Düzce Kültür
seen from Yemen
seen from Germany
seen from Japan

seen from Macao SAR China

seen from United States
seen from Germany

seen from United States
seen from China

seen from Germany

seen from United States
seen from United States

seen from Germany
seen from Yemen
seen from Russia
seen from United Kingdom
seen from Yemen
seen from United Kingdom

seen from Germany

seen from France
seen from France
Düzce Kültür
Artvin Ekonomi
Beberapa orang memang layak ditinggalkan diam-diam. Bukan karena kita tak punya hati. Tapi karena dia yang tidak tahu caranya menghargai. Dan kepada mereka, kamu tidak perlu izin untuk pergi.
08:27 a.m || 13 Maret 2026
Riuh dikepalamu, orang lain juga memilikinya. Hanya saja ketika berjalan berpapasan tampak biasa saja, tapi sebenarnya mereka sama demikiannya denganmu. Mahir nya manusia tidak kelihatan bahwa sebenarnya mereka saling berantakan.
@menyapamakna1
Biarlah kita keliatannya jelek, hidupnya amburadul, tapi diem-diem berusaha buat jadi kecintaan-Nya Allaah. Beneran senyaman itu gak keliatan jadi apa-apa di hadapan manusia, tapi usahanya kenceng banget buat bikin Allaah jatuh cinta.
@terusberanjak
Kendinizle barışık, yalnızlığınızı yoksunluk olarak algılamayan, kendinizle keyifli zaman geçirme konusunda uzmanlaşmışsanız eğer, hayatınıza yeni birini sokmak konusunda
seçici davranırsınız.
Dostluk anlamında da bu böyledir, ikili ilişki anlamında da.
Hayatınıza soktuğunuz insan, yalnızlığınızı bozduğunuza ve zamanınızı hediye ettiğinize değecek biri olmalı en azından.
Gençlikte zamanımız boldu, kimlere hediye ettiğimize pek dikkat etmiyorduk.
Kalanın altını çiziyorduk, gidenin üstünü karalıyorduk.
Geçmişte kaldı o günler, hayatı temize çekme zamanı şimdi...
Güzin Yeğin..
Hükümsüz paylaşım:
"Her günümüz, güzel Dostlarla, güzel olsu , güzel yürekli dostlar."🌞🌈🌹🥀☕️☕️🩵🩵
Yorumsuz Arkadaşlar ...!!!
ketidakadilan.
apa yang kamu harapkan dari dunia? keadilan? jangan harap. tidak ada keadilan di dunia ini. untuk itulah Allaah menciptakan akhirat agar orang-orang yang hari ini di dzalimi, yang hari ini haknya dicuri, haknya tidak diberi, Allaah akan balas di akhirat nanti.
jangan harap keadilan di dunia ini, apalagi jika kamu berharap keadilan itu akan ada pada manusia. tidak, jangan berharap. tidak ada manusia yang adil. akan selalu ada salah satu pihak yang merasa tidak diberi keadilan. demikianlah hakikat dunia, sayang. jangan pernah menaruh hatimu dengan utuh di dunia ini. kamu akan lelah.
jika hari ini kamu tidak mendapatkan keadilan, gajimu tidak dibayarkan, hakmu dirampas, barangmu diambil paksa, dan kamu dipaksa tunduk pada aturan yang penuh dengan kedzaliman. percayalah. Allaah tidak akan membiarkanmu merasakan itu di akhirat. sebab Allaah Maha Adil. Allaah tidak pernah dzalim, tidak pernah sekalipun.
maka sayang, bila pada hari ini kamu sudah berupaya meminta hakmu, berupaya meminta apa yang menjadi bagianmu dan kamu sudah memenuhi semua kewajiban mu. namun mereka mengambil apa yang bukan menjadi bagian dari mereka. percayalah, Allaah tidak akan tinggal diam akan hal itu. angkatlah tanganmu dan berdoalah. mintalah keadilan itu kepada Allaah. sebab tidak ada sekat dan tidak akan tertolak doa orang yang terdzalimi.
kala dunia tidak berpihak kepadamu, kamu merasa seluruh dunia ini tidak bersikap baik kepadamu. ingatlah, bahwasanya kamu tidak pernah berjalan sendirian. tidak benar-benar sendiri. Allaah selalu ada. kala dunia tidak ada yang percaya kepadamu sementara kamu mengatakan kejujuran dan seluruh dunia malah menuduhmu. percayalah, Allaah yang akan membelamu. pertolongan Allaah dekat untukmu. jika mereka merasa telah menggenggam dunia, maka kamu masih punya Allaah yang akan menolongmu, yang akan memenangkan mu.
kamu akan selalu menang, sebab yang menolongmu adalah Dzat yang Maha Besar. Dzat yang Maha Berdirisendiri, Allaah Ta'ala. Allah selalu ada untukmu, tidak akan pernah meninggalkanmu sendiri meski dalam kegelapan sekalipun. maka biasakan selalu untuk meminta pertolonganNya setiap waktu, setiap detik kala kamu dalam keadaan sedang tidak baik-baik saja maupun dalam keadaan semuanya baik-baik saja.
jangan berharap dunia ini akan adil untukmu, tapi selalu berharaplah bahwasanya Allaah akan selalu menolongmu jika kamu terus selalu meminta kepadaNya.
"Nak, memang tidak semuanya harus berbalas..."
Tak semua senandung harus menemui gema, tak semua seruan akan dibalas oleh gaung yang merdu. Ada doa yang terbang tinggi, memecah langit dengan rindu, namun layu sebelum sempat mencapai singgasana-Nya. Ada pinta yang mengalir, lembut seperti sungai, namun tenggelam di pusaran sunyi yang tak berbatas. Tidakkah kau mengerti? Tidak semua yang kita titipkan pada malam, akan sampai pada bintang.
Kita ini, makhluk yang menabur harap seperti petani menebar benih di ladang yang asing. Tapi apakah setiap bibit mesti tumbuh? Tidak semua tanah ramah, tidak semua musim bersahabat. Ada yang jatuh di tanah tandus, diserap oleh hampa, lalu menguap menjadi angin tanpa arah.
Dan bukankah hujan pun tak selalu menjadi berkah? Di tempat yang kering, ia adalah nyawa. Namun, di bumi yang telah basah, ia bisa menjadi beban. Begitu pula doa, ia tak selalu menjelma jawaban. Kadang, ia hanya menjadi riak kecil di lautan takdir, tak cukup kuat untuk mengubah arus.
Tuhan, yang Maha Mendengar, kadang memilih diam, bukan karena lupa, tapi karena tahu. Ia tahu kapan kita perlu dilimpahi, kapan kita mesti belajar kekurangan. Sebab, tidak semua kehilangan adalah celah, dan tidak semua penolakan adalah luka.
Maka, jika pinta kita seperti embun yang terhapus mentari sebelum sempat menyentuh bumi, mungkin bukan karena ia sia-sia, melainkan karena Tuhan sedang menyusun hujan di waktu yang lebih tepat. Jika doa kita seperti burung yang terbang, hilang di cakrawala tanpa arah, mungkin ia sedang mencari sarang yang lebih baik untuk hinggap.
Tidak semua yang tak berbalas adalah penolakan. Kadang, ia adalah cara semesta mengajarkan ikhlas tanpa syarat, dan keyakinan tanpa perhitungan. Sebab, cinta yang tulus pun tak selalu harus diterima. Dan di situlah, manusia belajar bahwa berharap adalah seni mencintai, bahkan ketika jawaban tak pernah datang.