seen from Germany

seen from Finland
seen from China
seen from China
seen from United Kingdom
seen from United Kingdom
seen from Hong Kong SAR China

seen from United States
seen from China

seen from Malaysia
seen from United States
seen from China
seen from China

seen from Poland

seen from Indonesia

seen from Brazil
seen from Brazil

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
Bukan Tentang Sudah Sampai Mana, Tapi Sudah Jadi Siapa
Buatku, usia muda itu masa yang paling aneh… tapi juga paling penting.
Banyak orang bilang ini masa emas. masa untuk bangun mimpi, cari jati diri, dan jalani hidup semau kita. Tapi yang aku rasakan gak sesimpel itu. Usia muda justru terasa seperti ruang transisi yang membingungkan. Aku belajar banyak, mikir terlalu banyak. Kadang ngerasa kuat banget, bisa sendiri, bisa hadapin semuanya. Tapi di saat lain, aku juga ngerasa kosong, capek, gak tahu harus ke mana.
Aku ngalamin banyak hal di usia ini.
Aku kehilangan. Orang yang aku cintai, yang aku anggap rumah, pergi lebih dulu ke hadapan Allah. Dan lubangnya masih kerasa sampai sekarang. Tapi dari kehilangan itu juga, aku belajar bahwa hidup ini gak abadi. Yang akan tinggal hanyalah hubungan kita dengan Allah, dan apa yang kita tinggalkan di hati orang lain.
Aku berusaha. Bangun usaha kecil, belajar ngatur keuangan, hidup mandiri, bantu keluarga. Kadang berhasil, kadang bingung. Tapi aku tetap jalan terus. Pelan-pelan. Gak gampang, tapi aku bangga karena aku gak nyerah. Usaha fotokopi ini mungkin terlihat sederhana, tapi di situlah aku merasa hidup. Di balik mesin dan kertas, aku sedang membangun versi terbaik dari diriku.
Aku jatuh, tapi gak sepenuhnya lepas. Pernah jauh dari ibadah, kehilangan arah, terlalu sibuk sampai lupa menyapa Tuhan. Tapi selalu ada rasa bersalah yang lembut, seperti ada suara yang bilang, "Salma, pulang yuk."
Aku mulai sadar, bahwa hidup ini bukan tentang siapa yang sampai duluan, bukan soal siapa yang punya pencapaian lebih banyak. Tapi tentang siapa yang tetap berjalan meski pelan, yang tetap berusaha mengenal dirinya, dan yang terus belajar menjadi lebih baik.
Aku ngerasa dijaga. Entah kenapa, di tengah semua beratnya hidup, aku ngerasa selalu ada yang jagain. Kayak cahaya yang gak kelihatan tapi selalu hadir. Mungkin itu doa orangtuaku. Mungkin itu kasih Allah yang gak pernah benar-benar jauh.
Dan sekarang, aku sampai pada titik di mana aku lebih peduli jadi siapa, bukan sudah sampai mana. Karena pencapaian bisa hilang, tapi siapa dirimu di dalam akan tetap tinggal.
Jadi malam ini, aku menulis ini untuk kamu yang mungkin sedang di masa muda, sedang bingung, sedang jatuh cinta pada hidup dan takut padanya di saat bersamaan. Kamu gak sendirian. Aku pun begitu. Kita sedang dibentuk, bukan untuk jadi sempurna, tapi untuk jadi seseorang yang bermakna.
Menginjak Pertengahan Usia Kepala Dua
Ramai orang memperbincangkan masa depan . Tentang karir, pasangan hidup, dan cita-cita. Konten kehidupan yang belum tau takdirnya seperti apa. Saling bersaing untuk mendapatkan kata "sempurna".
Rasanya semakin bertambah usia, semakin pula mereka peduli terhadap privasi kita. Ups, apa jangan-jangan hanya basi-basi belaka? Bahkan ada yang memaksa masuk ke dalam alur hidup kita. Seakan-akan punya porsi besar untuk mengaturnya. Niatnya ingin mendekati, tanpa disadari jatuhnya menyakiti.
Padahal tentu saja tiap manusia punya rencana tersendiri, apalagi sejak usia menginjak kepala dua. Walaupun hanya berkecamuk di kepala, bagaikan kabel yang saling terlilit tanpa tahu ujungnya yang mana. Ditambah tekanan untuk menjawab rasa ingin tahunya mereka.
Menginjak usia kepala dua memang penuh dilema, apalagi nanti kepala tiga. Semoga tak semakin merana ✌🏻
@fikarhma - VK
Bandung, 20 Januari 2021
Tips kaya sejak dini dengan beli rumah di usia muda.. #tipskaya #belirumah #usiamuda https://www.instagram.com/p/CI2_g6anVTh/?igshid=1e5h9hu307kzl
Pada dasarnya
Pada dasarnya, dalam kehidupan kita memang ditempa untuk menyiapkan kemungkinan. Kita ditempa bak besi panas yang dipukul paksa agar bisa terbentuk jati dirinya. Tak mengapa, mungkin merasa lelah di satu fasenya. Namun, di fase yang lainnya merasa berbahagia,
"Setidaknya kondisi ini bukan kali pertama".
"Kemarin sudah pernah dan bisa kok, semuanya kan baik-baik saja".
Pada dasarnya dalam kehidupan kita memang diajarkan kecewa. Kita diberi didikan agar jangan pernah berharap apa-apa pada manusia. Setidaknya, dengan cara demikian kita tak menaruh tuntutan banyak kepada orang lain. Kita akan menyadari bahwa kita lebih pantas dituntut oleh ekspektasi kita sendiri. Membunuh ego dengan cara menghantamkan sifat menuntut yang kita punyai. Setidaknya biarlah diri yang berseteru terlebih dahulu, sebelum tindakan diputuskan ataupun sebelum permasalahan lainnya dilahirkan.
@annisraa
Wellcome to the Era of Globalisation! Kemajuan internet dan teknologi di era Globalisasi membuat dunia ini semakin flat dan tiada batas, dapat dipastikan semua orang yg melek teknologi dan mampu menggunakan internet MEMILIKI PELUANG untuk SUKSES. Dunia semakin tiada batas dan lebih mudah untuk berkarya dan terkenal. Ayo manfaatkan sosial media-mu untuk berkarya dan berpenghasilan bersama Oriflame... #berkarya #sukses #usiamuda #berpenghasilan #sosialmedia #bisnisonlinepemula #oriflame #suksesmuda https://www.instagram.com/p/CGg4-GIhQML/?igshid=1t8mxak8ch4mu