Setelah dia...
Aku adalah seorang yang hatinya pernah tergores luka karena salah memberikan tulus pada dia yang tak menghargai bagaimana aku padanya.
Aku pernah bodoh karena selalu memaafkan kesalahan-kesalahannya yang terus berulang-ulang.
Akupun pernah enggan untuk dekat kembali dengan dia yang berlabelkan ‘pria’.
Ya, itu masa laluku.
Saat ini aku telah bahagia. Aku bahagia dalam penantianku untukmu. Disetiap senja, selalu ada do’aku yang melangitkan namamu dan masih dirahasiakan oleh Tuhan.
Kau tahu, aku dapat merasa rindu. Padahal, bertemu denganmu saja belum pernah. Mungkin ini terlihat aneh. Tapi itulah yang kurasa saat ini.
Namun,
Jika kelak Tuhan izinkan kita untuk bersama dalam menyempurnakan separuh dien, aku percaya kau adalah yang terbaik.
Jika kelak Tuhan izinkan kita untuk bersama, ingatkanku untuk selalu bersyukur. Ingatkanku bahwa kita saling membersamai karena-Nya.
Hanya satu yang tak usah sering-sering kau ingatkan padaku; ialah kelak bagaimana cara terbaikku membahagiakanmu :)
cc: @kitajabar











