BERHARAP BERKAH DI TAHUN KUDA
Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya, termasuk budaya dari warga keturunan Tionghoa. Di awal tahun biasanya mereka melakukan perayaan tahun baru Imlek yang meriah.
Tahun baru Cina atau Imlek adalah perayaan penting bagi masyarakat Tionghoa. Imek yang jatuh pada tanggal 31 Januari 2014 ini adalah tahun baru 2565 yang merupakan tahun kuda kayu.
Perayaan Imlek dilakukan di seluruh pelosok dunia dimana orang keturunan Tionghoa berada. Di Jakarta sendiri, walaupun terdapat ratusan kuil/vihara, perayaan Imlek seperti tahun-tahun sebelumnya berpusat di beberapa vihara di kawasan Petak Sembilan, salah satunya Vihara Dharma Bakti.
Mata mulai terasa perih dan berair ketika memasuki bangunan vihara yang merupakan vihara tertua di Jakarta. Dibangun pada tahun 1650, vihara yang sempat dihancurkan oleh pemerintah kolonial Belanda ini menjadi vihara yang terbesar di daerah Petak Sembilan. Ratusan bahkan ribuan masyarakat keturunan Tionghoa memadati vihara ini saat perayaan Imlek. Mereka memanjatkan doa-doa kepada sang pencipta dan leluhur dengan membakar dupa untuk meminta berkah kemakmuran di tahun yang baru. Tak sedikit yang membagikan rejeki kepada para pengemis yang mengantre bahkan sejak beberapa hari sebelumnya. Imlek memang identik dengan angpau, membagi rejeki khususnya kepada yang membutuhkan.
Pintu masuk Vihara Dharma Bakti yang dipadati oleh warga Tionghoa yang ingin bersembahyang
Mengelus patung dewa untuk mendapatkan berkah dan keberuntungan
Memasuki ruangan utama vihara, ramai dan penuh dengan asap hio membuat mata perih dan berair
Akses menuju altar yang berada diluar bangunan utama
Lilin berukuran besar berwarna merah yang harus ada pada setiap perayaan Imlek yang melambangkan cahaya dan terang. Maknanya adalah menebarkan kebaikan, meskipun diri sendiri harus berkorban banyak hal
Menambah minyak sebagai lambang penerangan di tempat lampu minyak bermakna menambah penerangan jalan hidup bagi warga Tionghoa
Lampion yang menjadi salah satu ciri khas perayaan Imlek
Pengemis turut meramaikan perayaan Imlek di Vihara Dharma Bakti. Mereka datang untuk mendapatkan angpau dari orang-orang yang bersembahyang di Vihara. Tak sedikit diantara pengemis tersebut bahkan berasal dari luar kota Jakarta dan sudah "stand by" beberapa hari sebelumnya, sehingga jika sedang ada kesempatan, mereka memilih untuk tidur.
Semoga tahun kuda kayu membawa kemakmuran bukan hanya bagi warga keturunan Tionghoa saja, tetapi bagi kita semua.
(Artikel ini pernah dimuat di majalah digital V2digest Vol. 19 Feb-Mar 2014)













