Saat ini, aku mengucap syukur. Untuk segala hal yang tak terukur. Entah rasa, atau hal lain yang kian tersungkur. Jatuh, jauh, melepuh, tapi tetap tumbuh.
Tentang "kau dan aku yang, mungkinkah jadi kita?". Aku, selalu menaruh harap dan do'a di langit. Entah sampai atau tidaknya kepadamu, itu urusan Sang Maha Canggih.
Untukmu, aku siap. Ya, aku siap, walau nanti mungkin ditemani keluhan-keluhan yang ingin menyeruak keluar, aku siap untuk menjadi kita. Karena, soal skenario hidup, itu bukan kuasa kita.
Yang mampu kulakukan saat ini hanyalah meminta, berharap, apa yang terbaik untuk kau dan aku kelak.
Yang mampu kuharapkan saat ini pun adalah, kau dan aku bisa berjalan bersisian, bukan saling berjauhan. Berjalan, membuat cerita yang sama. Berjalan, menyusuri tiap jengkal pahit manis kehidupan. Untukmu, yang entah sedang apa kau di sana saat ini.
Semoga selamat, hingga akhirat.