Jakarta.
Kota yang membuatku terbiasa melangkah agar hidup terus berlangsung. Memburu nafas diantara penuh sesak peron stasiun pagi hari.
Kota yang dilangit-langitnya penuh dengan warna. Beberapa diantaranya adalah doa pengharapan orang-orang yang menitipkan mimpinya disini. Tentang rindu, berharap dapat segera pulang ke kampung halaman. Tentang banyak hal yang bercampur dengan hiruk pikuk kesibukan yang ada dibawahnya. Kalah nyaring dengan klakson mobil di jalanan. Kalah riuh dengan obrolan receh bersama rekan kerja usai . Kalah gaduh dengan proyek-proyek pembangunan dengan alat beratnya.
Tapi kadang ini adalah yang dibutuhkan. Obat untuk membungkam semua suara yang ada dipikiran saya yang hanya bisa didengar oleh diri sendiri. Untuk membungkam suara yang semakin gaduh akhir-akhir ini.
Jakarta, 2018/12 | 9.07 pm














