Ku mau cerita dikit. Tapi tau deh beneran dikit atau enggak nanti jadinya. Wkwkwk
Gini. Aku tadi dapet nasehat dari temenku terkait media sosial. Awalnya kita sih nge-receh. Temenku hobi ngumpulin receh terus di share, makanya aku suka aja liatin akunnya. Lumayan, hiburan.
Kemudian obrolan kita berlanjut ke hal yang lebih berat. Mungkin karna udah kebanyakan recehnya jadinya berat (?)
Kita ngobrolin tentang keistiqomahan. Kita berdua ngeri kalo suatu hari mulai terbawa pengaruh lingkungan, lalu mulai perlahan menanggalkan hal-hal baik yang telah melekat sebelumnya ke arah yang kurang baik. Padahal kita sudah paham dan mengamalkannya sekarang, tapi kemudian karna pengaruh luar malah kita melangkah mundur ke belakang ke keadaan yang tidak lebih baik dari sebelumnya. Sungguh saya sedih melihat keadaan yang seperti ini.
Jika bisa "mewarnai" dengan indah itu baik, tapi jangan sampai kita "terwarnai" dengan hal yang kurang baik. Dan jika tidak bisa "mewarnai" setidaknya jangan sampai melunturkan "warna" diri yang sudah baik.
Memang mudah sekali bagi Allah membolak-balikkan hati manusia. Pernah gak sih merasa jadi orang yang paling sedih. Kemudian besoknya sudah menjadi orang yang paling bahagia, atau sebaliknya hari ini merasa bahagia besok menjadi orang yang paling sedih. Hari ini berteman begitu dekat besok menjadi musuh paling berat. Hari ini taat, besok ataupun lusa bisa jadi orang yang tersesat dalam maksiat.
Kenapa Allah membolak-balikkan hati manusia? Karena Dia mau melihat mana hamba-Nya yang bisa semakin dekat dengan perasaan yang berbeda-beda itu. Terkadang saat kita bahagia kita kurang bersyukur makanya Allah buat kita bersedih agar kita berdoa dan mendekat kepada-Nya. Mungkin keadaan yang sebaliknya, Allah timpakan ujian berat hingga terasa begitu menyedihkan agar kita tunduk sujud penuh kekerdilan mengakui segala kelemahan. Paling mengerikan adalah ketika Allah belokkan dari keadaan taat menjadi sesat. Na'udzubillaah...
Jangan lupa berdoa ya. Seperti Rasulullah yang selalu mengulang-ngulang doa agar diteguhkan hatinya dalam agama ini.
Riwayat hadistnya sebagai berikut :
Syahr bin Hawsyab berkata bahwa ia berkata pada istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Ummu Salamah,
“Wahai Ummul Mukminin, apa do’a yang sering dipanjatkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika berada di sisimu?”
كَانَ أَكْثَرُ دُعَائِهِ « يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ ».
“Yang sering dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah, ’Ya muqollibal quluub tsabbit qolbii ‘ala diinik (Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu)’.”
Ummu Salamah pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Wahai Rasulullah kenapa engkau lebih sering berdo’a dengan do’a, ’Ya muqollibal quluub tsabbit qolbii ‘ala diinik (Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu)’. ”
Rasulullah kemudian menjawab,
“Wahai Ummu Salamah, yang namanya hati manusia selalu berada di antara jari-jemari Allah. Siapa saja yang Allah kehendaki, maka Allah akan berikan keteguhan dalam iman. Namun siapa saja yang dikehendaki, Allah pun bisa menyesatkannya.”
Setelah itu Mu’adz bin Mu’adz (yang meriwayatkan hadits ini) membacakan ayat,
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami.” (QS. Ali Imran: 8)
(HR. Tirmidzi, no. 3522; Ahmad, 6: 315. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)
Singkat cerita. Aku menuliskan beberapa kalimat dari percakapan kita di IGS. Eeeeee salah seorang teman ternyata ada yang tersinggung. Padahal aku hanya share itu sebagai pengingat untuk diri sendiri :')
Mengetahui hal tersebut, kuingin memberi klarifikasi. Tapi temenku mengingatkan, katanya ndak perlu. Temenku bilang gini,
"Kalopun iya dia merasa tersindir ya udah gapapa. Toh itu perasaan dia. Niat kita gak nyindir. Cuma buat reminder diri sendiri. Medsos memang gitu tabiatnya.
Kalo kita ngebales lagi, apa bedanya kita sama orang itu? Sama sama julid dong? Sama-sama nyinyir jadinya.
Interpretasi setiap orang terhadap tulisan kita pasti beda. Tanggapan pasti beda. Yang tau niat juga kita. Santai aja, cantik. Jangan sama seperti yang lain. Stay cool.
Posting yang pengen diposting aja, yang tau niat cuma Allah.
Kita ga bakal dihisab karena perkataan orang lain terhadap kita koq."
Alhamdulillah aku diingetin buat gak terpancing atas tindakan orang lain yang bisa menimbulkan pperjulidan (?) Kubaru tau istilah julid btw wkwk. Agak norak, agar supaya noraknya maksimal kujadikan judul sekalian ajalah. Hahahaha
Cukuplah sampai disitu percakapan agak berat kita hari ini. Dan setelahnya kita kembali nge-receh lagi 😂😂😂
Eh tadi kubilang singkat ternyata ndak singkat wkwk. Gapapalah ya. Selamat membaca. Ambil yang baik, yang buruknya tinggalkan. Contohnya kebiasaan kita nge-receh (ngobrolin hal receh/ngumpulin jokes receh). Hahahaha