Tiada kesyukuran yang lebih besar di hati ini selain doa: "Ya Allah, janganlah Engkau cabut kenikmatan dalam beribadah"
$LAYYYTER
Alisa U Zemlji Chuda
No title available
Keni

blake kathryn

Andulka
Mike Driver
Today's Document

ellievsbear

Product Placement
Stranger Things
Game of Thrones Daily

roma★
Show & Tell

oozey mess
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
ojovivo
tumblr dot com
No title available

No title available

seen from Uruguay

seen from Japan

seen from Poland
seen from United States

seen from Canada

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Germany

seen from United States
seen from United States

seen from Netherlands
seen from United States
seen from Chile
seen from Germany

seen from China
seen from Chile
seen from United States

seen from Brazil
seen from United States

seen from United States
@tiskaevaa
Tiada kesyukuran yang lebih besar di hati ini selain doa: "Ya Allah, janganlah Engkau cabut kenikmatan dalam beribadah"
Kekurangan harta bukan berarti kekurangan nikmat Kehilangan sesuatu bukan berarti kehilangan syukur Putus asa bukan berarti putus dari rahmat-Nya Ditinggal sendiri bukan berarti ditinggal Tuhan La tahzan Innallaha Ma'ana
@tiskaevaa
Kembali
Menyeru namun membisu Bersenda gurau namun tersendu Bercerita namun tak bersua Berekspektasi namun tak berdoa
Menghiba dalamnya tekanan Berperan semu dalam kelelahan Melalui ujian hidup yang terjal Menghapus kesungguhan yang berandal
Kenikmatan beruntut menjadikan diri ini lemah Lagi, mengedepankan rasa yang mengesah Membeli rasa syukur saja tak mampu Kembali pada-Nya jadikan titik tumpu
@tiskaevaa | 08 Desember 2021
Sabar
Mengulik kisah yang telah dijalani Berunding satu demi intropeksi Wahai diri yang selalu seperti ini Kenapa masih saja berdiam diri?
Dimana ku terperangkap pada akarnya Menjelma dalam ilusi yang fana Wahai diri berdirilah nan tegap Berlarilah walau pada asa fatamorgana
Akan ada pelangi setelah hujan Akan ada kabar baik setelah sabar Akan ada kemudahan setelah kesulitan Akan ada keberhasilan setelah ikhtiar
@tiskaevaa | 11 November 2021
Di antara Lebih dan Kurang ada yang namanya Cukup. Lebih disertai dengan Syukur, kurang disertai dengan Sabar. Lalu Cukup disertai dengan apa? Ya, Syukur. Semoga ketika kita bersyukur apa yang kita punya dilebihkan. Semoga ketika kita bersabar apa yang kita punya dicukupkan.
Aamiin. (via didilaras)
Apa kabar?
Mengawali dengan pertanyaan sederhana, bukan hanya sekedar ingin tahu, bukan juga basa-basi, namun dirimu adalah bagian dari perjalanan bertumbuhku.
Sejenak aku membuka memori lalu, bagaimana pertemuan kita begitu lucu, begitu hangat dan mungkin sedikit aneh, bahkan merasa sempit.
Ada canda, tawa, sedih, marah, sia-sia dan kebodohan ku lalui bersamamu. Hubungan kita terasa ringan dan istimewa.
Seiringnya bertambah dewasa, memasuki masa krisis yang dimana pundak terasa berat, langkah yang tertatih, pikiran bercabang dan menurunnya prioritas.
Aku sadar, bahwa ada hal yang ku syukuri selain nikmat iman, sehat yaitu memiliki kamu yang sangat baik. Rezeki yang mungkin tak bisa didapatkan oleh org lain di dewasa saat ini.
Dalam doaku, semoga Allah menjagamu, selalu dikelilingi oleh org yg baik, dikuatkan pundak dan langkahmu, selalu diberkahi hari-harimu dan semoga kita bisa bersama-sama masuk ke dalam surga-Nya. Aamiin
Terima kasih temanku, kawanku, koncoku.
Terima kasih selalu ada, ketika ku jatuh, ketika ku lelah, ketika merasa sendiri.
Terima kasih, tanpa kalian perjalanan bertumbuhku tak se istimewa seperti nasi goreng/martabak telor. Hehehe
Ana uhibbuka fillah 🧡
@tiskaevaa | 09 Mei 2021
Salah satu tolak ukur hidup sedang tidak beres adalah ketika sholat lupa rokaat. Saking tergesanya ingin segera selesai, beranjak, lalu lanjut mengurus urusan yang 'lebih penting'.
**
Astaghfirullah :(
-IKHLAS-
Apa sih ikhlas itu? Yang ku tau itu merelakan, yang ku tau tulus hati. Ada banyak kejadian dalam beberapa bulan ini, khususnya di bulan April-Mei-Juni. Yang bikin mencabik-cabik hati, menguras emosi, dan tingkat stress makin tinggi hahahaha
Rasanya sedih kalau diingat-ingat, karena Allah benar-benar menguji lewat perasaan dan hubunganku dengan seseorang. Dari masalah "keluarga, pertemanan dan cinta" paket komplit perasaan banget, beneran itu ga bohong diterpa olehku. Jujur kaya ga sanggup ngejalaninnya, tiap hari ada aja yg ditangisin, melow banget, ga bisa tidur, gelisah, galau, karena aku ini anaknya pikiran :(
Tapi doaku selalu sama minta dikuatkan dan dilapangkan sama Allah.
Alhamdulillah aku menemukan support dari orang-orang yang ku sayang dan banyak banget curhat (jujur aku gabisa mendem, harus diungkapin, bisa meledak yg ada kalo mendem) dan setelah itu aku makin lebih baik, lebih waras, tegar untuk menata hati, nata pikiran dan bersikap lebih dewasa. Ternyata masalah membuatku makin dewasa, masalah membuatku semakin belajar "mengikhlaskan" dan intropeksi diri, terlebih banyak bersyukur. Ada hal lain/nikmat yang masih bisa disyukuri.
Aku selalu menanamkan diri, bahwa Allah memberikan masalah tidak akan melewati batas kemampuanku, bahwa Allah itu sayang dengan hamba-Nya lewat ujian yang diberikan-Nya, terlebih melalui perasaan dan hubunganku. Bahkan saat ini juga masih sedih hehehe
Udah segitu aja, semua org punya masalah dalam hidupnya, gimana kita bisa menyikapi masalah dgn baik, dan dengan melibatkan semuanya sama Allah. Tetep semangat dan selalu ingat Allah ada buat kamu..
Bagaimana jika kamu bukan orang yang tepat bagi orang yang tepat untukmu?
Kalau begitu jadinya, aku harap kamu bisa bahagia meskipun bukan denganku. // A.W. (via surat-pendek)
Jangan Takut Kehilangan Teman
Di usia selepas kuliah, selepas menikah, permainan kita tidak akan lagi di area yang sama. Jika kita lebih dulu masuk ke fase itu, mungkin kita akan merasa hidup di dunia yang berbeda.
Kalau teman kita masuk ke fase itu lebih dulu, kita mungkin akan merasa teman-teman itu tak lagi menjadikan kita sebagai prioritasnya, sebab prioritas mereka telah berganti; pekerjaan dan keluarga. Semakin dewasa, lingkaran pertemanan dekat kita akan semakin mengecil. Mengerucut. Kita akan mulai bisa memilah mana yang bisa kita jaga seterusnya dan mana yang perlu dilepas. Dan tak perlu takut melepaskannya karena kita akan memperoleh pengganti-penggantinya.
Setiap teman itu ada fasenya, setiap fase ada temannya. Setiap kali terjadi perubahan besar pada fase hidup, pasti akan terjadi hal-hal yang membuat kita kebingungan, khawatir, dan semua hal yang disimpulkan sebagai sebuah krisis. Semakin ke sini, semakin banyak fase kita lalui. Kita akan semakin paham bahwa teman dekat dan berkualitas itu bukan tentang seberapa banyak, melainkan seberapa dalam. Bahkan bisa jadi, orang-orang baru yang akan kita temui di fase yang baru kita masuki justru menjadi teman yang jauh lebih dalam dibanding dengan teman-teman kita di fase sebelumnya.
Jangan menggenggam terlalu erat apa-apa yang seharusnya kita lepas, karena teman yang sejati itu akan ada di setiap fase, tidak peduli skala prioritas silih berganti, nanti kita akan mendapati bahwa mereka selalu ada meski tak pernah jumpa, tak pernah berbagi kabar dan cerita. Tapi, mereka selalu bisa memahami perubahan-perubahan fase yang kita hadapi. ©kurniawangunadi
Untuk aku
Ada sedih dalam hati Yang terselimuti oleh kekhawatiran Ada lelah dalam hati Yang terkekang oleh sosial
Jika semesta sedang tidak baik Namun kamu harus selalu baik Jika bumi memang harus rehat Namun kamu tidak boleh sakit
Halo diri, semangat terus ya? Semua akan berakhir pada waktunya
Menilik kembali yang lalu, entah bagaimana ku mengenal dirimu yang tlah lama di hati.
Menikmati hari, minggu, bulan hingga tahun ku lalui bersamamu memupuk rasa yang begitu dalam.
Anganku tidak sejauh ini denganmu, namun waktu menjawab sudah tentang arti "kita".
Cinta bukan lagi yang diutarakan, namun saling menjaga rasa yang terus terbangun dalam diri kita.
Jarak bukan lagi halangan, namun kepercayaan yang membentuk pribadi kita.
Karena untuk mengukir masa depan membutuhkan usaha dan pemikiran matang dari kita.
Agar terwujud satu harapan yaitu marilah melangkah bersama dengan ikhtiar dan doa yang telah kita langitkan, agar menjadi "kita" yang abadi.
Tiska Eva | Sabtu, 09 November 2019
Memang sebuah pertemuan menghasilkan memori, entah bisa disebut anugerah atau pelajaran.
Tiap obrolan menjadi candu dan terpapar hangat
Bagaimana itu terjadi, memulai dalam suatu komitmen..
Jarak adalah ujiannya, bertukar kabar dan tatap muka bukan lagi suatu keharusan. Karena-Nya lah dapat bertahan..
Lambat laun pertikaian pun terjadi hingga diujung tanduk.
Bertahan bukan lagi kunci, mengakhiri adalah jawaban terakhir. Namun pada akhirnya tidak semua apa yang diindahkan seperti apa yang diinginkan.
Kadangkala manusia suka lupa, semua yang diusahakan harus diserahkan kepada sang pemilik Hati.
Tiska Eva | Jum'at, 08 November 2019
Dulu dan Sekarang
Dulu aku pernah berharap dengan tak pasti, hanya saja yang tak pasti itu perlahan menjauh dariku.
Dulu aku berbuat salah dan seakan biasa saja, hanya saja rasa salah itu tiba-tiba mendatangkan yang buruk kepadaku.
Sekarang hanya sang Pemilik Hati lah aku berharap, agar aku tidak akan pernah merasa kecewa.
Sekarang hanya sang Pemilik Rasa lah aku bersandar, agar aku merasa khilaf dan dosa
@tiskaevaa | Pekalongan, 06 Juni 2019
Tenang
Kegiatan yang memadat
Terjebak dalam kesibukan
Tetapi, jika adzan memanggil
Hati akan bergetar
Kewajiban menjadi kebutuhan
Dalam lima waktu kenikmatan
Yang selalu merintih dalam doa Yang mengharap pada-Mu yaRabb
@tiskaevaa
SEMESTA
Semesta bertanya Sudahkah bersyukur? Jawabanku iya Bernafas salah satunya
Semesta bertanya Apa kamu bahagia? Jawabanku iya Dikelilingi oleh orang tersayang
Semesta bertanya Apa kamu lelah? Jawabanku iya Dunia ini telah rusak
Semesta diam Aku ikut diam
Lalu aku bertanya Semesta apa kamu bahagia?
@tiskaevaa
Istikharah bukan dilakukan sekali dua kali, tetapi berkali-kali. Karena semua itu bisa berpotensi untuk berhasil atau gagal.
konco kentel