utuh menerima adalah perjalanan rasa, perjalanan hati, dan perjalanan karsa.
sebelum lahir ke dunia, perjuangan hidup memang tidak pernah mudah. tersisih, terpinggirkan, tertinggal, terlupakan. bahkan setelah lahir pun, kita masih saja bertemu dengan keadaan serupa.
hebatnya, kita selalu punya asa, cita, cinta, dan harapan. semua itu, membuat kita tumbuh sebagai seorang manusia.
jatuh, berdiri lagi. patah, tak membuat menyerah. tersungkur, tak kehilangan alur.
dalam setiap cuplikan kejadian, kita berusaha mencari makna. benang merah saling menghubungkan titik. setiap sebab berkelana memburu akibat. pertanyaan-pertanyaan mengalir menuju muara jawaban.
ke mana kita akan pergi setelah semua rasa berkumpul dalam diri?
bagiku, utuh menerima adalah cara untuk memperteguh keimanan. menerima segala hal yang datang dari-Nya secara utuh. nikmat, rahmat, hidayah, ujian, musibah, maupun cobaan.
utuh menerima adalah mengimani qada dan qadar, menerima takdir baik dan buruk, serta menerima yang dapat diubah maupun yang tidak.
utuh menerima adalah caraku mendekatkan diri dengan-Nya. agar saat jatuh tersungkur ataupun terbang mengangkasa, aku selalu bertaut dengan-Nya.