Sirius 3E, please and thank you
Yes! And thank you, fairy★★
seen from Yemen

seen from Brazil

seen from United States

seen from United States

seen from Netherlands

seen from South Africa
seen from China
seen from Norway
seen from Sweden

seen from Venezuela

seen from Venezuela
seen from United States
seen from Maldives
seen from Japan

seen from Maldives
seen from Yemen
seen from United States
seen from Türkiye
seen from United Arab Emirates
seen from Venezuela
Sirius 3E, please and thank you
Yes! And thank you, fairy★★
Patro using bull friend as a belly bed/pillow?
but nobody came
Don't you shiver?
Mendengar lagu shiver - dari coldplay ini mengoyak-ngoyak jantungku.
Katamu dulu, lagu ini untukku. Untuk aku yang jahat dulu. Yang tidak pernah melihat bagaimana perjuanganmu dulu. Tidak pernah merasa atas apa yang selalu kamu upayakan untukku. Selalu berpura-pura tidak tau, kalau kamu sesayang itu denganku.
"Did you want me to change? Well i changed for good. And i want you to know, that you'll always get your way. I wanted to say, don't you shiver?"
Demi aku yang bisa menyayangimu juga, kamu mengubah semuanya yang tidak aku suka. Kamu belajar bersabar, karena aku tidak suka seorang pemarah. Kamu mengurangi rokokmu, karena aku selalu tidak suka dengan baunya. Kamu belajar tepat waktu, karena aku tidak suka kamu yang lelet dan selalu ngaret. Kamu lakukan itu semua, hanya agar aku menyayangimu juga, walau tak satupun dariku yang kamu minta. Karena bagimu, dicintaiku olehku sudah sangat cukup. Dan entah mengapa, bagiku dulu semua usahamu belum cukup, tidak pernah cukup.
Sekarang aku menyadarinya. Apa dulu aku sedang gila?! Apa dulu ia memang seburuk itu? Padahal di balik semua sikap yang tidak aku suka, aku selalu sadar aku selalu tau, dia sangat mencintaiku, dan aku senang dicintai sebesar itu. Tapi yang selalu keluar dari mulutku tidak pernah menyenangkannya.
Sekarang, aku mendengar lagu itu lagi. Dan aku menangis. Menyesal. Tapi sebesar apapun penyesalanku, aku tidak bisa memintamu kembali. Karena kamu sudah bukan milikku lagi. Cintamu sudah pindah ke lain hati. Lagu itu, mungkin sudah bukan untukku lagi. Dan aku terlalu benci pada diriku untuk menyadarinya. Menyadari betapa bodohnya aku dulu.
"So I look in your direction, but you pay me no attention, and you know how much I need you. But you never even see me..."
Kita ini sama batu. Berdebat hanya menciptakan api yang siap memanggang kita.
Mungkin yang kamu butuh bukannya aku, tapi air. Yang setiap tetesan sabarnya mampu membuatmu melunak.
Sebenarnya aku adalah buku yang terbuka dan mudah terbaca. Tapi kamu memilih untuk menjadi seorang yang buta aksara.
Saat kamu bingung memilih antara aku atau dia; pilihlah saja dia. Karena aku tidak mau dicintai dengan keragu-raguan.
Kau pikir, aku tidak perlu kamu yang setia; yang penting kamu selalu ada.
Tidak begitu tuan, terkadang mencintai bisa menjadi begitu tamak. Aku mau dirimu. Aku juga mau hatimu.
Seluruhnya. Tidak terbagi pada siapapun yang ada di sana, ataupun hatimu untukku tapi ragamu bermain-main dengan yang lain.
Aku tidak mau itu. Aku ingin definisi bahagiaku sendiri. Dengan memilikimu seluruhnya.