Thanks for All... Makasih buat doa2 kebaikan dari semua, jazakumullahu khayran... ⠀ ⠀ ⠀ ✈ See you Turkiye... ⠀ With Love, #muzammilhb 💓 @soniaristanti ⠀ ⠀ ⠀ *Video ini special krn direquest lgsg sama master Ust. @hanan_attaki, Lc 😎 ⠀ #HalalCouple #HoneyMoon #UdahNikahAja (at Soekarno Hatta International Airport - Terminal 2D International Departure)
BINGGUNG serahan mau kasih apa?? Untuk kamu yang belum nikah ! Beli aja sepaket Produk ini dapat 10 jenis produk, bisa dijadikan mahar atau seserahan. 😁😊 Cek bio n Follow @shannen.agency @shannen.agency @shannen.agency https://s.id/info-shannen https://s.id/myshannen-id #UdahNikahAja #kosmetik #kecantikan #woman #wanita #makeup #glowingface #face #shannenid #beauty #beautyproducts #makeup #lips #lipstick https://www.instagram.com/p/B1zrEKdlbdt/?igshid=11cp3zp65gbpu
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Salam sejahtera untuk semuanya.. 👐🏻 . Kami ingin mengucapkan terimakasih yang tak terhingga teruntuk semuanya.. atas waktu, tenaga, dan materi yang sengaja diluangkan untuk kami. ☺️ . الْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْ acara perikahan kami pada 13 & 14 April 2018 berjalan dengan penuh bahagia. 🤗 . Terimakasihbanyak ntuk titipan yang diusahakan, kado yang begitu bermanfaat, juga bait-bait doa yang terlantun indah, semoga اَللّهُ ijabah.. 😇 Dan mudah-mudahan Tuhan yang Maha Baik membalas semua kebaikan ini yang tak bisa disebut satu persatu. 🙏🏻 . Kami sekeluarga mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada salah & ketidaksempurnaan. 😊 . . Fully love, Septiansesco & Istri. . . . #Sesco #TellingStoriesInPhotos #SahlaDanSeptianMenikah #UdahNikahAja (at Murugan)
Mau bahas ini tapi belum ada waktu. Semoga bisa meluangkan waktu untuk sekedar mengingatkan diri bahwa ada kewajiban “menyampaikan” hal ini ke sahabat-sahabat tersayang yang masih menunggu kepastian hubungan dengan para pasangannya.
Hei hei saya baru saja membaca bacaan yang sangat bermanfaat sekali dari postingan Bang Darwis (lagi). Heheheh emang sih ya salah satu keisengan saya itu ya rajin menyaba pagenya bang Darwis itu.. Di postingan kali ini Bang Darwis, dengan bahasa mudah dicerna dan langsung menampar pembacanya biar cepet-cepet sadar dari ilusi tingkat tinggi, mengajak kita agar kita yang masih single ini bebenah diri untuk menghadapi perasaan dan perasaan yang katanya mah bikin galau mulu -____- Baiklah, sila disimak :)
***
Saya akhirnya menulis tentang ini, sebenarnya akan lebih baik jika kalian berproses menemukan pemahaman ini, proses yg kelok-kelok, terjaga, penuh kehormatan, selamat tiba di ujungnya. Itu akan lebih spesial, membekas, lantas mengenang semuanya sambil tertawa, ah, dulu ternyata semua itu lucu ya. Tapi baiklah, karena page sy ini persentase anggota remaja hingga usia 22-nya tinggi sekali, dan jika sy tdk hati2, malah bisa salah paham, ada yg seolah2 mendapatkan pembenaran, maka akan sy rangkum beberapa poin penting urusan perasaan menurut versi tere liye (yg akan kalian jumpai paralel konsepnya dgn di novel, buku2).
1. Jatuh cinta itu manusiawi. Urusan perasaan, urusan membolak-balik hati itu adalah milik Allah. Boleh jatuh cinta? Ya boleh, tidak ada ulama dari mazhab manapun yg melarang jatuh cinta lawan jenis, mengharamkannya. Apalagi, duhai, seperti terjatuh, kita tdk pernah tahu kapan jatuh cinta itu terjadi. Tiba2 perasaan itu sudah mekar tak berbilang.
2. Lantas, kalau kalian jatuh cinta, so what? Nah, ini bagian yg menariknya. Kalian mau menyatakan perasaan itu? Lantas so what? Kalian mau dekat2 dgn seseorang itu? Kalian mau telpon2an, tahu dia sedang apa, apakah bisulnya sudah sembuh, apakah panunya tidak melebar, apakah konstipasinya sudah hilang, sudah bisa ke belakang? Kebanyakan di usia remaja, hingga 20-an something, lantas kemudiannya ini yg tidak jelas. Pacaran? Tidak pacaran? Langsung menikah?
4. Tapi saya harus bilang agar lega, bagaimana dong? Ya silahkan saja kalau mau bilang. Tapi camkan ini baik2, cinta sejati adalah melepaskan. Catat itu baik2, tanyakan pd pujangga kelas dunia, hingga pujangga amatiran narsis tere liye, semua bersepakat, cinta sejati adalah melepaskan, lepaskan dia jauh2, maka kalau memang berjodoh, skenario menakjubkan akan terjadi. Jadi? Kalau kalian belum jelas so what-nya, lantas kemudian mau apa setelah bilang, maka mending ditahan, disimpan dalam hati. Tuhan itu mendengar, bahkan desah tersembunyi anak manusia di pojok kamar paling gelap, paling sudut, di salah-satu kampung paling terpencil, paling jauh dari peradaban, paling tdk ada aksesnya. Jodoh itu misteri. Kalau nggak pakai usaha, nanti nggak dapat, gimana dong? Tentu saja usaha, tapi bukan dengan pacaran. Usaha terbaik mencari jodoh adalah: dgn terus memperbaiki diri. Nggak paham, kok malah aneh, malah disuruh memperbaiki diri. Ya itulah, dalam banyak hal, kalau kita nggak nyambung, memang nggak ngerti. Misalnya, banyak orang yg mikir kalau mau dapat ikan itu harus mancing di sungai. Padahal sebenarnya sih, kalau mau ikan, ya tinggal pergi ke pasar ikan. Lebih tinggi kemungkinan dapat ikannya--asumsinya punya uang.
5. Tapi apa salahnya pacaran? Boleh2 saja dong? Saya justeru merasa lebih semangat, lebih kreatif, lebih apa gitu setelah pacaran? Nah itu dia, kalian benar2 menyimpan bom waktu jika meyakini pacaran itu memberikan energi positif. Pacaran itu bentuk hubungan, dan sebagaimana sebuah bentuk hubungan antar manusia, posisinya rentan rusak, gagal, dan binasa. Boleh jadi betul, riset canggih akademik membuktikan orang2 pacaran bisa memperoleh motivasi baik, tapi saya, tidak akan memilih menggunakan 'pacaran' sbg sumber energi, mengingat sifatnya yg temporer sekali. Mending sy milih kekuatan bulan, jelas2 bulan itu sudah ada milyaran tahun, pacaran paling mentok hitungan jari tangan bertahannya.
6. Baik, baik, lantas kalau tidak boleh pacaran, gimana dong? Kongkretnya apa yg harus sy lakukan? jawabannya mudah: Tidak ada yg perlu dilakukan. jatuh cinta, alhamdulillah, itu berarti tanda kita normal. lantas? Biarkan saja. Sibukkan diri sendiri dgn hal2 positif, isi waktu bersama teman2, keluarga. Belajar banyak hal, mempersiapkan banyak hal. Hanya itu. Nggak seru, dong? Lah, memangnya kalau pacaran seru? Paling juga cuma nonton ke manalah, pergi kemanalah. Pacaran itu seolah seru, karena dunia telah menjadi etalase industri entertainment. Pesohor2 menjadi teladan--padahal akal sehat siapapun tahu itu bahkan rendah sekali nilainya. Dari jaman batu, hingga kelak dunia ini game over, pegang kata2 saya: menghabiskan waktu bersama orang tua, kakak, adik, teman2 terbaik selalu paling seru. Apalagi jika ditambah dgn terus belajar, produktif, dsbgnya.
7. Lantas bagaimana sy melewati masa2 galau ini? Lewati seperti kebanyakan remaja lainnya. Lurus. Boleh kalau kalian mau menulis diary tentang perasaan2 kalian. Boleh galau menatap langit2 kamar. Boleh cerita2 curhat sama teman dekat dan orang tua. Boleh, tapi ingatlah selalu perasaan itu punya kehormatan. Kalian pasti sebal kan lihat teman sekelas yg tiba2 datang ke sebuah pesta ultah (padahal dia tidak diundang), sudah tdk diundang, makannya paling banyak, teriakannya paling kencang, paling gaya, norak, tidak tahu malu. Nah, ada loh--bahkan banyak-- orang2 yg tdk sadar kalau dia sebenarnya juga norak dan tidak tahu malu dalam urusan perasaan. Ya, kita sih kadang tdk merasa kalau sudah genit, ganjen, lebay. Sy tahu, istilah menjaga kehormatan perasaan ini boleh jd susah dipahami, tapi itu nyata, orang2 yg bisa menjaga perasaannya, maka se galau apapun dia, sesengsara apapun dia menanggung semua perasaan, besok lusa, kemungkinan untuk tiba di ujungnya dgn selamat akan lebih besar. Jangan coba2 berdua2an, jangan coba2 pergi kemanalah hanya berdua, bergandengan tangan, dsbgnya. Itu benar2 menghabisi kehormatan kalian.
8. Nah, bersabarlah. Tunggu hingga kalian memang telah siap. Jika sudah yakin, silahkan kirim sinyal2, menyatakan perasaan, lantas silahkan libatkan orang tua. Btw (masih ngeyel), tapi banyak juga orang2 yg menikah tanpa pacaran bercerai, kok. Dan sebaliknya, orang2 yg pacaran malah langgeng? Itu benar. Sama benarnya dgn banyak orang2 yg mabuk2an, ngobat, tetap saja umurnya panjang. Eh, ada tetangga, alimnya ampun2an, malah meninggal lebih dulu. Harusnya kan kalau mereka melanggar peraturan, langsung ada petir menyambar. Menikah, membina keluarga, langgeng atau tdk, bahagia atau tidak, boleh jadi tdk ada korelasinya dgn pacaran atau tidak. Kita mungkin tdk pernah tahu misteri ini, tapi dengan menjalani prosesnya dgn baik, mengakhirinya dgn baik, semoga fase berikutnya berjalan dgn baik.
Sy konsen sekali masalah pacaran ini, karena sy tdk ingin kalian menghabiskan masa2 penting kalian utk urusan perasaan yg sebenarnya di usia kalian tdk penting2 amat. Dan sy harus bilang, orang2 yg paham, mengerti benar bahwa pacaran adalah pintu gerbang pergaulan bebas. Itu mengerikan. Masa' kalian mau dekat2 dengan pintu yg ada tandanya 'pergaulan bebas'. Saya bisa menjaga diri kok, tenang saja. Well, rasa2nya tidak ada orang di muka bumi ini, di zaman sekarang, yg bisa bilang dia sempurna bisa menjaga dirinya. Kalau bisa, maka setan akan gigit jari. Sy membuat beberapa novel tentang perasaan, semoga itu bisa menjadi salah-satu alternatif kalian memahami beberapa poin di atas, hidup ini memiliki batasan2 yg tdk bisa dilanggar, bahkan sekuat apapun cinta tsb. Selalu ambil sisi positif dlm cerita2 tsb, lihat dr sudut pandang berbeda, maka boleh jd kalian akan menemukan pemahaman baru yg baik. Bukan sebaliknya, mengambil yg bisa memberikan argumen buat kalian--karena namanya novel, tentu sj sy harus memasukkan tokoh2 buruk, jahat. Sy juga menumpahkan banyak postingan soal ini, konsen saya. Sy benar2 tdk bisa melakukan hal yg lebih kongkret dalam urusan ini, selain dgn tulisan2. Tapi itu hanya tulisan2. Itulah kenapa sy sangat menghormati guru2, orang2 dewasa, orang tua di sekitar remaja yg lebih kongkret, secara terus menerus menanamkan pemahaman itu ke remaja2 mereka. Dan di atas segalanya, yg akan membuat itu berhasil atau tidak, adalah kalian sendiri. Mari kita janjian, yuks, hari ini, 13 September 2012, maka dua puluh tahun lagi, 2032, kalau umur kita panjang, dan kalian masih ingat postingan ini, kenanglah kembali masa remaja, masa usia 20-an something kalian. Rasa2nya sy bisa menebak, kalian akan nyengir mengingatnya. Boleh, nanti tiba2 mengirimkan email ke saya, Bang tere, sy masih ingat postingan 20 tahun lalu itu--asumsi sy masih ber narsis ria di mana2. Dan Bang tere ternyata salah. Boleh. Atau kalau sebaliknya, tentu saja boleh, kirim email, bilang, ternyata Bang tere benar.
***
Heheh sudahkah kalian menyelesaikan tulisan tersebut? bagaimana perasaannya? berasa ditampar ditabok bolak balik gak? Apaahh? belom ngerasa juga, masih ngerasa kalo pacaran itu baik-baik saja? oh well, dear... Entah bagaimana caranya memberitahu kalian dengan cara sebaik-baiknya. Saya, dulu juga demikian. 2 tahun lalu. Iya 2 tahun lalu saya juga pernah mengalami masa-masa itu. Pacaran. Tapi itu cukuplah jadi masa lalu yang cukup hanya untuk dikenang buat saya. Saya ternyata diingatkan oleh sekitar dan Allah senantiasa melindungi saya dari bahayanya akibat yang mungkin saja bisa ditimbulkan dari pacaran itu. Jika kalian masih kekeeuh ingin melanjutkan hubungan yang kalian puja-puja, dan kalian sebut pacaran itu, ada baiknya beritahu pada pasangan kalian "Saya ingin berakhir di pelaminan, jangan bawa saya luntang-lantung mondar-mandir bagaikan bus transjakarta yang lewat depan kantor. Saya ingin kejelasan. Nikahi saya atau tinggalkan saya." Aaaiihh, sadaap. heheh mungkin terlalu frontal yah. Tapi sekiranya tujuan dari setiap orang yang pacaran bukankah demikian? Ayolaah tegas pada diri kalian sendiri. Percayalah pada janji-janji Tuhan. Bahwa jodoh tak akan tertukar walau seujung kuku. Dan ingatlah hakikat cinta sejatinya adalah melepaskan..