Mahasiswa KPI UINSA Surabaya Sukses Jalani Magang MBKM di Dinas Pendidikan Kota Surabaya
Surabaya (06/06) - Dua mahasiswa program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Naufal Azmi dan Riska Nur Hasanah jalankan program magang Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM) pertama kali di Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya. Magang tersebut berlangsung mulai tanggal 13 Februari 2024 hingga 31 Mei 2024. Tujuan program magang MBKM tersebut adalah memberikan kesempatan kepada mahasiswa belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas di luar kelas perkuliahan.
Naufal Azmi ditempatkan di bidang Sekolah Menengah (Sekmen) yang menangani tentang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Adapun tugas wajib yang diberikan bidang Sekmen kepada Naufal adalah memastikan Kartu Identitas Anak tersebar pada siswa siswi SMP se-Kota Surabaya. Selain itu, Naufal Azmi juga sering dilibatkan pada acara-acara SMP sebagai pemantau, fotografer, dan videografer.
“Pada awal masuk magang saya sudah diberikan tanggung jawab untuk menyebarkan Kartu Identitas Anak kepada siswa siswi dari beragam Sekolah Menengah Pertama di Surabaya. Terkadang juga saya dilibatkan untuk memantau acara-acara (SMP) dan mendokumentasikannya lalu diunggah di laman resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya,” ujarnya.
Berbeda dengan Naufal Azmi, Riska Nur Hasanah ditempatkan di bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Non Formal (PNF). Pekerjaan yang dilakukan Riska sehari-harinya adalah membantu staf untuk menyiapkan berkas SPJ (Surat Pertanggung Jawaban), menjaga daftar hadir acara, dan mendokumentasikan rapat atau pertemuan.
“Keseharian saya selama magang di Dinas Pendidikan Kota Surabaya, khususnya di bidang PAUD dan PNF adalah membantu staf menyiapkan berkas SPJ, entah itu SPJ Panjar atau SPJ Makanan dan Minuman. Saya juga sering dipekerjakan untuk menjaga daftar hadir ketika acara atau pertemuan, mendokumentasikan acara juga,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwasannya ia sangat senang dapat berkontribusi menulis berita yang diunggah di website resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya dan caption untuk postingan Instagram @dispendiksby.
“Untuk relevansi pekerjaan di Dinas Pendidikan dengan program studi yang saya ambil, yakni KPI atau Komunikasi dan Penyiaran Islam, saya sangat senang ketika masa magang ini bisa berkontribusi untuk menulis berita acara yang diunggah di website resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Selain itu, saya juga berkontribusi untuk menulis caption di postingan Instagram Dinas Pendidikan Kota Surabaya,” imbuhnya.
Rahmatul Kholidiyah, salah satu staf bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kota Surabaya menyampaikan bahwa mahasiswa magang dari KPI UINSA proaktif dalam kegiatan, aktif mengikuti arahan para pimpinan dan staf, memiliki sikap, serta bahasa yang baik, sopan santun yang bagus dalam pelayanan publik, dan mampu mengerjakan tugas dengan cepat dan tepat.
“Untuk mahasiswa magang dari KPI UINSA, proaktif dalam kegiatan, aktif dalam mengikuti arahan para pimpinan dan staf. Dalam menjaga sikap, attitude, bahasa yang disampaikan, sopan santun dan sebagainya itu bagus dalam pelayanan publik. Dalam mengerjakan tugas yang diberikan itu cepat nangkap, cepat selesai,” ujarnya.
Ia berharap agar mahasiswa yang mengikuti magang di Dinas Pendidikan Kota Surabaya selanjutnya bisa mengambil pengalaman dan ilmu yang didapat dari magang di Dinas Pendidikan Kota Surabaya.
“Harapannya semoga mahasiswa yang mengikuti magang di Dinas Pendidikan Kota Surabaya untuk selanjutnya bisa mengambil pengalaman dan ilmu yang didapat dari magang di Dispendik Kota Surabaya,” pungkasnya. (pal/ica)
motogokil.com – Assalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan.
Edukasi safety riding tentang pentingnya untuk selalu #Cari_aman saat naik motor terus di kampanyekan oleh berbagai pihak. Untuk mewujudkan budaya #Cari_aman saat naik motor PT. Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) distributor sepeda motor Honda memberikan edukasi kepada…
Polisi Periksa Saksi Kasus Pemukulan Wadir Pascasarjana UINSA
Polisi Periksa Saksi Kasus Pemukulan Wadir Pascasarjana UINSA
Tim kuasa hukum Achmad Nur Fuad di Mapolrestabes Surabaya
Surabaya, Memorandum.co.id – Penyidik terus dalami kasus dugaan penganiayaan yang dialami Wakil Direktur Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya yang menangani kasus ini mulai memanggil saksi-saksi dari pihak pelapor.
Great Seminar With Great Companions. Opportunity and Equality to participate, Collaborative Teaching Learning by MrGeorge Jacobs. #seminar #uinsa #teaching #collaborativelearning (at Kampus UINSA) https://www.instagram.com/p/B9jqAeXhWNWao4MMooG4UC3AoKJ5QqU2lsBFQY0/?igshid=ry77exxfkje
Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Timur bersama dengan PT Indopremier Sekuritas (IPOT) Cabang Surabaya dan Galeri Investasi Syariah (GIS) BEI Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), meluncurkan program Nabung Saham Modal Sampah (Assalam), Senin (30/12/2019).
Program tersebut berkegiatan mengubah sampah menjadi uang dan akan…
30 Hari KKN di Madiun? Ngapain aja? Read My Report
Program Kuliah Kerja Nyata atau yang lebih dikenal dengan KKN merupakan salah satu perwujudan dari tridarma perguruan tinggi yaitu Pengabdian. Sebagai seorang insan akademika KKN merupakan hal yang harus dilakukan, meskipun diluar sana telah melakukan hal-hal baik yang berguna bagi masyarakat tetapi KKN dibutuhkan untuk melengkapi prasyarat penilaian untuk menyelesaikan studi pada strata satu di universitas.
Oleh karena itu pada tahun 2019, UIN Sunan Ampel Surabaya mengadakan program KKN yang akan berlangsung selama satu bulan penuh yakni pada tanggal 14 Januari hingga 14 Februari 2019. Pda gelombang pertama tahun 2019 ini, lokasi yang dipilih oleh LP2M selaku penanggung jawab program ini Ialah Madiun dan Bojonegoro.
Yang mana pada tahun sebelumnya, program KKN berada di Magetan dan Madiun. Bertepatan pada tahun ini, UIN Sunan Ampel Surabaya berkesempatan menjadi poros atau kiblat KKN dari PTAIN. Oleh sebabnya KKN pada tahun ini ditambah oleh delegasi dari UIN Banjarmasin. Saya berkesempatan untuk mengabdi di Kabupaten Madiun, lebih rinci lagi di Kecamatan Balerejo, Desa Jerukgulung. Dengan anggota kelompok yang terdiri dari 18 orang yang terhimpun dalam nomer kelompok 22. Kelompok saya ini terdiri dari delegasi berbagai fakultas yang ada di UIN Sunan Ampl Surabaya
Sebelum memulai kegiatan KKN, kami diberikan pembekalan selama tiga hari berlokasi didalam universitas. Kami kelompok 22 menempati ruang FSH lantai 02 bersama dengan kelompok 26. Kegiatan pembekalan ini di arahkan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Bapak Saoki dan Ibu Zakiyatul Ulya. Kegiatan berlangsung pada pukul 08.00 pagi hingga pukul 16.00 sore. Materi yang didiskusikan ialah mengenai pendekatan ABCD (Asset Based Community
Development), beserta tujuan KKN, Tipologi Pengabdian dan langkah-langkah untuk mendapatkan asset yang akan dikembangkan pada desa.
Hari kedua kelompok 22 mulai diminta untuk melakukan riset sederhana dengan cakupan UIN Sunan Ampel Surabaya, Hari berikutnya kelompok 22 mulai melakukan riset lapangan dengan cakupan lingkungan pemukiman dibelakang UIN Sunan Ampel Surabaya. Hal ini dilakukan untuk melatih peserta KKN supaya lebih mahir dalam hal menggalli informasi mengenai asset yang ada disekitarnya.
Senin, 14 januari 2019. Terjadwal peserta KKN akan diberangkatkan ke lokasi KKN yakni kawasan Madiun dan Bojonegoro. Pada pukul 06.00, kami sudah bersiap-siap di kampus dengan titik berkumpul didepan rektorat lama. Setelah melakukan upacara di depan halaman Twin Tower UIN Sunan Ampel Surabaya, kami memulai perjalanan menuju Kecamatan Balerejo, Madiun menggunakan transportasi mobil elf. Pada pukul 11.00 WIB kami tiba di kantor camat Balerejo dan melakukan persiapan untuk acara pembukaan dan penerimaan peserta KKN periode 1 tahun 2019.
Upacara penyambukan diisi oleh ketua LP2M UIN Sunan Ampel Surabaya, Sekertaris Kecamatan Balerejo, serta Desen-Dosen Pembimbing Lapangan yang bertugas membimbingi peserta KKN di wilayah kecamatan Balerejo. Perlu diketahui bahwa Kecamatan Balerejo membawahi beberapa desa, diantaranya ialah Desa Jeruk Gulung, desa yang akan kami riset selama kurang lebih 30 hari.
Setelah upacara penyambutan selesai, kami menuju rumah „Carik‟ Desa Jeruk Gulung, rumah inilah yang akan kami jadikan tempat tinggal (Basecamp) selama berada di sini. Kami tiba sekitar pukul 15.00 WIB, setibanya di basecamp kami langsung membersihkan rumah dan menata barang bawaan. Setelah kegiatan bersih-bersih, kami makan malam bersama dan dilanjutkan dengan rapat evaluasi hari pertama untuk membahas kembali kegiatan yang akan dilakukan kedepannya.
Selasa, 15 Januari 2019. Hari kedua didesa Juruk Gulung kami mulai melakukan pendekatan ke masyarakat dengan menggunakan metode „sowan‟, kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan diri keperangkat desa dan warga sekitar. Untuk itu kami membagi peserta KKN dalam beberapa kelompok kecil, kelompok tersebut yang akan pergi ke KUD(Koperasi Unit Desa), Balai Desa, dan juga ada yang tetap berada di secretariat (basecamp) untuk menjaga barang yang ada. Saya mendapatkan kelompok yang pergi kebalai desa. Pada pukul 08.00 kami sudah bersiap untuk pergi ke balai desa. Di balai desa kami bersua dengan Bapak H. Karno selaku kepala Desa Jeruk Gulung, disana kami membahas maksud dan tujuan kami berada didesa ini. Kepala Desa
menyambut baik kedatangan kami, dan memberikan beberapa informasi mengenai desa tersebut tetapi kami belum mendapatkan informasi secara mendetail seperti jumlah penduduk, KK ataupun jumlah perempuan atau laki-laki yang ada didesa sebab informasi tersebut dipegang oleh Sekertaris Desa (Sekdes), dan kebetulan pada hari tersebut Sekdes sedang tidak berada ditempat.
Desa Juruk Gulung menaungi empat desa diantaranya, Dusun Juruk, Dusuh Rebahan, Dusun, Balungsono dan Dusun Juruk Gulung. Oleh karena itu kami bersilaturahmi ke empat kepala dusun. Yang pertama kami mengunjungi Kepala Dusun Juruk Gulung, namun yang bersangkutan sedang tidak berada ditempat sehingga kami melanjutkan silaturahmi ke rumah Kepala Dusun (Kasun) Balungsono. Pada hari itu bertepatan dengan kegiatan posyandu bulanan. Disana kami mulai bersosialisasi dengan ibu-ibu disana, menemani anak-anak kecil bermain.
Setelah kegiatan posyandu selesai kami bertemu dengan beberapa perangkat desa seperti Ibu Bidan, Istri Kades,dan beberapa orang lainnya, kami berdiskusi mengenai keadaan disekitar desa. Perjalanan dilanjutkan ke rumah Kadus Juruk yang diketuai oleh Bapak Ibnu Hajar, disana kami juga mendapatkan beberapa informasi seperti kegiatan posyandu, Arisan, Kegiatan PKK, Pengajian dan lain sebagainya. Dan yang terakhir kami mengunjungi rumah Kasun Rebahan, disana kami bertemu dengan Kepala Dusun Bapak Puwanto dan seorang ketua RT, disana kami juga mendapatkan beberapa informasi mengenai kegiatan kerjabakti, kegiatan kelompok tani, dan lain sebagainya. Pada malam harinya jam 20.00 WIB, kami melakukan rapat bersama untuk mengevaluasi dan mengkaji ulang kegiatan yang telah dilakukan pada hari tersebut.
Rabu, 16 Januari 2018. Hari ketiga kegiatan KKN dijadwalkan mengunjungi SD 01 Jeruk Gulung, SD 02 Juruk Gulung, Pondok Pesantren, dan Posyandu. Dikarenakan banyaknya tempat yang akan dikunjungi maka kami membagi tugas untuk mengunjungi tempat tersebut. Saya mendapatkan bagian untuk mengunjungi SDN 02 Jeruk Gulung. Disana kami bertemu dengan Ibu Parmiati, Spd selaku Kepala Sekolah SDN 02 Jeruk Gulung. Ia menceritkan bahwa di sekolah tersebut memiliki 73 siswa yang terdiri dari 1 kelas disetiap tingkat 1 sampai 6. Tenaga pendidik terdiri dari 10 orang, 10 tersebut termasuk kepala sekolah, operator dan TU. Hal tersebut diakuinya membuat tenaga pendidik cukup kewalahan. Oleh karenanya Ibu Kepala Sekolah meminta bantuan kepada anak-anak KKN untuk membantu mengajar Pelajaran Karakter, Pelajaran Agama dan Pelajaran Olahraga. Pada sore hari, setelah sholat magrib kami kedatangan anak-anak desa jeruk gulung yang meminta untuk dibantu belajar. Anak-anak yang
datang sekitar 15 anak. Saya mengajar mata pelajaran bahasa inggris dan juga bahasa Indonesia. Anak-anak terlihat sangat bersemangat mengikuti pelajaran yang diberikan.
Kamis, 17 Januari 2018. Hari ini saya kembali ke SDN 02 Jeruk Gulung bersama 5 teman KKN lainnya Joy, Roro, Faizah, Ayun dan Nabila. Kami bertemu kembali dengan Ibu Parmiati di ruangan kepala sekolah, setelah itu kami diarahkan keruangan murid kelas 5, yang mana disana anak-anak seluruh sekolah yang berjumlah 70-an telah berkumpul. Pada pertemuan tersebut, kami memperkenalkan diri kami serta mengajak anak-anak bernyanyi bersama untuk menjalin keakraban. Setelah itu Saya, Joy, Nabila, mengisi kelas 6 membahas pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan serta membahas soal-soal yang ada di Lembar Kerja Siswa. Dan pada malam harinya kami melakukan rapat evaluasi mengenai kegiatan yang kami lakukan sebelumnya.
Jumat, 18 Januari 2018. Hari ini saya kebagian tugas memasak. Jam 04.30 setelah sholat subuh, saya dan faizah mencari bahan makanan yang akan di olah. Di desa Jeruk Gulung susah menemui tempat jualaan bahan makanan, posisi pasar juga jauh. Setelah berkeliling cukup lama, pada pukul 07.30 kami baru menemui beberapa bahan makanan meskipun masih terbatas. Menu makanan pagi yang kami buat yaitu Nasi goreng ayam, dan nugget tahu. Pada siang harinya, kami berkunjung kerumah Pak Sudarmono selaku Kaur Umum Desa Jeruk Gulung, pasca itu kami juga berkunjung ke kebun melon yang dimiliki oleh pak Sudarmono. Di sana kami diberi kesempatan untuk mencicipi hasil perkebunannya.
Sabtu, 19 Januari 2018. Hari ini setelah sarapan pagi, saya bersama Roro, Fairuz dan Fatih mengunjungi teman-teman KKN yang berada di Kecamatan Jiwan. Kunjungan ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan kemajuan riset yang telah dilakukan. Setelah pulang dari kunjungan, kami bertemu dengan pengurus KARTAR (Karang Taruna) Desa Jerukgulung. Dalam pertemuan tersebut kami mendapatkan berbagai informasi mengenai paguyubaan kepemudaan, program dan kegiatan yang sering dan sedang dilakukan, bahkan kami mendapatkan inforng dimasi mengenai program yang ditinggalkan oleh beberapa kelompok KKN tahun-tahun sebelumnya.
Minggu, 20 Januari 2018, mengajar anak-anak desa juruk belajar di sekre.
Senin, 21 Januari 2018, Pada pukul 07.00 WIB , saya dan Nabila berangkat ke SDN 02 Jerukgulung untuk mengajar pelajaran bahasa Inggris di kelas empat.
Setelah kegiatan upacara selesai, kami diminta untuk berdiri di deretan guru untuk disalimi oleh seluruh murid SDN 02 Jerukgulung. Setelah itu, kami langsung memasuki kelas IV SDN 02 Jerukgulung. Seperti biasa sebelum pelajaran dimulai kami menyapa murid-murid. Pelajaran yang kami bahas hari ini ialah mengenai “Transportation: Air Transportation, Water Transportation, dan Land Transportation”. Setelah kegiatan mengajar selesai, kami langsung pulang kesekretariat. Pada malam harinya, saya mengajar di secretariat.
Selasa, 22 Januari 2018. Seperti hari sebelumnya pada pukul 07.00 WIB, saya dan Nabila bertugas mengajar di SDN 02 Jerukgulung. Hari ini kami kebagian mengajar di kelas VI dan Kelas X. Keduanya mempelajari pelajaran bahasa inggris. Pada awal masuk ke kelas, kami heran karena anak kelas VI dan V masih belum memahami kata sapaan seperti „good morning‟ „how are you today?‟ , oleh karenanya sebelum pelajaran dimulai kami mengajarkan kata-kata sapaan. Kelas V dan VI sangat tertarik dengan pelajaran yang kami berikan. Ketika istirahat banyak anak-anak yang memanggil-manggil nama kami seperti “Kak Arjelll”, “Kak Nabila”, dengan sapaan tersebut sudah mengindikasi bahwa keberadaan kami diterima dengan baik di SDN 02 Jerukgulung. Pada sore harinya, saya dan Koordinator Desa (Kordes) berkunjung kerumah Pak Sudarmono. Pak Sudarmono merupakan sekertaris desa Jerukgulung, beliau juga mengetahui seluk-beluk desa Jerukgulung sehingga sangat tepat untuk diajak diskusi mengenai program yang akan kami lakukan. Pada hari itu dirumah beliau juga kedatangan Mba Anis, peserta KKN Jerukgulung tahun sebelumnya. Disana kami banyak bertukar fikiran dan memperoleh informasi mengenai desa jerukgulung dalam sudut pandang mahasiswa.
Rabu, 23 Januari 2018, saya lupa. Setelah sholat magrib, kami sudah ditunggu oleh anak-anak desa jerukgulung untuk belajar di secretariat kami. Setelah sholat jamaah selesai, saya langsung bergegas menghampiri Dea dan Zahra, salah satu anak desa Jerukgulung. Mereka meminta dijelaskan mengenai ciri-ciri puisi. Selain menjelaskan puisi, mereka juga belajar membaca puisi dengan baik.
Kamis, 24 Januari 2019. Setelah sholat subuh dan sarapan pagi, saya dan lima teman lain (Emil, Faizah, Hanim, Nabila dan Yahmi) berangkat ke balai desa untuk mengikuti kegiatan PKK Desa Jerukgulung. Kegiatan tersebut berupapenyuluhan dan arisan. Kegiatan yang dilakukan setiap satu bulan sekali ini juga dihadiri oleh Ibu Lurah, dan bidan desa. MaterI penyuluhan kali ini mengenai Toga (Taman Obat Keluarga). Selain menyampaikan materi mengenai manfaat dan kasiat Toga. Kegiatan kali ini juga mengajak ibu-ibu anggota PKK untuk mencari Toga yang kemudian akan dibuat Tanaman Obat Keluarga Desa Jeruk Gulung. Setelah kegiatan penyuluhan berakhir, saya selaku Koordinator Materi Gender KKN 22, bersama Yahmi selaku Koordinator Materi Posdaya meminta izin kepada Ibu Lurah untuk mengambil alih forum tersebut untuk mewawancari ibu-ibu PKK Desa Jeruk Gulung mengenai beberapa pertanyaan yang telah kami susun. Alhamdulilah forum berjalan dengan lancar dan Ibu-Ibu tidak keberatan untuk membantu kami. Sepulangnya kami dari Balai Desa, kami pulang ke secretariat. Tak lama setelah kami pulang, kami dikunjungi oleh Kelompok KKN 24. Dalam kunjungan tersebut kami bertukar informasi mengenai program yang telah kami laksanakan.
Jumat, 25 Januari 2019. Hari ini, saya, Faizah dan Faisol bertugas piket masak. Setelah sholat subuh, saya dan faizah mencari bahan makanan kearah caruban. Kami menghabiskan sekitar lima puluh ribu rupiah untuk tiga kali makan 18 orang. Setibanya di secretariat,saya memasak sarapan pagi dibantu oleh Faisol, Emil, Abbas dan juga Hisyam sementara Faizah harus bertugas mengajar di SDN 01 Jerukgulung. Untuk makan siang, saya memasak bersama Faizah dan faisol. Menu yang kami buat ialah sayur sawi tumis kentang, dan sambal terasi pedas terong tempe. Pada sore harinya saya dan Koordinator Desa bertemu dengan Koordinator Kecamatan Balerejo. Pertemuan ini membahas mengenai pertemuan Koordinator Desa Se-Balerejo yang sebelumnya Koordinator Desa (KorDes) Jerukgulung belum bisa hadir sebab terbentur dengan aktivitas kelompok. Pada malam harinya, anak-anak desa datang ke secretariat untuk dibantu dijelaskan pelajaran. Meski bukan jadwal yang ditetapkan, yang mana jadwal les yang kami berikan; senin, selasa dan rabu tapi terkadang anak-anak desa datang setiap hari.
Senin, 28 Januari 2019. Hari ini, saya dan Nabila terjadwal mengajar kelas IV SDN O2 Jerukgulung. Setelah sarapan pagi, kami langsung ke SDN 02. Disaat kami masuk kekelas, murid-murid sudah duduk rapi dibangku-nya masing-masing. Setelah mengucapkan salam dan sapaan dalam bahasa inggris, untuk meningkatkan semangat saya dan Nabila menyauti kata, “Istidadan”, maka murid-murid akan membalas dengan “Sudah siap!”, “Mana Semangatmu!?”, “Ini Semangatku”, “Tepuk Semangat”, “Se.. Semangat, se..se Semangat”. Mata
Rabu, 30 Januari 2019. Setelah sholat subuh dan sarapan pagi, saya bersama Fairuz, Roro, Nabila, Fatih dan Emil pergi ke Desa Kedungrejo untuk meramaikan kegiatan BTS, semacam kegiatan penyuluhan Keluarga Berencana (KB), perkumpulan PKK dari beberapa desa dan juga pasar murah. Disana saya bertemu dengan beberapa anggota kelompok lain. Sepulangnya dari kegiatan tersebut, saya dan Koordinator Desa (Kordes) pergi ke Kantor Kecamatan Gumarang untuk memenuhi undangan LP2M UIN Sunan Ampel Surabaya.
Kegiatan ini merupakan pertemuaan Koordinator Desa KKN 2019 Se-Madiun, kegiatannya meliputi Follow Up hasil KKN selama 15 hari, serta diadakan forum Tanya jawab perihal hambatan-hambatan yang diterima oleh mahasiswa selama melakukan kegiatan KKN. Kegiatan tersebut cukup asyik sebab disana saya bertemu dengan beberapa kenalan, termasuk teman-teman sekelas Prodi Hubungan Internasional. Sore hari setelah follow up usai, kami dan Koordinator Kecamatan (Koorcam) Balerejo, dan beberapa Koordinator Desa yang ada di Balerejo berdiskusi mengenai hambatan dan program bersama mengenai upacara penutupan.
Senin, 04 Februari 2019, Seperti yang telah dijadwalkan, hari ini saya dan Nabila bertugas untuk mengajar di SDN 02 Jerukgulung. namun hari ini kami berangkat lebih awal untuk mengambil gambar kegiatan upacara. Pada pukul 07.00 kami telah selesai mengambil gambar, sambil menunggu upacara selesai kami sarapan pagi bekal yang telah dibawakan teman-teman di Balai Desa Jerukgulung.
Selasa, 05 Februari 2019. Sesuai dengan jadwal yang telah ada. Hari ini saya dan Nabila berangkat pagi-pagi untuk mengajar di SDN 02 Jeruk gulung. Pada Sore harinya setelah magrib saya mengajar bahasa inggris di sekretariat.
Rabu, 06 Februari 2019. Hari ini saya, Fatih, Nabila, Joy, Fairuz dan yang lainnya pergi ke Kantor Kepala Desa. Disana sedanga diadakan kegiatan check kesehatan. Saya, Nabila, dan Emil membantu petugas kesehatan untuk mengukur tinggi serta bobot warga. Setelah kegiatan tersebut usai kami berpamitan untuk menuju SDN P2 Jerukgulung yang berada tepat didepan Kantor Kepala Desa. Kami menyapa Ibu Kepala Sekolah Parmiati, dan meminta izin untuk mengisi kegiatan ecobrick di kelas empat.
Ecobrick merupakan suatu pengolahan limbah, sampah, atau barang bekas menjadi barang yang berguna atau dibsa digunakan. Ibu Parmiati mengizinkan kegiatan kami pada hari itu, pada hari sebelumnya saya dan Nabila sudah melakukan sosialisasi keseluruh kelas yang ada di SDN 02 Jerukgulung untuk membawa perlengkapan yang
dibutuhkan, sehingga hari ini kami akan langsung mengolahnya.Pada waktu istirahat selesai, anak-anak kelas 4 dan 5 berkumpul diruanganan kelas 4. Bersama-sana adik-adik kami meminggirkan seluruh meja dan bangku yang ada. Adik-adik terlihat bergitu antusias untuk merubah botol bekas menjadi kursi-kursi.
Kamis, 07 Februari 2019. Kegiatan yang saya lakukan pada hari ini ialah mengikuti pengajian rutinan di dusun balungsono. Pengajian ini bertempatan disalah satu rumah warga, dan terus bergantian setiap minggunya. Kegiatan ini kami juga sekalian sebagai ajang kami untuk bepamitan dengan warga balungsono. Dengan bahasa jawa halus, mereka menyampaikan pesan serta kesan mereka atas kehadiran rombongan KKN ini. Seusai acara selesai, kami berbaris berjejer didepan pintu rumah dan menyalimi semua yang datang di pengajian tersebut. Terimakasih warga desa Balungsono!
Jumat, 08 Februari 2019. Hari jumat saya kebagian piket memasak bersama Faizah dan juga Faisol. Setelah sholat subuh, saya dan Faizah bergegas ke dapur untuk memasak nasi dan memeriksa sisa bahan makanan. Setelah itu kami berdua pergi arah caruban untuk membeli bahan makanan yang akan dioleh menjadi sarapan pagi, makan siang dan juga makan malam. Untuk menuju tempat tersebut kami membutuhkan waktu sekitar 15 menit. Setelah memasak dan menyiapkan sarapan pagi saya bersiap-siap untuk pergi ke rumah kepala desa dusun Jerukgulung sebab disana sedang diadakan simulasi pembuatan pupuk cair organic dari kotoran sapi. Karena saya bertugas piket memasak maka saya tidak banyak membantu diacara tersebut. Alhamdulilah acara tersebut dihadiri oleh kelompok tani desa, hadir pula disana kepala desa Jerukgulug, perangkat desa, perwakilan dari dinas pertanian dan juga dua orang berseragam polisi dan juga tentara.
Setelah acara tersebut berakhir saya bergegas kembali ke secretariat untuk menyiapkan makan siang dan juga memasak untuk makan malam. Setelah makan malam berakhir, saya membantu Nabila untuk menyebarkan undangan sosialisasi pembuatan kulit jeruk bali pada anggota Ibu PKK. Saya dan Fairuz kebagian menyebarkan undangan di dusun balungsono. Alhamdulilah saya dan Fairuz tidak terlalu kesusahan untuk menemukan rumah yag dituju.
Sabtu, 09 Februari 2019. Pada hari ini jadwal kami akan melakukan simulasi pembuatan manisan dari kulit jeruk bali serta sosialisasi tentang manfaat yang diperoleh dari produk tersebut termasuk manfaat ekonomis-nya. Pada pukul 08.00 WIB kami sudah berada di kantor balai desa, selanjutnya saya memepersiapkan keperluan acara seperti menata konsumsi, merapikan meja dan menyiapkan bahan- bahan yang akan di sosialisasikan. Tampak Ibu Hj. Panjiati selaku Istri kepala desa yang juga menjabat sebagai Ketua PKK. Ibu-ibu PKK yang hadir dari dusun-dusun yang ada di desa jerukgulung tampak tertarik dalam menyimak teman saya menyampaikan simulasi pembuatan manisan kulit jeruk bali. Ibu-ibu PKK malah lebih bersemangat dan ketagihan ketika disuguhkan tester manisan dari kulit jeruk bali. Malah ada salah satu ibu PKK yang menanyakan apakah ada produk yang sudah bisa dijual karena Ia hendak membelinya. Sayangnya produk yang kami produksi sementara hanya untuk kegiatan pada hari tersebut saja. Alhamdulilah kegiatan ini berjalan dengan lancar, sesi terakhir dari kegiatan hari ini ialah foto bersama.
Minggu, 10 Februari 2019. Hari ini dijadwalkan kami melakukan program kami yang ke II yakni lomba mewarnai dan cerdas cermat untuk tingkat SD dan TK. Pembukaan dimulai pada pukul 08.00 WIB berlokasi di Balai Desa. Kegiatan pertama yakni lomba mewarnai tingkat TK dan SD, lomba ini berlokasi di aula pertemuan balai desa. Anak-anak TK dan SD terlihat begitu bersemangat dalam mewarnai, disamping mereka berdiri wali mereka. Satu persatu anak-anak yang telah selesai mewarnai mengumpulkan hasil karya mereka, saya berdiri disamping meja juri untuk menerima karya mereka. Pada pukul 09.00 – an, anak-anak sudah banyak yang selesai mewarnai. Diruangan sebelah, anak-anank SD mengikuti lomba cerdas cermat. Sambil menunggu pengumuman pemenang pada pukul 10.00 WIB, saya, roro, fairuz, Yahmi bermain bersama anak-anak TK, kami bernyanyi dan menari bersama-sama. Pada malam harinya, kami melakukan program kerja kami yang III yakni pelatihan kepemimpinan bersama teman-teman kartar desa Jerukgulung.
Senin, 11 Februari 2019. Hari ini terjadwalkan akan diadakan penutupan KKN 22 gelombang I di desa Jerukgulung. Rencananya penutupan akan diadakan dibalai desa, bada isya. Pada siang harinya saya dan Nabila pergi ke Caruban, ke toko buku Aulia untuk membeli perlengkapan acara nanti. Yang kami beli disana seperti balon angka, kertas tulisan serta konveti. Setelah sholat isya, kami bersiap-siap ke balai desa. Beberapa anggota kelompok berangkat duluan menggunakan sepeda motor, sedangkan saya, faizah, dan emil dan dita berangkat menggunakan mobil pak carik sebab kami membawa tumpengan yang akan digunakan sebagai konsumsi pada acara tersebut. Acara dimulai pada pukul 20.30 WIB, dihadiri oleh perangkat desa dan Kh Anwar selaku pengurus yayasan Pondok Pesantren Wisma Wisnu. Acara dimulai dengan
sambutan perangat desa dan coordinator KKN 22, dan acara inti berupa siraman rohani dari Kiai Anwar, selanjutnya penyerahan vendel sebagai symbol bahwa KKN 22 telah diberakhir di jerukgulung kemudian acara dilajut dengan kegiatan makan bersama.
Selasa, 12 Februari 2019. Setelah semua kegiatan selesai, hari ini kami mengungakapkan rasa syukur kami dengan makan bersama. Setelah makan bersama kami melakukan kegiatan evaluasi dan juga penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) perihal audit dan penggunaan uang bersama selama satu bulan ini. Setelah kegiatan evaluasi selesai, kami melanjutkan forum kami dengan pembahasan seru-seruan mengenai kesan dan pesan untuk sesama anggota kelompok KKN selama 1 bulan ini. Setelah kegiatan evaluasi, kami pamit ke SDN 02 dan SDN 01 Jerukgulung serta menyerahkan cinderamata.
Rabu, 13 Februari 2019. Hari ini adalah hari terakhir kami berada di desa Jerukgulung, pagi hari anak-anak sudah bersiap membereskan barang masing-masing. Setelah barang pribadi telah selesai dikemas. Kami melanjutkan kegiatan dengan bersih-bersih sekretariat. Kegiatan bersihbersih dibagi tugas dengan menyapu, mengepel, membuang sampah, mengambil cucian, memeriksa barang-barang yang ada dan lainnya.setelah kegiatan bersih-bersih selesai kami beristirahat dan bergantian. Tak lama setelah kami selesai berkemas dan bersiap-siap. Transportasi yang akan mengantarkan kami kembali pulang. Tepat pukul 14.30 WIB kami berangkat ke Surabaya. Dengan ini berakhirlah Kegiatan Kuliah Kerja Nyata kami di desa Jerukgulung ini. Sampai jumpa!
UIN Surabaya Hari ini Resmikan Lembaga Survey UINSA Poll And Reserch
UIN Surabaya Hari ini Resmikan Lembaga Survey UINSA Poll And Reserch
SURABAYA-Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya hari ini meresmikan lembaga Baru yang fokus melakukan penelitan dan Survey, lembaga baru yang langsung berada dibawah naungan Rektor UIN Sunan Ampel ini diberi nama UINSA Poll And Research Center.
Direktur UINSA Poll And Reseach, Rubaidi mengungkapkan didirikannya lembaga ini untuk menjawab tantangan riset dan survey politik maupun Sosial…
Assalamu'alaikum Sahabat Qur'ani 💞 Saya Eva Umatul Farihah Siap menyukseskan Festival Qurani 2019 dengan tema "Aktualisasi Nilai Qur'ani dalam Membentuk Karakter Generasi Bangsa yang Kompetitif" yang diselenggarakan oleh UKM-Pengembangan Tahfidhul Qur'an UIN Sunan Ampel Surabaya pada tanggal 27-28 April 2019. Kami tunggu partisipasi para Sahabat Qurani di kampus kami 🥰 Wassalamu'alaikum Sahabat Qur'ani 💞 @uptquinsa #twibbonfq #twibonchallenge #festivalqurani2019 #uinsa #uptquinsa #KuliahYesNgajiYesAktivisYes https://www.instagram.com/p/BvtwySNAEDn/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=x53v6nl7yrdv