tak seperti biasanya, kali ini hujan membasahi sepanjang jalanan jakarta-bekasi. hiruk pikuk kendaraan tak pernah usai, terlebih di jam-jam kepulangan kantor seperti saat ini. klakson dan suara knalpot kendaraan saling bersahutan. matahari sudah sempurna pergi. sembari menyusuri jalanan yang basah, beberapa pertanyaan memenuhi kepalaku.
apa yang dicari? mengapa ribuan orang ini mau bersusah payah menghadapi macet setiap hari? apa yang dikejar?
tentu saja, semua pertanyaan itu akhirnya justru kembali pada diriku sendiri.
pikiranku kembali menyusuri momen-momen saat mulai mempertanyakan banyak hal. masa-masa kuliah mungkin menjadi titik baliknya. masa di mana aku mulai sadar untuk mencari siapa diriku sebenarnya. pertanyaan tentang pilihan, studi, pekerjaan, pernikahan, hingga pertanyaan tentang masa depan. aku bertanya-tanya,
mengapa aku berada di sini? mengapa aku memilih untuk mempelajari ilmu ini? apakah aku akan menyelesaikan studiku tepat waktu? apakah ilmu yang kupelajari akan bermanfaat nantinya? bagaimana dengan masa depanku?
setelah melewati berbagi momen dan kejadian, pada akhirnya aku percaya bahwa apa yang kita lakukan hari ini adalah akumulasi dari keputusan-keputusan kecil yang pernah kita lakukan di hari-hari kemarin. begitu juga apa yang kita pilih hari ini, keputusan-keputusan kecil kita akan menentukan hal-hal yang kita lakukan di hari mendatang.
mengutip perkataan steve jobs, you can't connect the dots looking forward; you can only connect them looking backwards. kita akan selalu menemukan benang merah jika kita menariknya ke belakang.
lampu tanda berhenti tersisa beberapa detik lagi. hujan mulai mereda, tetapi asap-asap kendaraan tetap berebut mengudara. dalam hidup, ada rambu-rambu yang memang perlu dipatuhi setiap kali membuat pilihan dan keputusan. beberapa keputusan bermuara pada hal-hal baik. beberapa keputusan lainnya mungkin membuat jatuh dan terpuruk.
tidak selalu baik dan tidak selalu benar. namun, setiap pilihan dan keputusan akan selalu memberikan pembelajaran.
berbicara tentang menentukan pilihan dan membuat keputusan, aku teringat saat melakukan bimbingan skripsi bersama salah satu dosen terbaik. beliau adalah Dr. Amir Ma’ruf, M.Hum. dosen pembimbing skripsi sekaligus kepala program studi saat itu. ada satu hal yang benar-benar tidak akan kulupakan. setiap kali melakukan bimbingan, alih-alih menyalahkan, beliau selalu bertanya kepadaku.
apa argumentasimu menuliskan ini?
beliau selalu mencari tahu setiap tulisan yang kutulis.
awalnya, aku jadi bingung sendiri setiap kali ditanya demikian. sebuah pertanyaan yang membuatku ragu dan bimbang dengan apa yang kutulis. akan tetapi, dari momen inilah aku belajar.
aku belajar untuk yakin dengan apa yang kutulis. aku juga belajar untuk bisa menyampaikan maksud tulisan dengan bahasa-bahasa yang baik dan dapat dimengerti. tentu saja, aku akan berusaha mencari argumentasi lain yang tepat dan logis apabila ada kesalahan dan kekeliruan. beliau tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, ada nilai-nilai kehidupan yang juga beliau sisipkan di tengah-tengah pengajaran.
dari apa argumentasimu menuliskan ini? menjadi apa argumentasimu melakukan ini?
sebuah pertanyaan yang semakin mendarah daging setiap kali ingin melangkah. mungkin aku bisa mengatakan bahwa pertanyaan ini menjadi salah satu prinsip hidupku.
bagiku, argumentasi sendiri bermakna mencari tahu, mempersiapkan, serta mendalami suatu hal dengan baik. argumentasi itu sangat erat kaitannya dengan prinsip dan pendirian seseorang. bagaimana seseorang memiliki keyakinan untuk bisa memperkuat atau pun menolak suatu ide, gagasan, maupun keputusan.
sudah satu jam lebih berkendara. jalanan mulai lengang. hujan tersisa rintik-rintiknya saja. satu persatu kendaraan sudah tiba di tempat tujuan. tidak ada menang dan kalah. setiap orang tiba di tempat tujuan sesuai dengan garis waktunya. bukan perlombaan dan tidak perlu membanding-bandingkan. aku hanya perlu memastikan bahwa perjalananku sudah tepat dan sesuai tujuan.
mungkin ada satu perjalanan yang tak akan pernah usai. perjalanan mengenal diri sendiri.