aku yang apa adanya. Terima kasih pada Allah, yang dengan dermawannya selalu menutup aibku dair orang lain. Sebab mungkin saja, orang yang tak kuharapkan merasa kagum padaku dan menganggap aku pribadi yang baik dari hanya mendengar ceritaku. Maha Besar Allah! ---------- If it supposed to be mine, then it would be. But if it is not, then it wouldn't. May Allah give the best for me. Amiin 😇








