Senandung Cinta dalam Do’a
Kau yang selalu hadir dalam pikiranku, namun tak pernah benar-benar hadir dalam hidupku. Bahkan aku ragu kalau kau tahu siapa aku.
Kau yang selalu bisa membuatku berdebar tanpa melakukan apapun. Karena melihat punggungmu saja hatiku sudah ingin lompat. Jangan tanya bagaimana kalau kedua mata teduhmu melirikku dan bibirmu membuat senyum simpul. Bahagia sekali rasanya.
Semua hal yang ada pada dirimu terlihat begitu sempurna. Semangat yang selalu berkobar, pemikiran terbuka yang positif, kesederhanaanmu dalam segala hal, bahkan sisi keagamaanmu menjadi salah satu faktor yang menjatuhkan aku. Menjatuhkan aku di hatimu.
Kamu tahu kisah cinta Ali bin Abi Thalib dan putri kesayangan Rasulullah, Fatimah? Cinta yang begitu suci karena keduanya sama-sama menjaga sampai waktu dan ikatan halal akhirnya menyatukan mereka.
“Karena yang terjaga hanya pantas untuk yang menjaga.” katamu di suatu senja yang hangat.
Jadi aku di sini masih berusaha dan berjuang. Kamu juga. Berusaha memantaskan diri dan berjuang untuk menunggu waktu yang tepat. Berusaha ikhlas kalau ternyata bukan aku yang menjadi Fatimah-mu.
Sambil meminta pada Ilahi untuk memberikan kebahagiaan terbaik kepadamu di atas sajadahku, di setiap sepertiga malam terakhirku.
Karena mendoakan adalah cara mencintai yang paling rahasia. Dan istimewa.
Aku SECRET ADMIRER-nya gowithepict :)
Kota Hujan, 23 Mei 2015 | 11:47 WIB















