YaYaAmani👁 shared a post on Instagram: "Surrender= Acceptance! Give up everything that no longer serves you and you will start to see clear
Sade Olutola

titsay

shark vs the universe
untitled
No title available

Kaledo Art
Stranger Things
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

JVL
cherry valley forever

★
taylor price

#extradirty
Claire Keane
we're not kids anymore.
KIROKAZE
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

No title available
I'd rather be in outer space 🛸
Sweet Seals For You, Always

seen from Switzerland
seen from Bangladesh

seen from Bangladesh

seen from Morocco
seen from Kazakhstan

seen from France
seen from United States
seen from Brazil

seen from Argentina

seen from United States
seen from Australia

seen from South Korea

seen from Malaysia
seen from Ecuador

seen from Syria
seen from Iraq

seen from Türkiye
seen from Portugal
seen from Ecuador

seen from T1
@thenameisgee
YaYaAmani👁 shared a post on Instagram: "Surrender= Acceptance! Give up everything that no longer serves you and you will start to see clear
the insecurities is literally killing the inner mind
Ya... I have a problem with insecurities, feels like I never deserved to be with someone or fit with the community
It's not fit with the job that I have rn as a doctor..
I feel like, I never suit in any communities :))
Gatau ya, either gue yang ga pandai dalam berkomunikasi dengan orang orang, so people feel uncomfy, atau gue yang terlalu independent jadi gue ngerasa ga akan butuh orang lagi untuk bersandar, ya buat apa?
But I am a woman who has a fragile wall, yang sooner or later akan runtuh juga.. Walaupun gue tidak pernah menunjukannya kepada siapapun.. that's a no no.. that's not me.. never sheds tears in front of people
I always forbidden to tells my stories to other people so I have a severe trust issue..
Kenapa ya... is there something wrong with my mind tho?
Yaudahlah... keep fight aja and keep do my best as a personal and as a GP of course :)
The Sea
Sea has always something different that it's impossible for me to get bored in here
The beach wind calmed me down, it's an odd feeling but beach is always be my favorite place to escape from the reality, honestly when I kinda burn out with everything
The sea lifted some of weights on my shoulders, decreasing the heavy thoughts that I always hide and save only for me.. none knew it, because I know none really care of someone's heavy thoughts
This is my super favorite place to stay even I am just me, myself and I here
aite.. been a long time since the last posted, let's write more in the future
You are not hard to love, you just ran into the wrong people. There are someone out there who will love you so much, and you will feel the warmth of that love. Please don’t give up.
You would not ask someone who does not value the sky and the stars to go stargazing with you. The value of the sky is just the same, as is yours. You just need to find the stargazers. 🌸
Hmmmm be careful wit another wave of Covid-19 in Indonesia...
Ya Allah, when this pandemic will be over?🥺
2022 smells like success, healing, transformation, blessings and self love.
This us what I really hope
2022 smells like success, healing, transformation, blessings and self love.
December will be filled with happiness.
December will be filled with blessings.
December will be filled with progress.
December will be filled with kindness.
December will be filled with love.
December will be filled with opportunities.
“What if I slept a little more and forgot about all this nonsense.”
— Franz Kafka
“Never apologize for how you feel. No one can control how they feel. The sun doesn’t apologize for being the sun. The rain doesn’t say sorry for falling. Feelings just are.”
— Iain S. Thomas, Intentional Dissonance
“Forgive me if I don’t talk much at times. It’s loud enough in my head.”
— Unknown
Insecurities
Okay let me talk about my biggest problem in my life. Insecurities. I’ve been struggled with this problem for years, dimana aku merasa ga cocok di society dan mungkin ini menyebabkan aku menjadi seorang introvert.
Menurut Oxford dictionary, Insecure bisa diartikan tidak adanya kepercayaan diri terhadap diri sendiri maupun tidak ada kepercayaan dalam membangun hubungan dengan orang lain.
Ya, aku selalu membandingkan diriku dengan orang lain. Aku tidak bisa seperti A atau si B. Tidak bisa mendapatkan pencapaian seperti A dan B.
Pernah, aku mau keluar dari zona nyaman dalam bekerja. Keluarlah aku di tempat kerjaan itu. Less than 2 months, I had such an unfortunate experience. Bertumpuklah rasa insecure yang memang sudah ada, mungkin sejak my teenage life idk? But luckily, I have 2 work places dimana aku merasa nyaman dan aman disini. I hope they will long lasting.. amen
My facial appearance? I ain’t a photogenic nor videogenic (is that a word? hahaha) type. Itulah kenapa, jarang banget post foto atau video di social media ya walaupun akhir-akhir ini sekali kali post. Jujur, banyak foto, reels dan video tapi ga pernah di post karena ga pede.
Di kuliah? I wasn’t a brilliant student back then. Sampe sekarang juga udah jadi dokter tetep ngerasa ilmu kuraaaang banget. Bahkan updated tentang hal “receh” bagi sebagian orang.
So, menurut Bowlby, 1980 mengklasifikasikan menjadi 3 tipe yaitu: Secure (Rasa aman), anxious (kecemasan) dan avoidant (menghindar), dimana tidak hanya berpengaruh dengan pola perilaku seseorang bahkan menaruh respon dengan ekspektasi berlebih terhadap organisasi atau orang lain.
Ada beberapa peneliti yang berhipotesa adanya hubungan dari beberapa aspek seperti, penyimpangan perilaku seseorang dan rasa rendah diri sebagai hal yang memungkinkan dapat menyebabkan depresi dan kecemasan.
Dukungan lingkungan sekitar seperti keluarga dan lingkup pertemanan sekiranya dapat membantu orang yang memiliki insekuritas dapat keluar dari rasa tersebut
Dan akhir akhir ini, akupun belajar untuk “Love Yourself”. Masih belajar menerima kekurangan dan kelebihan yang dimiliki dan berusaha tidak membanding bandingkan dengan orang lain.
Last words, semoga society membantu dengan tidak men”judge” orang orang ini, namun justru membantu menimbulkan rasa percaya diri agar dapat menempati society dengan baik.
Love, G x
Daftar Pustaka:
Lee, Adabel and Benjamin L. Hankin (2009): Insecure Attachment, Dysfunctional Attitudes, and Low Self-Esteem Predicting Prospective Symptoms of Depression and Anxiety During Adolescence
Nedra Glover Tawwab, Set Boundaries, Find Peace: A Guide to Reclaiming Yourself
❣️❣️❣️
“A woman is not written in braille, you don’t have to touch her to know her.”
—
Say it louder.. This is a true fact
Mental Health Awareness..
Yea.. Masih dibilang taboo kalau berbicara soal ini. Kalo kata kasarnya, "Orang Gila"..
Banyak banget orang yang skeptis kalau berbicara soal ini. Beberapa ada juga yang menghindari orang orang dengan Mental Ilness. Kalaupun ada yang mencari bantuan karena they've been struggled with their mental ilness. Tapi apa respon yang sering di dapatkan?
"Kurang bersyukur tuh" , "Perbanyak berdoa deh" atau "Ih, cuma gitu doang. lebay. Apalagi lo jadi gue?"
Oh no no no, you couldn't compared your sitution with others. We never knew what they've been through in their lives.
Okay okay, kita klasifiksikan masalah kesehatan Jiwa yang saya ambil dari Pusat Data Dan Informasi Kementrian Kesehatan. Ada 3 klasifikasi mengenai kesehatan jiwa yaitu:
1. ODMK (Orang Dengan Masalah Gangguan Jiwa)
Orang dengan masalah ini mempunyai masalah fisik, mental, sosial, pertumbuhan, perkembangan dan / kualitas hidup sehingga berpotensi risiko memiliki masalah kesehatan jiwa
2. ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa)
Orang yang memiliki gangguan dalam pikiran, perilaku dan perasaan yang termanisfestasi bisa dikatakan yang ada dalam diri orang tersebut yang terbentuk dalam sekumpulan gejala dan atau perubahan perilaku yang bermakna atau sangat tampak. Biasanya dapat menimbulkan penderitaan, serta hambatan dalam menjalankan fungsional sebagai manusia
Kalau gangguan jiwa berat, ini masuk ya di dalam ODGJ. Orang tersebut biasanya terganggu kemampuan untuk mengenali apa yang menjadi realita (insight) yang buruk. Bisa dikatakan gejala yang tampak yaitu halusinasi, gangguan rasional seseorang, cara berpikir dan berperilaku
Nah and now, seberapa pentingnya sih kita aware dengan mental ilness. Let me tell you.
Menurut Institute For Health Metrics and Evaluation (IHME) pada tahun 2017.
Bila di bagi lagi menurut ukuran beban penyakit yakni meliputi Disability Adjusted Life Year (DALYs) yang dihitung dari penjumlahan kematian prematur (Year of Life Lost due to premature death/YLLs) dan Tahun hidup dengan kondisi disabilitas (Years lived with disability/YLDs).
Memang secara global kontributor DALYs dan penyebab kematian saat ini adalah kardiovaskular (Jantung dan Pembuluh Darah) sebesar 31,8%. Namun, presentasi YLDs (tahun hilang akibat kesakitan dan kecatatan) cukup besar yaitu 14,4%. Apakah itu menjadi masalah? iya menjadi masalah. Karena orang yang mempunyai masalah mental berpotensi tidak produktif jadi kita harus menggarisbawahi masalah ini.
Dari sumber yang sama mengatakan bahwa beberapa gangguan jiwa yang terdapat di Indonesia diantaranya depresi, cemas, skizofrenia, bipolar, gangfuan perilaku, autisme, gangguan makan, cacat intelektual, Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Dan surprisingly, Depresi menjadi urutan teratas dalam tiga dekade ini. Jadi inilah sebabnya kita harus peduli dengan problem yang satu ini
Usia? semua golongan usia dapat berpotensi mengalami depresi. Bisa di lihat di gambar dan yes di usia produktif pun bisa berpotensi
Jadi yang mau aku sampaikan adalah ubah stigma depresi seseorang kalau orang dengan depresi itu kurangnya bersyukur atau lemah dalam menghadapi hidup. It's not really wise to do that. Daripada kita menghakimi lebih baik dibantu kan? We recognize, We care and then We help.
Kita bisa kok menghubungi Badan Pemerintah untuk meminta bantuan
1. Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes = 021-500454
2. LSM Jangan Bunuh Diri = 021- 96969293
Kalau ada tambahan kontak, bisa ditambahkan. we share we care
Love, G