Sebagai sebuah perkembangan kehidupan, awalnya kumemutuskan sofa bed aja cukup. Turned out, emang sofa bed itu dipakai cuma one or two night stay over. Ga lebih.
After thinking long and hard (naon) also discussion - dengan diri sendiri dan teman sekantor - aku memutuskan beli kasur yang proper, beserta dipan (karena kamar kosan kalau hujannya parah banget, airnya bisa rembes yang arahnya rembes dari bawah).
Proses ngerangkainya? Dahsyat luar biasa pegel karena ku rangkai sendiri (walaupun claimnya mereka bisa dirangkai sendiri. YA BISA SIH TAPI LEBIH ENAK KALAU DIBANTUIN ORANG LAIN. wkwk).
Kasurnya enakeun. Beneran sesuai claim, kalau naru minum, minumnya gak jatuh dan ga ambles. Emang sengaja nyari yang medium firm supaya kalau tidur berdua ga berasa goyangnya (karena aku light sleeper). Tapi zuzurly, kalau kebanyakan tidur emang jadinya pegel. Memang gak boleh kebanyakan rebahan, tidak baik bagi badan karena manusia itu dirancang dengan dua kaki lebih banyak jalan dan bergerak, bukan duduk.
Dipannya ketinggian karena 30cm. Awalnya galau, pengen yang tingginya ga sampai 30cm, karena jadinya bakal tinggi banget. Cuma ya harganya lebih mihil emang. Beli ini aja mikirnya lama banget sampe long weekend ga balik ke rumah nungguin paketan kargo kasur datang (Ibu: Kamu ga pulang kenapa? Me : nunggu kasur Bun). Besok kalau kalian mau beli, saranku yang ga setinggi ini karena aku yang 157cm saja klo mau duduk di pinggir kasur ga terlalu napak wkwk (kombinasi dipan 30cm + kasur 30cm).
Kalau kasur emang nyari yang medium firm/firm, bisa dicoba. Lebih enak kalau kamarnya pakai AC karena aku tim no kipas (pakai kipas kalo udah panas banget) dan kosan emang ga ada AC. Letak kosan yang kamarnya langsung di pojokan, jadi kalau panas kepanasan - dingin ujan ya kedinginan. Si kasurnya sendiri bikin nambah heat. Pernah bangun tuh dalam kondisi gobyos (kombinasi : kamarku panas ga kipasan + heat dari kasur + pakai selimut tebal).
Kalau kalian suka yang empuk, saranku nyari yang medium firm tapi yang tebalnya gak 15cm banget ya. Soalnya temen kantor beli yang seri springbed anak kos 15cm menurut beliau kurang rekomen. Mungkin 20cm masih ok. Sempet kepikiran pengen beli brand lain, tapi ragu - ragu.
Dan kemarin mikirnya lama antara kasur busa sama spring bed dengan berbagai pertimbangan. Sengaja beli spring bed karena springnya bakalan stay (semoga awet Aamiin). Kalau space rumah/kosan ga cukup dan emang niatnya mau diberdirikan (dalam rangka menghemat living space) mending beli kasur busa, karena ga ada springnya dan awet aja mau dijungkirbalikin gimana. Kalau spring sarannya jangan dibedirikan karena springnya bakalan turun qualitynya (pengaruh gravitasi).
So far, setelah pemakaian 3 bulan aku merasa bahagia dengan kelebihan dan kekurangannya. Alhamdulillah. Tentu saja dengan effort cuci sprei 1 minggu sekali demi menjaga higiene.