Katanya,
"Tulisan memang hidup dan hidup ternyata juga mirip tulisan ya. Ada banyak tanda. Koma untuk menjeda, tanda tanya untuk bertanya, tanda seru untuk perintah, titik untuk berhenti. Abjad saja memiliki seni dalam beroperasi, maka pemilik ruh manusiawi juga harus hidup berjuang penuh arti. Menaklukkan semestamu sendiri."
-whatsappstory.byzulfamahera
Menurutku,
Yang hidup bukan tulisan, tapi pikiran manusia yang menghidupkan. Jiwa manusia yang mengisi tulisan, akan memberi nyawa pada tulisannya.
Saat manusia lain membaca dan merasakan kehidupan dari tulisannya. Saat itulah, orang yang menulis berhasil menaruh nyawa dalam tulisannya.
Hidup memang seperti tulisan, karena sejatinya tulisan terlahir dari pikiran yang hidup bukan?.














