Sudah hari keberapa tanpamu
Aku sampai tak sanggup menghitungnya, aku masih menangisi kenangan kita. Cengeng
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

No title available
YOU ARE THE REASON
AnasAbdin
Peter Solarz

Product Placement
trying on a metaphor
Show & Tell
hello vonnie

★

if i look back, i am lost

JBB: An Artblog!
Misplaced Lens Cap
Sade Olutola
art blog(derogatory)

#extradirty

shark vs the universe
One Nice Bug Per Day
tumblr dot com
Cosimo Galluzzi
seen from United States
seen from Türkiye
seen from Türkiye

seen from Türkiye

seen from Türkiye

seen from United Kingdom

seen from Russia
seen from Türkiye
seen from United Kingdom

seen from Belgium

seen from Australia
seen from United States

seen from United States

seen from Belgium
seen from United Kingdom
seen from Portugal

seen from Türkiye
seen from Türkiye
seen from United States

seen from Australia
@thedarks
Sudah hari keberapa tanpamu
Aku sampai tak sanggup menghitungnya, aku masih menangisi kenangan kita. Cengeng
Hari ke 14
Aku masih menanyakan kepadamu, bagaimana perasaanmu padaku? Lagi kamu berkata masih dan aku pun sama.
Sebelum pertanyaan itu datang, aku mengatakan kekecewaanku terhadapmu.
Lalu dengan sikap gengsimu kamu mengatakan tanpa penjelasan jika semua salah paham.
Sial kamu membuatku kembali lagi
Hari ke 13 aku kemarin hanya diam. Fokus dengan kegiatan. Aku tidak lupa cuma ingat semua hal tentang kita fokus dengan kegiatan.
Hari Ke 12
Tanpa Kamu
Aku merindukanmu, aku masih memaksamu untuk tetap berkomunikasi. Mengajakmu bermain game bersama, mengajakmu chat di What'sApp
Berkomunikasi denganmu adalah hal yang menyenangkan. Mendengar suaramu adalah hal yang selalu kurindukan.
Kenapa kamu selalu peka jika aku merindukanmu?
Masih di hari yang sama
Kami tiba-tiba bercanda gurau namun ketika kukatakan untuk tidak menghilang dan menghilangkan sifat cueknya dia pergi kembali.
Menghilang lagi. Apa yang salah? Aku tidak tahu.
Hari ke 11 Tanpa Kamu
Lagi dan lagi aku menangisi kepergianmu. Tadi malam aku sudah menangis beberapa kali. Hari ini aku menangis lagi dan lagi.
Aku masih belum ikhlas tanpamu.
Yang gila itu aku, kamu enggak!
Hari Ke 10 Tanpa Kamu
Aku capek jatuh cinta sama kamu, tapi sayangnya yang ada di hati ga mau lupa.
Trus aku harus gimana? Pikiranku lelah. Hatiku memaksa trus perjuangin kamu.
Kamunya dah lelah sama aku :(
Hari Ke 9
Tanpa Kamu
Tau nggak kemarin harusnya aku buat ini, tapi karena aku sedih dan hilang arah aku hanya diam mencari cara biar nggak sedih lagi.
Kamu berubah, kamu asing, kamu memberikan batas nyata pada hubungan ini.
Aku tahu kita memang bukan lagi kita, tapi kenapa kali ini batasmu susah ditembus. Aku hilang arah.
Harusnya kita ga kenal dari awal ga sih? Nggak usah ngasih perhatian lebih kalau akhirnya kamu memilih pergi.
Satu mobil bersama orang yang beda selera musik aja bikin suasana aneh, apalagi bersama dengan prinsip yang berbeda dan sama kuat.
Lucunya meski beda prinsip, tau bakal tidak bisa bersama. Masih saja menyimpan rasa yang sama.
Hari ke 8 Tanpa Kamu
Kamu masih jadi pemenangnya.
Dengan bodohnya aku meminta kita kembali ke awal. Sayangnya semua ga bisa dilakuin. Prinsip menjadi jarak tebal bagi kita. Sial!
Kita dua orang yang memaksa untuk tidak ada kata asing setelah perpisahan datang.
Memaksa tetap bersama meski restu dunia tak dapat kita peroleh.
Hari Ke 7 Tanpa Kamu
Pesanmu masih menjadi favoritku, masih sama tentang kutunggu kehadiran notifmu.
Biarkan kita seperti ini dulu, menjadi orang aneh yang saling memberi kabar meskipun ada sekat di antara kita.
Langit Juli lagi bagus-bagusnya, sayangnya tak bisa kunikmati denganmu. Sebab kita yang sedang patah terseok, mengumpulkan arah pulang.
Nestapa!
Hari Ke 6. Tanpa Kamu
Masih tentangmu
Bayangmu masih ada dan aku masih tak bisa lupa.
Kita sama-sama nyari tetapi kenapa waktunya nggak tepat?
Hari Ke 5 Tanpa Kamu
Aneh sekali, tanpa ada notifmu seharian galauku semakin meradang. Bagai pantai tanpa ombak, yang mana ada bagian hilang dalam kehidupan.
Aku sekali lagi mengirimu sebuah pesan teks tentang pengganti. Sial itu hanya memperkeruh hubungan saja.
Aku tahu dia ingin lupakan aku, tetapi setiap hari aku membuatnya ingat.
Aku tak bisa untuk tidak berbicara dengannnya. Ada bagian tubuh yang merasa kehilangan.
Lagi sakit ketika sadar kita bukanlah lagi kita. Hanya ada kamu dan aku yang ada pada jalan masing².