Jateng Darurat Stunting! UNDIP Tunjukan Dukungannya
Stunting adalah suatu keadaan yang menunjukkan kekuarangan gizi kronis yang terjadi selama periode paling awal pertumbuhan dan perkembangan anak. Stunting memiliki dampak buruk bagi anak, yang paling terlihat adalah lambatnya pertumbuhan tubuh anak menjadikan dirinya lebih pendek dari seharusnya.
Dalam webinar bertema "Respon Pemerintah Dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting Pasca Pandemi Covid-19 di Jawa Tengah" Ganjar Pranowo mengungkapkan bahwa penanganan stunting selain melibatkan Posyandu dan Dasawisma, juga harus didukung program edukasi edukasi bagi masyarakat, khususnya oleh para akademisi yang intens melakukan penelitian. Ganjar juga memention gerakan UNDIP mengenai jambanisasi. Gerakan ini muncul diakibatkan adanya fakta bahwa satu dari lima rumah tangga di Jateng masih Buang Air Besar (BAB) di ruang terbuka. Sedangkan satu dari tiga rumah tangga belum memiliki akses air minum bersih.
Oleh karena itu,Ganjar meminta UNDIP untuk terus tunjukan dukungannya dalam membantu Jateng bebas dari masalah sosial. Melalui gerakan 1000 hari pertama kehidupan UNDIP terus lakukan upaya demi memberantas masalah yang ada, terutama stunting. Ganjar mengakui intervensi pada 1000 hari pertama kehidupan sangat menentukan keberhasilan penanganan stunting. Pendampingan kepada ibu hamil menjadi relevan dilakukan, jangan sampai terjadi kekurangan gizi.
Selain itu, Kepala Dinas Kesehatan Jateng Dr. Yulianto Prabowo M.Kes juga mengatakan bahwa gerakan 1000 hari pertama kehidupan ini sangat baik, sebab sebelum melwati 1000 hari pertama bayi balita harus mendapat gizi yang cukup sehingga dapat mencegah terjadinya stunting di kemudian hari.
Sumber :
https://www.undip.ac.id/post/16467/gubernur-harapkan-dukungan-undip-untuk-tangani-stunting-di-jateng.html












