Batu Ujian
Kalau ada kanker yang menggerogoti agama-agama, maka diantaranya bisa berbentuk umat yang hanya berbangga status, tak peduli nilai dan kualitas, lalu menjadikannya simbol status itu sebagai gincu saja atau alat justifikasi kezaliman. Dalam Pesan untuk Bangsa-bangsa Timur, Iqbal menyindir: Cuma gereja, kuil, masjid, dan rumah berhala Kau bangun lambang-lambang penghambaanmu Tak pernah dalam hati kau bangun dirimu Hingga kau tak bisa jadi utusan mereka Era dakwah kelembagaan... adalah era setiap orang berpacu dan bergiat dalam kendaraan kolektifnya, dengan segala kreasi besar, walau sekecil apapun langkah yang bisa diayunkannya dan huruf-huruf sejarah yang dapat dipahatnya. Bila popularitas yang dipanen hari ini dianggap sebagai buah dari benih yang ditanam hari ini juga, maka lengkap sudah kedunguan Yahudi dalam diri aktivis, tepatnya sang parasit. Yang malas ke surau-surau dan gubug-gubug untuk mengeja kata demi kata pesan suci yang telah membesarkan komunitas ini. Yang lebih bernafsu mendeklamasikan do'a dengan suara menggeram, memaksa orang menangis di siang terang, lalu ia sendiri tertidur mendekur sampai pagi melewati malam-malam, tanpa sujud, tanpa do'a, tanpa rintihan. Perutnya terlalu kenyang dengan jamuan pertemuan, sementara gelap malam telah melindunginya dari intaian penilai dungu yang mengira betapa panjang tahajudnya, betapa lirih do'anya, betapa bening hatinya! (Dikutip dari sub-bab Batu Ujian dalam Warisan Sang Murabbi, Pilar-pilar Asasi - KH. Rahmat Abdullah)









