"Bentar yang update dulu..." 😂👌👒 245 #go_fujifilm #mirrorless #explorejogja #exploregunungkidul #watukodokbeach #fujifilm_id #xm1 #vsco #dolanjogja (di Pantai Watu Kodok Gunung Kidul)
seen from United Kingdom

seen from Argentina
seen from Mexico
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from China
seen from Vietnam
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Türkiye

seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from Australia

seen from Malaysia
seen from China
"Bentar yang update dulu..." 😂👌👒 245 #go_fujifilm #mirrorless #explorejogja #exploregunungkidul #watukodokbeach #fujifilm_id #xm1 #vsco #dolanjogja (di Pantai Watu Kodok Gunung Kidul)
👦 : yg penting momentnya.. Iya gitu katanya... 243 #go_fujifilm #mirrorless #explorejogja #exploregunungkidul #watukodokbeach #fujifilm_id #xm1 #vsco #dolanjogja (di Pantai Watu Kodok Gunung Kidul)
Setahun Setelahnya
Setahun setelah saya dan dodot menjelajahi pesisir Gunungkidul hanya berdua, tadi (19/3) kami melakukannya lagi.Mungkin karena saya penat setelah dua minggu begitu padat dan Dodot mulai semak dengan tesisnya yang bikin pusing.
Setelah pantai Drini, Siung,dan Indrayanti, lalu kali ini apa?
Saya begitu terpengaruh dengan lagu dari duo asal Jogjakarta Answersheet - A love beach, Sadranan. Saya ingin ke sana. Walaupun sebenarnya saya juga tergoda untuk ke Ngobaran dan Ngrenean yang kabarnya mirip dengan Uluwatu, Bali. Tapi karena kami cuma cewek berdua dan bawa motor, saya gak berani cari jalan baru. Sadranan pun jadi tujuan yang tidak bisa tertolakkan. Karena jalannya arah serangkai BKK (Baron Krakal Kukup) yang sudah berkali - kali saya lintasi.
Sadranan berada 500 meter di timur pantai Krakal. Begitu saya sampai, saya langsung bilang, "Ini yang tercantik!". Sadranan memiliki garis pantai yang cukup panjang dan pantainya segar banget buat mandi. Beruntungnya kami sampai disana jam 10 pagi, jadi masih dan sepi. Serasa pantai pribadi.
Beruntungnya kami mendapatkan ruang private diantara dua karang. Jadi disitu mulai menggila mulai main air sampai foto gak jelas. Saya bahkan sempat menghabiskan berlembar Titik Nol sambil berbaring diatas pasir, dibelai angin laut. Wah.. benar-benar hari minggu yang tidak biasa dan menyenangkan.
Jika bahagia itu sederhana, maka hari ini saya mendapatkannya dari semangkuk bakwan kawi kaya MSG yang dimakan di bawah pohon cemara udang dan menatap samudera hindia. DImana ketika saya melihat saujana, saya bertanya benarkah ada Australia disana?
Lalu yang paling gokil adalah lihat anak SMA (yang isinya cowok semua) buat video Harlem Shake. Itu gokilnya kelewatan. Waktu scene nya si penari pemantik, dia pinjam properti berupa dandang gorengan dari mas-mas penjual gorengan disitu. Waktu scene jamaah, saya heran kenapa gayanya banyak gaya ML. Mulai dari gaya misionaris sampai doggy style.
Karena sudah terlalu siang, kami pun memutuskan untuk pindah pantai. Awalnya bingung kemana, tapi setelah agak lama mencari wangsit saya pun memutuskan untuk ke Pantai Watukodok disebelah barat pantai Drini.
Seperti takut memilih makanan, kadang dalam menentukan pantai mana yang akan dikunjungi di Gunungkidul ini kayak takut tidak terpuaskan. Aduh, pantainya bagus gak ya? Waktu lihat jalan masuknya gak yakin banget. Soalnya jalan jelek dan belum diaspal. Beda sama pantai lain yang aspalnya mulus kayak paha Cherybelle.
Waktu udah sampai bawah, agak kecewa juga sih. Kok agak gak seperti yang ada di dunia ide ya. Pantai Watukodok kayaknya adalah pantai paling sepi dibanding yang lain. Di situ hanya ada tak lebih dari lima warung. Dimana muka para pemilik warung begitu mengibakan.
Pantai Watukodok lumaya panjang. Saat pantai surut banyak warga yang memanen rumput laut disitu. Katanya harganya Rp 1000 - Rp 1500 perkilo.
Apakah Watukodok tidak semenyenangkan itu?
Ternyata asumsi saya salah. Diatas pantai ada banyak Gazebo menghadap ke selatan. Hanya dengan bayar sewa Rp 5000 per gazebo surga dunia bisa kamu dapat. Minum big cola (ketok kere yoo) ngobor dan akhirnya tidur dibuai angin pantai. Tempat ini cocok banget buat yang mau nyari inspirasi menulis kegalauan. Bahkan si Dodot mau mengerjakan tesisnya di sini.
Sungguh hari minggu yang menyenangkan. Alhamdulillah.