Mengapa orang yg terlalu berempati mudah d manipulasi?
Aku akan sedikit mengangkat isu psikologi. Bidang kehidupan yg sangat penting tapi tabu d Indonesia. Aku berbicara bukan sbg ahli, hanya orang biasa yg ingin lebih peduli terhadap isu ini. Aku sangat suka membahas ini bersama bbrp temanku. Kebanyakan mrk bkn psikolog. Entah knapa, mungkin bbrp kali ku berbicara dgn lulusan psikologis tp tidak seperti psikolog. Don’t get me wrong. Karna kdg mrk judgemental. Mungkin kebetulan saja aku bertemu dgn yg seperti ini.
D tulisan ini aku akan mambahas sedikit ttg manipulasi. Manipulasi merupakan cara seseorang untuk mempengaruhi emosi, & mental orang lain. Sehingga dia dapat mengendalikan orang tsb, & mendapatkan apa yg dia inginkan.
Seberapakah bahayanya manipulasi?
Kalau kamu menyadari seseorang adalah manipulator, itu bagus karna kamu tahu apa yg sebaiknya kamu lakukan. Berikut beberapa ciri2 orang manipulatif :
Memutarbalikan fakta. Contoh : ada orang mencuri sepatu, kamu tahu dia mencuri tapi ketika d tanya dia akan mencari alasan bahwa bukan dia yg melakukan itu.
Membentak saat marah, & melakukan bahasa tubuh agresif
Menyerang secara personal ketika berdebat
Jagoan Kandang. Contoh : mengajak kamu bertemu d tempat yg jadi area kekuasaan dia.
Senang membuat korbannya merasa sangat takut (kalau mmg bisa d takuti)
dan masih banyak lagi. Mungkin kamu tahu....
Orang seperti ini bahkan akan membuat kamu merasa bersalah untuk hal yg tidak penting. Seperti kamu datang terlambat saat rapat krn kamu jatuh d jalan padahal kamu sudah memberitahu. Manipulator akan membuat kamu seolah-olah seperti membuat kesalah sangat fatal, & akhirnya kamu merasa bersalah.
Pertanyaanya adalah apakah kamu orang yg mudah d manipulasi atau tidak?
D kehidupan sehari-hari semua orang tidak akan lepas dari yg namanya bersosialisasi satu sama lain. Aku lebih salut sama orang yg berani MAJU untuk berkata tidak pada orang. Dari pada yg diam2 mencurigai orang lalu berperilaku pasif agresif.
Beberapa sifat2 orang yg mudah d manipulasi oleh orang lain :
Mudah merasa bersalah/takut
Sulit mengatakan tidak pada orang lain
Terlalu berempati pada orang lain
Ada yg perlu d ingat setelah kita berbuat salah, minta maaf & memperbaikinya. Kl kamu teralu overthinking & terus2an merasa bersalah, manipulator akan mudah mengambil keuntungan dgn membuat kamu slalu merasa demikian.
Kebiasaan sulit mengatakan tidak krn ga enakan jg membuat manipulator merasa menang karna melihat kamu lemah hanya karna kamu sulit berkata tidak. Kl terus seperti ini, suatu hari kamu akan merasa bersalah lebih lg,
Polos/tidak berilmu akan termaafkan kl kamu mau setidaknya membaca sedikit ttg perlaku manipulatif. Ini memudahkan kamu tahu apakah kamu korban manipulasi/pelaku. Eiiits, tp inget. Jgn jadi validasi untuk slalu mencurigai orang tanpa membuktikan. Intuisi tidak slalu benar.
Orang2 yg mudah terpengaruh mengalami kesulitan dalam memutuskan, bahkan mengambil tindakan. Karna pengaruh orang lain sangat besar. Misalnya temen kamu ngga suka sm orang lain kamu jadi ikutan ngga suka padahal kamu ngga tahu yg sebenernya org tsb seperti apa. Bisa jadi temen k itu manipulator.
Empati atau kemampuan memahami posisi orang lain & merasakan apa yg dia rasakan. Ini salah 1 sikap yg sangat positif. Aku mengagumi orang2 yg seperti ini. Terlalu berempati, d tambah polos akan jadi santapan lezat manipulator. D sini sensitifitas d butuhkan untuk tahu orang itu manipulator atau bukan.
Pernah mendengar ini?
Kamu ngga harus terjatuh d tangga untuk merasakan gmana rasanya terjatuh.
Kamu harus berempati pada siapapun tapi kamu jg perlu ingat, bukan berarti kamu harus mengalami apa yg orang alami. Membantu menyembuhkan luka akibat jatuh dari tangga, itu lebih baik.
Kalau kamu mau mencoba jadi pemulung untuk merasakan, ini beda lagi.
Dari penjelasan singkat d atas, sedikit banyak kamu bisa tahu apa yg perlu d lankukan. Kadang tidak bisa d hindari tapi bisa kamu “lawan” artinya berani mengatakan tidak, tidak tenggelam dalam rasa bersalah, mencari ilmu soal orang2 manipulatif, dll. Oh ya tak kalah penting, perlu bukti seseorang adalah manipulator, jgn muah curiga pd orang & inget bukan berarti jadi pasif agresif jg kalau tahu seseorang itu manipulatif atau tidak.